Monster Replika, band alternative rock asal Bandung, kembali menghadirkan karya terbaru melalui single kedua bertajuk “Candu di Ujung Jari”.
Masih membawa karakter khas Monster Replika, lagu ini dibalut distorsi dan nuansa alternative rock era 90-an. Di balik karakter musik tersebut, “Candu di Ujung Jari” mengangkat keresahan terhadap kebiasaan manusia modern yang semakin dekat dengan gawai dan berbagai konten di dalamnya.
Lewat lagu ini, Monster Replika menggambarkan bagaimana perangkat yang setiap hari berada di tangan kita dapat memberikan manfaat, tetapi di saat yang sama juga menyimpan berbagai jebakan adiksi. Konsumsi konten secara berlebihan dapat membuat seseorang kehilangan produktivitas, mengurangi interaksi sosial, hingga mengabaikan aktivitas dan tanggung jawab sehari-hari.
Keresahan tersebut juga menyentuh fenomena yang semakin dekat dengan kehidupan digital, termasuk kecanduan judi online yang menawarkan iming-iming keuntungan instan, namun pada akhirnya dapat membawa risiko dan kerugian.
“Candu di Ujung Jari” sekaligus menjadi penanda babak baru bagi Monster Replika. Single ini hadir bersama perubahan formasi di posisi drum. Setelah sebelumnya diisi oleh Badout dan Dimas, posisi tersebut kini ditempati oleh Giar, yang membawa energi baru ke dalam tubuh Monster Replika sekaligus memberikan warna berbeda dalam proses kreatif mereka.
Tidak hanya melalui audio, Monster Replika juga melengkapi perilisan single ini dengan sebuah video lirik.
Visual tersebut dihadirkan untuk memperkuat pesan yang dibawa lagu sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi pendengar dalam menikmati “Candu di Ujung
