Karya Kill the Fear Kompleks dan Layak Guncang Musik Metal

Karya Kill the Fear Kompleks dan Layak Guncang Musik Metal

Setelah memperkenalkan dua single bertajuk Till The Last Drop of Blood dan Killers, kini Kill The Fear (KTF) merilis full album terbarunya berjudul Dread. Di album ini, band asal Sumatera Selatan mencoba menyentil masalah sosial lewat balutan musik metal yang digubah dengan gaya hardcore.

Tri Ahmad Andino (drum) yang mewakili personel lainnya: Raden Syarif (gitar), Adi Nugraha (gitar), Raden Satria (bass), dan Selamat Lestari (vokal), menjelaskan bahwa album perdana mereka ini memiliki konsep yang cukup kompleks dan layak didengarkan.

“Konsep musik pada album pertama KTF ini adalah sebuah komposisi yang kompleks bisa dibilang. Pemilihan dark sebagai distorsi gitar, dan double kick cepat rapat pada drum, dibalut karakter vokal yang berat, sangat pantas jika album ini layak didengarkan,” ungkap Tri, Selasa (9/4/2019).

Konsep yang dipilih tentu saja sepadan dengan genre dan influence musik mereka. Meski mengukuhkan diri sebagai pengusung metal hardcore, namun influence mereka sejatinya sangat beragam.

“Mulai dari rock kental seperti Metallica, Panthera, serta musik yang lebim extream lagi seperti Lamb of God, Slipknot, Whitechapel dan sebagainya.”

“Karena musik bergenre inilah yang membuat KTF makin serius menjalankan hobinya, serta membuat semangat di setiap mendengar dan memainkan musik bergenre keras seperti ini.”

Sesuai dengan informasi di atas, tema yang mereka coba suguhkan kebanyakan berasal dari apa yang terjadi di sekitarnya. Istilahnya, tema tipikal yang sering diusung band dengan genre serupa. Hal itu terlihat dari lirik lagu yang sang drummer dan vokalis kerjakan secara bersama.

“Mulai dari masalah kehidupan, sosial, serta tindak kekerasan yang terjadi juga diangkat dalam pemilihan tema. Dread menyuarakan isi hati tentang pandangan hidup yang tidak dilihat kebanyakan orang sekarang ini.”

Sebagai perwakilan dari album tersebut, Till The Last Drop of Blood yang merupakan single pertama rilisan Oktober tahun lalu telah dilempar sebagai klip video. Secara visual, suguhan video bernuansa gelap terasa sangat sesuai dengan tema dari keseluruhan album.

Dengan lirik yang mengangkat tema self-proclaimed yang penuh amarah sudah menjadi tipikal style kebanyakan musik metal hardcore. Video klip yang digarap oleh sutradara Muhamad Ardi Pratama tersebut bisa dinikmati di bawah ini.

Kill The Fear merupakan band asal Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Mereka dikenal sebagai band pengusung metal/hardcore yang dikenal di kota tersebut. Awalnya, band ini dibentuk dalam rangka mengikuti ajang festival Asian Beat yang diselenggarakan Yamaha Music di tahun 2013 silam.

Kill The Fear sudah sering bergonta ganti personil, hingga sekarang sudah menjadi formasi ke enam yang lebih matang dan konsisten antar sesama personil.

Musik