Persaingan global dalam artificial intelligence (AI) semakin ketat. Pemerintah dan industri berlomba memperkuat teknologi demi menjaga produktivitas di tengah populasi menua dan tenaga kerja menyusut. Salah satu pendorong utama perubahan ini adalah AI berbasis agen (agentic AI).
Berbeda dari AI konvensional, AI agenik tidak hanya menjawab perintah. Sistem ini mampu bernalar, merencanakan, dan bertindak secara mandiri di berbagai platform. AI pun beralih dari alat pasif menjadi mitra kerja aktif manusia.
Tantangan Infrastruktur AI
Masuknya AI agenik berarti dunia menambahkan miliaran agen virtual ke dalam sistem komputasi. Skala dan kompleksitas meningkat tajam. Tantangan utamanya adalah kesiapan infrastruktur AI nasional.
Menurut General Manager APAC AMD, Alexey Navolokin, era AI agenik membutuhkan desain sistem heterogen. Infrastruktur harus mengintegrasikan CPU, GPU, jaringan, dan memori secara fleksibel dan terukur agar mampu menangani interaksi real-time.
Peran CPU dan GPU dalam AI
Meski GPU sering menjadi sorotan, CPU tetap memegang peran penting. CPU mengatur aliran data, manajemen memori, dan orkestrasi beban kerja AI. Banyak aplikasi AI, termasuk model bahasa hingga 13 miliar parameter, dapat berjalan efisien pada server berbasis CPU berkinerja tinggi.
Konektivitas dan Sistem Terbuka
Di balik sistem AI modern, konektivitas berkecepatan tinggi menjadi tulang punggung. Jaringan cerdas memastikan data mengalir cepat dengan latensi rendah di klaster AI terdistribusi.
Selain itu, ekosistem AI terbuka semakin penting. Open software seperti AMD ROCm dan standar industri terbuka membantu mencegah ketergantungan vendor sekaligus mempercepat inovasi.
AMD Helios dan Masa Depan AI
AMD menyiapkan langkah lanjutan melalui Helios, desain referensi infrastruktur AI skala rak yang direncanakan rilis pada 2026. Solusi ini dirancang untuk mendukung kebutuhan AI agenik yang terus berkembang.
Di era AI berbasis agen, infrastruktur bukan sekadar persoalan teknis. Infrastruktur AI yang terbuka, heterogen, dan terukur kini menjadi faktor strategis penentu daya saing nasional.