Strange Fruit kembali mempertegas eksistensinya di lanskap musik elektronik Indonesia lewat single terbaru berjudul “Monopolar”, lanjutan dari rilisan sebelumnya “Iridescent”. Lagu ini menjadi bagian penting menuju peluncuran EP terbaru mereka, Drips, sekaligus penanda fase kreatif baru setelah satu dekade absen dari skena.
“Monopolar” hadir sebagai nomor electronic pop bernuansa gelap dan surealis, bergerak pelan namun sugestif, seolah membawa pendengarnya masuk ke ruang antara kesadaran dan mimpi. Irza Aryadiaz menyebutnya sebagai “multiverse baru”—sebuah dunia sonik yang menyerap pendengar ke dalam orbit bunyi sintetis yang imersif.
Secara konseptual, istilah monopolar dimaknai sebagai sumber bunyi yang memancarkan energi ke segala arah. Pendekatan ini tercermin dalam lanskap suara Strange Fruit yang menyebar luas: lapisan synthesizer, arpeggiator bertekstur noise, dan dentuman ritmis yang perlahan membangun atmosfer hipnotik.
Masih mengusung estetika dreamy seperti pada “Iridescent”, “Monopolar” memperluas referensi musikal Strange Fruit. Irza Aryadiaz mengakui pengaruh dari pionir elektronik seperti Raymond Scott, Bruce Haack, Mort Garson, hingga nuansa retro-futuristik ala Kraftwerk dan roster Ghost Box Records. Elemen ambient dan glitch juga terasa lewat sentuhan imajiner Jan Jelinek dan Wendy Carlos, membentuk komposisi yang terasa asing namun memikat.
Vokal Baldi Calvianca muncul samar dan melayang, menjadi jangkar emosional di tengah gelombang low frequency dan dream pop yang menekan. Potongan lirik seperti “you made me feel like I can fly” menegaskan tema kegelisahan personal yang dibungkus euforia semu.
“Ini sebenarnya lagu uring-uringan,” ujar Baldi. “Mood-nya aneh dan absurd. ‘Monopolar’ adalah dialog dengan diri sendiri—tentang memelihara mimpi dan harapan di tengah dunia yang menggelap.”
Bagi Strange Fruit, menulis musik kini bukan lagi soal representasi kolektif. Baldi Calvianca dan Irza Aryadiaz, dua personel orisinal sekaligus motor kreatif band, sepakat bahwa EP Drips adalah ruang eksplorasi murni—upaya menemukan bunyi baru yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.
“Kepuasan menulis musik cuma bisa dicapai kalau kami menemukan sesuatu yang benar-benar baru,” tegas Irza. “A genre bender that never heard before.”
Single “Monopolar” diproduseri oleh Bernardus Fritz, direkam di tiga studio berbeda, dan dirilis melalui Gentle Tuesday Recordings. Lagu ini telah tersedia di seluruh platform digital sejak 10 Januari 2026.
Perilisan ini juga disertai movie video garapan Mellow Spice di PasMing Experience. Video tersebut mengeksplorasi citra perairan Samudra Hindia dan distorsi visual, memperlakukan kamera layaknya instrumen musik—mewujudkan percampuran dunia nyata dan alam bawah sadar kelima personel Strange Fruit.
Strange Fruit saat ini beranggotakan Baldi Calvianca (vokal/synth), Irza Aryadiaz (synth), John Tampubolon (gitar), Nabil Favian (bass), dan Dino Kristianto (drum).
Dengan “Monopolar”, Strange Fruit tidak sekadar kembali—mereka membangun ulang identitasnya sebagai unit elektronik eksperimental yang siap mengganggu batas genre dan persepsi pendengar.