CLOATH, band chaotic hardcore asal Banda Aceh yang kini berbasis di Jakarta, resmi merilis EP terbaru bertajuk “The Fallen God”. Dikenal dengan karakter musik gelap dan intens, CLOATH memadukan gitar bernada rendah, riff tajam, atmosfer mencekam, serta gebukan drum padat yang agresif dan bertenaga.
CLOATH diperkuat oleh Fatahillah Reza (vokal), Wirya Nugraha dan Dopan Rehayatsyah (gitar), M. Khairul Azmi (bass), serta Alief Maulana (drum). Perjalanan rilisan mereka dimulai lewat single “Odin” (2023), dilanjutkan “Hellheim” (2024), dan semakin diperkuat dengan capaian sebagai salah satu pemenang Hammerclash Festival 2025 besutan Hammersonic Records.
EP The Fallen God dibuka dengan “Asborn” sebagai intro, lalu berlanjut ke “Odin”, “Hellheim”, “Ragnarok”, “Valhalla” (feat. Dixie Erlangga / Strangers), dan ditutup “Ashes”. Mengusung narasi mitologi Nordik, EP ini menjadi metafora kehidupan modern—tentang kejatuhan figur yang diagungkan, ambisi kekuasaan, serta konflik batin antara keyakinan dan ego. Setiap lagu tersusun sebagai satu alur cerita dari kelahiran, pengagungan, kehancuran, hingga kehampaan. Kolaborasi dengan Dixie Erlangga di “Valhalla” menghadirkan kontras vokal yang memperkuat klimaks emosional EP.
Melalui The Fallen God, CLOATH menegaskan ekspansi ke audiens yang lebih luas, memperkuat relasi dengan promotor dan media, serta memperluas jaringan di skena musik keras tanpa meninggalkan akar mentah underground. EP “The Fallen God” kini sudah tersedia di seluruh Digital Streaming Platform (DSP).