Black Metal Depresif Jadi Taman Bermain dalam Karya Terbaru Svakapvsara, “Cacat Jiwa”

Black Metal Depresif Jadi Taman Bermain dalam Karya Terbaru Svakapvsara, “Cacat Jiwa”

Titik terendah hidup, saat kesendirian dan isolasi mengarah pada keputusasaan dan Jangan Kau Matikan Hidupmu

 

Svakapvsara adalah kontradiksi berjalan, Mereka memproklamasikan DSBM atau Depressive Suicidal Black Metal sebagai jalur musik yang ditempuh, tetapi di kehidupan sehari-hari, para personel Svakapvsara berperilaku serupa anak didik Komeng.

Kontradiksi itu dapat dilihat dari perjalanan dan isi single terbaru mereka berjudul “Cacat Jiwa” yang dirilis pada 26 Januari 2024.

Svakapvsara berdiri pada 2020 hasil nongkrong tiga pemuda berusia awal 20-an di dekat Pemakaman Bergota, Kota Semarang. Mereka adalah Tendi Munthe (bass, vokal), Zulfi Khoirul (gitar), dan Faisal Haqiqi (drum).

Awalnya mereka ingin membuat band serupa grup metal jagoan asal Prancis, Gojira. Muluk-muluk itu terbentur kemampuan bermain alat musik. Mereka lalu bergeser ke black metal yang membawa tema ke-Jawa-an. Single “Bathara Anthaga (Togog)” yang dirilis pada Juli 2020 menjadi hasilnya.

Namun, mafhum bahwa menulis tema budaya tradisional menuntut pertanggungjawaban yang tidak sepele, mereka menyerah. Di sanalah subgenre Depressive Suicidal Black Metal menyelamatkan. Pertemuan dengan Sadness, Vallendusk, Soulless juga band-band rumpun DSBM, atmospheric, dan post-black metal adalah momen eureka bagi Svakapvsara.

“Akhirnya kita sepakat pindah ke lirik yang menceritakan hal-hal yang pribadi dan titik terendah hidup,” tutur Tendi. Hasil awal pergeseran itu adalah maxi-single “Parasit/Senjakala Derita” (Oktober 2022).

Single “Cacat Jiwa” adalah produk paling baru dari jalan black metal depresif yang mereka tempuh. Di single yang sebenarnya sudah direkam sejak 2021 ini, Svakapvsara menceritakan titik terendah hidup, saat kesendirian dan isolasi mengarah pada keputusasaan.

“Dan kanal bening yang ditempuh/ (Hanya) Menuju hidup bergelayut/ Ladang samun nan hijau (Disana)/ Melahirkan…” teriak Tendi, menggantung.

“Jadi itu aku tulis tuh soal perasaan putus asa, pengen mati, tapi ada kelihatan harapan di depan. Cuman itu harapan belum pasti, akan menolong atau tidak, akan menyelamatkan kita atau bikin kita makin terpuruk. Makanya aku buat menggantung,” ucap Faisal, penulis lirik.

Faisal menyebut almarhum Ivan Scumbag sebagai patokan penulisan lirik single ini.

Jika berpacu pada para begawan DSBM macam Sadness dan Silencer, diskografi Svakapvsara jauh dari kata sekolam. Tidak ada penyalahgunaan repetisi pada aransemen dan durasi lagu dalam diskografi mereka hanya sekitaran 5 menit. Yang sama hanya satu; kualitas rekaman yang prematur.

Semua itu disadari betul oleh Svakapvsara.

“Kita sadar kita nggak se-DSBM itu. Bahkan kalau mau dicari di Metal Archive, kita masuk ke kategori Melodic Black Metal. Kita liriknya DSBM, tapi musiknya nggak terlalu DSBM,” aku Zulfi.

Lalu, mengapa mereka masih tekun melabeli diri sebagai band DSBM dan merilis karya?

Jawabannya sederhana. Black metal bagi Svakapvsara adalah taman bermain.

“Dari sananya juga black metal itu kepecah jadi beberapa genre dan satu band itu bisa bikin term sendiri, seperti White Ward bikin ‘Deviant Black-Metal, terus Psychonaut 4 bikin ‘Post-Soviet Suicidal Black Metal’. Jadi ya karena black metal itu sendiri sangat luas dan cair, kenapa kita tidak bermain-main saja?” saksi Faisal.

Pergantian gaya bermusik dan tema lagu, merilis karya meski berkualitas biasa saja, bahkan sekarang mereka merilis zine atas nama band yang edisi ketiganya sedang digarap adalah bagian dari upaya bermain-main di kolam black metal.

“Aku termasuk curhat sedikit lewat Svakapvsara soal keadaanku. Di luar atau di medsos aku sering nyebar shitpost yang bikin orang senang, ini ada sisi lain dari aku di Svakapvsara. Dan semoga orang yang mendengarkan ada yang relate,” tutur Tendi.

“Single ini juga jadi salah satu milestone. Ke depannya Svakapvsara akan rekaman dan rilis lagi. Kita akan menyampaikan ke orang-orang bahwa Svakapvsara yang kalian dengar saat ini, dulu itu busuk gini,” tutur Zulfi.

Single “Cacat Jiwa” sudah bisa diakses di beragam layanan digital streaming.

Musik