Merry Sickboy kembali mengukuhkan eksistensinya di panggung musik indie dengan merilis single terbaru bertajuk Pesta Oligarki.
Lagu ini bukan sekadar komposisi musik, melainkan sebuah teriakan lantang yang mencerminkan realitas pahit Indonesia hari ini—negeri yang semakin terjerat korupsi, supremasi aparat yang menekan sipil, serta pemerintah yang kian alergi terhadap kritik.
Dengan balutan rock alternatif yang dinamis dan sentuhan blues yang menggigit, Merry Sickboy merangkai harmoni yang tidak hanya menghentak, tetapi juga menyalakan bara kesadaran. Riff gitar yang tajam, gebukan drum yang menggelegar, serta vokal yang sarat emosi menjadikan Pesta Oligarki sebagai lagu protes yang penuh gairah dan kemarahan.
“Negeri ini sedang berpesta, tapi bukan pesta rakyat. Ini adalah Pesta Oligarki, di mana segelintir orang bersulang di atas derita banyak orang,” papar Merry Sickboy. “Sebagai musisi, gue ingin suara gue menjadi perlawanan. Musik tak hanya untuk hiburan, tapi juga untuk menyampaikan yang seharusnya didengar.”
Lirik Pesta Oligarki menguliti kenyataan yang tak bisa lagi disembunyikan.
Dari ruang-ruang parlemen yang mencakup kepentingan hingga jalanan yang penuh dengan suara-suara yang diabaikan, lagu ini berbicara tentang bagaimana demokrasi dikekang, keadilan dimanipulasi, dan suara rakyat dianggap sebagai gangguan.
Sebagai musisi solo yang meracik sendiri seluruh aransemen dan liriknya, Merry Sickboy menunjukkan bahwa musik tetap bisa menjadi alat perlawanan meski berjalan sendirian. Pesta Oligarki bukan sekedar lagu, tapi sebuah ajakan untuk tetap membuka mata, untuk tidak membiarkan ketidakadilan menjadi hal yang lumrah.
Kini, Pesta Oligarki telah tersedia di berbagai platform streaming digital, siap menjadi lagu kebangsaan bagi mereka yang masih percaya bahwa suara rakyat tak boleh padam.