ATTONIA, band Cinematic Progressive Metal virtual asal Indonesia, resmi merilis album debut berjudul The Architect of Second Chances. Album ini menjadi pembuka trilogi konseptual The Architect Trilogy.
Proyek ini menggabungkan musik metal, storytelling, dan teknologi Artificial Intelligence (AI). ATTONIA menampilkan karakter fiksi bernama Sang Arsitek yang hidup di dunia pascakehancuran, penuh konflik batin dan pencarian makna.
Secara musikal, ATTONIA memadukan djent, metalcore, dan orkestrasi sinematik dengan nuansa gelap dan futuristik. Tema utama album meliputi kehancuran, penyesalan, dan harapan kedua.
“Album ini menggambarkan fase meratapi reruntuhan—emosional, gelap, dan reflektif,” ujar kreator ATTONIA.
Lagu “Jangkar Yang Patah” menjadi track unggulan dengan karakter berat, kompleks, dan melodi menghantui.
Meski berkonsep virtual, album debut ATTONIA mencatat respon positif di platform streaming, dengan tingkat retensi pendengar yang tinggi. Hal ini menunjukkan kuatnya koneksi emosional antara musik dan audiens.
Lewat The Architect of Second Chances, ATTONIA menegaskan identitasnya sebagai proyek metal inovatif di skena musik independen Indonesia.
Tentang ATTONIA
ATTONIA adalah proyek musik virtual Indonesia beraliran Cinematic Progressive Metal, menggabungkan teknologi digital dan narasi konseptual dalam satu semesta musik.