Lewat EP Spazz In, mereka bawa kembali semangat youth crew yang mentah, cepat, dan penuh perlawanan.
Di saat skena hardcore sering terpusat di kota besar, Spazz Out datang dari Lubuklinggau dengan satu pesan jelas: energi tidak mengenal geografis.
Band ini mengusung semangat youth crew klasik—cepat, lugas, dan penuh solidaritas. Terinspirasi dari Judge, Youth of Today, hingga Gorilla Biscuits, Spazz Out tidak sekadar nostalgia, tapi menghidupkan ulang nilai-nilai lama dengan pendekatan baru.
EP debut mereka, Spazz In, berisi empat track yang langsung menghantam tanpa basa-basi: “Break Chains”, “Paranoid”, “Take Control”, dan “End The Reign”. Semuanya membawa tema perlawanan—dari kritik terhadap sistem, ilusi kebebasan, hingga ajakan untuk mengambil kendali atas hidup.
Sound mereka mentah, agresif, dan jujur. Tidak dipoles berlebihan, justru itu yang jadi kekuatan. Ini bukan tentang sempurna, tapi tentang sikap.
Dirilis 11 Maret 2026 lewat No Remorse Records dalam format digital dan kaset, Spazz In jadi penanda bahwa gelombang baru hardcore dari daerah mulai bergerak.
Lebih dari sekadar rilisan, ini adalah sinyal: skena hidup, dan datang dari tempat yang tak selalu disorot.
