The Corals “Terbelenggu Depresi” dalam Menumpas Karyanya

The Corals “Terbelenggu Depresi” dalam Menumpas Karyanya

Tidak bisa dipungkiri, kalau mini-album High Octane Rock (2004) dari Seringai berpengaruh besar bagi tumbuhnya band-band rock / hardcore / metal lokal yang mengambil Black Sabbath dan Motorhead sebagai sumber referensi mereka.

Karena sejak High Octane Rock EP diluncurkan, mulai bermunculan heavy bands dengan low tunning guitar with bluesy riff. Salah satunya adalah The Corals ini (jangan tertukar yah dengan The Coral, band folk-rock / neo-psychedelia / indie-rock era 90-an asal Inggris).

The Corals adalah band heavy-rock / stoner-rock / alternative-metal muda asal Bekasi, yang memainkan musik sejenis dengan idola mereka: low tunning guitar, bluesy riff, vokal yang berat dan kadang melengking tinggi ala 80s heavy-metal (sedikit mengingatkan saya akan Early Man), solo guitar beraromakan southern-rock, serta lirik yang bertemakan dunia urban perkotaan.

Sayangnya, musik dari The Corals masih tipikal stoner-rock lokal kebanyakan, belum ada ciri khas yang signifikan. Diharapkan kedepannya mereka bisa menemukan ciri khas tersendiri, janganlah jadi band medioker tanpa identitas jelas.

Tapi secara keseluruhan, kehadiran The Corals cukup menambah eksistensi ‘scene Sabbath-Core’ lokal yang kini semakin ramai.

Musik