× Beranda > Musik > Event > Bryan Adams Kembali ke Jakarta, Rayakan Rock Klasik Tanpa Basa-Basi
Posted in

Bryan Adams Kembali ke Jakarta, Rayakan Rock Klasik Tanpa Basa-Basi

Sembilan tahun setelah penampilan terakhirnya di Jakarta, Bryan Adams akhirnya kembali lewat konser tunggal di Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, Selasa malam, 3 Februari 2026. Dipromotori Rajawali Indonesia, konser ini menjadi bagian dari tur Asia “Roll The Punches”—sekaligus penegasan bahwa Adams masih berdiri kokoh berkat lagu-lagu kuat dan performa jujur tanpa gimmick.

Malam dibuka oleh Rony Parulian dan Ari Lasso sebagai special guest. Namun sejak kemunculan Bryan Adams dari tengah area penonton—bukan dari panggung utama—fokus langsung terkunci. Pilihan ini sederhana, tapi efektif membangun koneksi emosional dengan ribuan penonton yang memadati stadion.

Dua lagu pembuka, “Can’t Stop This Thing We Started” dan “Straight From the Heart”, dibawakan secara akustik. Minim produksi, Adams mengandalkan kekuatan utama kariernya: penulisan lagu solid dan vokal serak yang masih terdengar meyakinkan. Saat ia beralih ke panggung utama, energi konser ikut berbelok menuju fase rock yang lebih bertenaga.

Deretan lagu klasik seperti “Run to You”, “Somebody”, dan “Kick Ass” mengalir dengan aransemen setia versi rekaman. Pendekatan ini mungkin terasa aman, namun justru di situlah kekuatannya—lagu-lagu tersebut telah menjadi milik lintas generasi. Visual balon raksasa berbentuk sarung tangan tinju di “Roll It with the Punches” memberi aksen visual ringan tanpa mencuri perhatian dari musik.

Puncak emosional hadir saat “Heaven” dimainkan. Seluruh stadion bernyanyi serempak, menciptakan momen kolektif paling kuat malam itu. Balada lain seperti “Have You Ever Really Loved a Woman?”, “Here I Am”, dan “(Everything I Do) I Do It for You” menegaskan bahwa sisi romantis tetap menjadi tulang punggung kekuatan Bryan Adams.

Menjelang akhir, “Summer of ’69” kembali membuktikan statusnya sebagai anthem abadi. Konser ditutup lewat “All for Love” versi akustik—tanpa ledakan visual, hanya lagu, cahaya yang meredup, dan rasa puas yang merata.

Konser Bryan Adams di Jakarta bukan tentang kejutan radikal. Ini adalah perayaan konsistensi, disiplin panggung, dan kepercayaan penuh pada katalog lagu yang telah melintasi zaman. Di tengah lanskap musik yang terus berubah, Bryan Adams membuktikan bahwa rock klasik—ketika dimainkan dengan keyakinan—masih relevan dan menggema kuat hari ini.