IIMS 2026 Jadi Forum Strategis Business Matching dan Arah Kebijakan Industri Otomotif

Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 tak hanya menjadi ajang pameran kendaraan, tetapi juga bertransformasi sebagai forum strategis business matching dan diskusi arah kebijakan pemerintah di sektor otomotif nasional.

Tahun ini, IIMS 2026 menghadirkan ACST (Automotive Cross-border Supply Chain Seminar & Trade) yang digelar pada 6 Februari 2026. Forum ini dirancang untuk mempertemukan pelaku industri otomotif lokal dan internasional dalam menghadapi tantangan rantai pasok, logistik, dan perdagangan lintas negara.

Salah satu fokus utama ACST adalah program business matching antara perusahaan manufaktur asal Tiongkok dengan pelaku usaha di Indonesia. Produk yang ditawarkan mencakup software dan hardware otomotif, mulai dari pintu bagasi elektrik, TPMS sensor, audio mobil, kabel audio, auto headlight, hingga sistem kecerdasan buatan (AI).

Aura AI Cari Mitra Lokal di Indonesia

Salah satu perusahaan yang aktif mencari mitra adalah Aura AI, sistem AI yang dikembangkan oleh Tongxingzhe Technology sejak 2014. Aura AI berfokus pada asisten suara berbasis AI dan Smart Cockpit untuk meningkatkan pengalaman berkendara.

Sebagai software, Aura AI mampu menjembatani head unit konvensional agar berfungsi layaknya kendaraan EV modern. Sistem ini mendukung tiga homescreen utama—peta, wallpaper, dan model 3D—serta dilengkapi AI Audio yang berperan sebagai co-pilot selama perjalanan.

Selain Aura AI, sejumlah perusahaan lain yang membuka peluang kemitraan bisnis di IIMS 2026 antara lain Shenzhen Zycela Technology, Shenzhen Tiancheng Electronics, Dongguan Xinjiayajie Technology, Foshan SuShiDai, LuJie Technology, Guangzhou Sinjet Electronics, Fleetgoo, Shenzhen Weiteng Automotive Electronics, Guangzhou Ilovecar Auto Parts, dan Guangzhou YueXing Auto Parts.

Diskusi ICMS Soroti Nasib Industri Usai Insentif EV

Di sisi lain, IIMS 2026 juga menghadirkan dialog bersama Indonesia Center of Mobility Studies (ICMS) yang membahas nasib industri otomotif nasional pasca penghapusan insentif kendaraan listrik (EV).

Diskusi ini menghadirkan Rian Erlangga (Kepala Divisi Strategi Bisnis PT Isuzu Astra Motor Indonesia), Constantinus Herlijoso (Direktur Sales and Channel Development Geely Auto Indonesia), Davy J. Tuilan (Deputy CEO Sales and Network Development VinFast Indonesia), serta Josua Pardede (Pengamat Ekonomi).

Ketua Umum ICMS, Munawar Chalil, menekankan pentingnya kebijakan insentif EV yang masih dievaluasi pemerintah. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi harga jual kendaraan listrik dan menjaga momentum pertumbuhan industri.

“Kami berharap dapat memberikan masukan yang konstruktif agar kebijakan yang diambil tetap mendukung keberlanjutan industri otomotif nasional,” ujar Munawar.