× Beranda > Musik > Single > Sisitipsi dan “5mg”: Dirty Jazz di Tengah Kecemasan Kolektif
Posted in

Sisitipsi dan “5mg”: Dirty Jazz di Tengah Kecemasan Kolektif

Setelah jeda yang cukup panjang tanpa rilisan baru, Sisitipsi kembali muncul dengan single “5mg”—sebuah penanda bahwa band Dirty Jazz asal Jakarta ini belum selesai berbicara. Bukan sekadar comeback, “5mg” adalah catatan zaman yang dibungkus groove khas mereka.

Digawangi Fauzan Lubis / Ojan (vokal), Eka (bass), Rian (gitar), Adit (drum), dan Amor (trombone), Sisitipsi merilis “5mg” di bawah payung Sisitipsi Records, label independen yang mereka bentuk sendiri. Langkah ini menegaskan kontrol penuh atas arah artistik dan narasi yang ingin mereka bangun ke depan.

Judul “5mg” bukan metafora kosong. Ia merujuk langsung pada dosis obat anti-cemas dan anti-depresan—sebuah realitas yang kian lumrah di tengah tekanan hidup urban. Dari kaum pekerja hingga pasien rehabilitasi rawat jalan, obat menjadi salah satu jalan bertahan, sekaligus harapan untuk pulih. Di titik ini, Sisitipsi tidak menggurui, melainkan merekam: dingin, jujur, dan relevan.

Single ini resmi dirilis 31 Januari, berbarengan dengan showcase peluncuran yang digelar bersama Kopikina Cikini. Di hari yang sama, video lirik “5mg” juga dilepas melalui kanal YouTube resmi mereka—sebuah strategi rilis yang sederhana, tapi tepat sasaran.

“5mg” memperlihatkan Sisitipsi yang tetap setia pada akar Dirty Jazz, namun semakin sadar konteks. Di tengah blantika musik Indonesia yang makin bising dan penuh distraksi, lagu ini hadir sebagai pengingat: bahwa musik juga bisa menjadi ruang refleksi atas kecemasan kolektif yang sering kita telan diam-diam.