Grup musik metal asal Jakarta, Rahasia Intelijen kembali merilis karya terbaru bertajuk “Suci Tanah Pembantaian” melalui HALOS Records. Single ini hadir sebagai kritik sosial atas konflik berkepanjangan yang dipenuhi kepentingan politik, ekonomi, hingga perebutan kekuasaan. Mengusung aransemen agresif dengan riff gitar tajam, vokal intens, dan ritme penuh energi, lagu ini menyoroti wilayah yang selama lebih dari seribu tahun menjadi arena pertumpahan darah atas nama keyakinan dan kepentingan elit. Formasi terbaru Rahasia Intelijen dihuni oleh Anindya Pramadhyana, Winky Wiryawan, Cesar Alkautsar, Topan Tofano, dan Nicko Rahmat Prabowo. Kehadiran Winky Wiryawan memberi…
Baca selengkapnyaTag: metal
Graverer Satukan Thrash dan Death Metal dalam Deceased Death / Grave Torture
Band death/thrash metal pendatang baru, Graverer, resmi memperkenalkan identitas brutal mereka lewat maxi single bertajuk Deceased Death / Grave Torture. Dibentuk oleh Aden (drum/vokal), Gorbon dan Jet (gitar), serta Jas (bass), Graverer hadir membawa perpaduan agresi thrash metal klasik dengan atmosfer gelap death metal yang tajam dan tanpa kompromi. Maxi single Deceased Death / Grave Torture menjadi langkah awal Graverer dalam memperkenalkan karakter musik mereka yang cepat, kelam, dan konfrontatif. Lagu “Deceased Death” menghadirkan nuansa dingin, destruktif, dan mencekam, sementara “Grave Torture” tampil lebih brutal dengan intensitas tinggi yang menghantam…
Baca selengkapnyaSEKUMPULAN ORANG GILA Rilis Single “Absolution” feat. Faizal Permana of 510
Band metalcore asal Selangor, Malaysia yang penuh ledakan energi, Sekumpulan Orang Gila (SOG) kembali menghantam dengan single terbaru bertajuk “Absolution”. Kali ini mereka menggandeng Faizal Permana dari 510 sebagai featuring vocal yang membawa atmosfer lagu semakin brutal, emosional, dan penuh tekanan. “Absolution” menjadi representasi amarah, penyesalan, serta pencarian pembebasan dari sisi gelap manusia. Lagu ini menyajikan pendekatan sound yang lebih keras dan agresif. Nuansanya kental dengan musik cadas Jepang (mirip dengan gaya coldrain) serta elemen post-hardcore. Meskipun musiknya sangat padat dan agresif, vokal khas dari SOG tetap mempertahankan sentuhan nada…
Baca selengkapnyaRUSH REVENGE Bangkit Lewat “SANCTIFIED DEVOTION”, Single Gelap Penuh Amarah
Band metal asal Bogor, RUSH REVENGE resmi melepas single terbaru bertajuk “SANCTIFIED DEVOTION”. Karya ini menjadi penanda kebangkitan mereka setelah lama tenggelam dalam kevakuman. Mengusung nuansa gelap, penuh amarah, dan atmosfer mencekam, RUSH REVENGE menghadirkan eksplorasi musik yang memadukan ambient, noise, hingga eksperimen sonik di luar batas nalar. Single ini lahir sebagai luapan emosi untuk membungkam para pencela, sekaligus menjadi simbol harapan baru dari perjalanan mereka. Lewat “SANCTIFIED DEVOTION”, RUSH REVENGE menggambarkan kebangkitan layaknya entitas yang keluar dari peti mati bawah tanah—membawa kemarahan, dendam, dan keresahan terhadap dunia manusia yang…
Baca selengkapnyaREPTON Angkat Tragedi Mei 1998 Lewat Single Baru
Repton resmi merilis single terbaru bertajuk “Mei 1998” yang tayang perdana melalui channel YouTube resmi mereka, Repton Official. Lagu ini hadir sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat atas Tragedi Mei 1998 yang hingga kini masih menyisakan luka mendalam dalam sejarah Indonesia. Mengusung lirik berbahasa Indonesia dengan balutan musik slamming bulldozer groove khas Repton, “Mei 1998” menjadi medium perlawanan terhadap lupa dan pengulangan sejarah kelam. Lagu ini bukan berbicara tentang politik, melainkan tentang kemanusiaan dan trauma kolektif bangsa yang harus terus diingat agar tragedi serupa tidak kembali terjadi. “Karena luka sejarah itu…
Baca selengkapnyaMussa Rilis Single “Bani”, Doom Metal Tropis Penuh Makna
Mussa, band bergenre Doom Metal Tropis asal Bandar Lampung, resmi merilis single terbaru bertajuk Bani sebagai langkah awal menuju perilisan EP perdana mereka tahun ini. Band yang diperkuat Reza (vokal), Tyasbh (bass), Daffa (serdam & darbuka), dan Doy (drum) menghadirkan warna Doom Metal yang gelap dengan sentuhan nuansa tropis khas mereka. “Bani” sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti “Berani”. Lewat single ini, Mussa mencoba membawa pendengar masuk ke dalam perasaan seseorang yang berada di titik terendah hidupnya — lelah, ragu, hingga hampir menyerah. Namun di balik kelamnya suasana tersebut,…
Baca selengkapnyaRestless Tegaskan Eksistensi Gothic Metal Bandung di Usia 30 Tahun
Selama 30 tahun, Restless terus menancapkan namanya sebagai salah satu pelopor gothic metal di Bandung. Lahir dari skena bawah tanah Ujungberung pada 22 September 1995, Restless dikenal lewat karakter musik gelap berpadu orkestrasi megah dan atmosfer sinematik yang khas. Band ini bermula dari proyek musikal Dani (eks Jasad) dan Sule (eks Sacrelegious), sebelum diperkuat Abet Rizky, Eko Dewo, dan vokalis perempuan Mima. Lewat formasi awal tersebut, Restless merilis single “Embun Suci” dalam kompilasi Independent Rebel (1999), disusul EP Bentangan Sunyi (2000). Perjalanan Restless terus berkembang melalui berbagai pergantian personel dan…
Baca selengkapnyaGrimlock Resmi Rebranding dari Grimlock Agony, Rilis Single Baru “DEATHBRINGER”
Band deathcore asal Sukabumi, Grimlock, resmi mengumumkan perubahan nama dari Grimlock Agony menjadi Grimlock. Rebranding ini menandai fase baru dengan visi lebih matang, arah musikal lebih tajam, dan identitas artistik yang semakin kuat. Perubahan nama ini bukan sekadar kosmetik, melainkan transformasi menyeluruh. Grimlock kini tampil dengan karakter yang lebih gelap, agresif, dan tanpa kompromi, sekaligus meninggalkan batasan lama untuk menghadirkan karya yang lebih autentik. Di era baru ini, Grimlock mengeksplorasi tema yang lebih personal seperti tekanan mental, kecemasan, hingga konflik batin. Semua itu diterjemahkan dalam komposisi deathcore yang lebih solid,…
Baca selengkapnyaESH (שׁ ֵא) Manifestasikan Protes Lewat Mini Album Debut “Ritus Mesin Terakhir”
Unit metal Jakarta, ESH (אֵשׁ), resmi merilis mini album debut Ritus Mesin Terakhir—sebuah rilis yang lahir dari panasnya tensi sosial-politik Indonesia. Lebih dari sekadar kumpulan lagu, materi ini berfungsi sebagai artefak audio yang merekam krisis demokrasi, represi aktivisme, hingga isu kemanusiaan global. Terbentuk pada 2025, ESH diisi oleh nama-nama berpengalaman: Will (vokal), Ughi dan Alan (gitar), Avip (bass), serta Aghoy (drum). Latar belakang mereka di skena keras melebur menjadi sound baru yang lebih abrasif dan konfrontatif. Secara musikal, Ritus Mesin Terakhir menawarkan ledakan intensitas dalam durasi singkat—rata-rata dua menit per…
Baca selengkapnyaBadai Metal Internasional dalam “Imperative Music Compilation Vol. 20” Siap Dirilis 29 Mei 2026
Dunia musik underground kembali diguncang dengan hadirnya kompilasi global Volume 20 dari Imperative Music Agency. Menghadirkan deretan band dari berbagai penjuru dunia seperti Norwegia, Amerika Serikat, Kanada, hingga Jerman, rilisan ini menjadi representasi nyata dari gelombang metal lintas negara yang solid dan tanpa kompromi. Tak sekadar kompilasi digital, setiap band juga akan menerima CD fisik, membuka kesempatan bagi para pendengar untuk mendapatkan rilisan langsung dari para artis sekaligus mendukung ekosistem musik underground secara langsung—di titik paling esensial. Detail Rilis: Judul: Imperative Music Compilation Vol. 20 Tanggal Rilis: 29 Mei…
Baca selengkapnya