Tummy Tuck, band asal Mataram, memperkenalkan EP debut bertajuk Genesyst yang akan dirilis pada 25 September 2026. Berisi empat lagu—“Who Am I”, “Boys & Girls”, “Wildfire”, dan “Whatever”—EP ini menjadi catatan awal tentang siapa mereka sebagai manusia sebelum dikenal sebagai Tummy Tuck, dengan “Whatever” dipilih sebagai focus track.
Genesyst berangkat dari hal-hal yang paling dasar dan personal: pengalaman hidup, keresahan, luka kecil, konflik batin, hingga pertanyaan yang belum tentu memiliki jawaban. Judulnya mempertemukan dua gagasan , “gene” sebagai sesuatu yang melekat dalam diri dan “system” sebagai hal dari luar yang ikut membentuk manusia, keluarga, lingkungan, relasi, tuntutan sosial, hingga pola hidup yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertahan.
Bagi Tummy Tuck, EP ini tidak dibuat untuk mencari siapa yang salah ataupun memberikan sebuah kesimpulan. Sebaliknya, Genesyst menjadi ruang untuk mengakui berbagai hal yang mereka rasakan, termasuk ketidaksempurnaan dan cerita yang belum selesai. EP ini merekam sebuah fase ketika Tummy Tuck sedang mempertanyakan banyak hal tentang diri, pengalaman yang telah dilewati, hubungan dengan orang lain, serta bagaimana lingkungan membentuk cara mereka melihat kehidupan.
Proses kreatifnya berangkat dari pengalaman dan tulisan Djitoq, vokalis Tummy Tuck, yang kemudian berkembang melalui proses bermusik bersama seluruh anggota band. Setiap lagu dikembangkan secara kolektif untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan karakter dan energi mereka. Alih-alih mengejar sesuatu yang terdengar terlalu sempurna, Tummy Tuck mempertahankan sisi yang mentah, spontan, dan sedikit berantakan sebagai bagian dari identitas EP.
Keempat lagu dalam Genesyst menjadi bagian dari proses Tummy Tuck dalam menemukan bahasa musikal pertama mereka. “Whatever” hadir sebagai focus track, bersama “Who Am I”, “Boys & Girls”, dan “Wildfire”, untuk memperkenalkan energi serta karakter yang ingin mereka bawa sejak awal perjalanan ini.
Lewat Genesyst, Tummy Tuck tidak berharap pendengar menemukan satu kesimpulan tertentu. Jika setelah mendengarkannya seseorang dapat berhenti sejenak dan merasa, “ternyata gue juga pernah ada di posisi itu” bagi mereka hal tersebut sudah cukup. Karena tidak semua hal harus segera memiliki jawaban, dan tidak semua cerita harus berakhir dengan kesimpulan. Genesyst adalah awal dari cerita Tummy Tuck.
