Film Dopamin bukan hanya memikat lewat cerita dan tensi emosinya, tapi juga lewat pilihan soundtrack yang kuat. Tiga lagu andalan—”everything u are” (Hindia), “Anything You Want” (Reality Club), dan “Dance, Habibi” (Ali)—resmi menjadi bagian dari OST dan untuk pertama kalinya hadir dalam film layar lebar. Lagu yang Pas Banget dengan Dinamika Malik & Alya Kisah Malik dan Alya (Angga Yunanda & Shenina Cinnamon), pasangan muda yang berjuang menghadapi krisis finansial, terasa semakin mengena berkat ketiga lagu ini. everything u are – Hindia Menjadi “suara hati” film Dopamin. Lagu ini…
Baca selengkapnyaHari: 14 November 2025
DOPAMIN, Cara Bahagia di Dunia yang Semakin Gila Tayang 13 November 2025
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon kembali dipertemukan dalam film Dopamin, drama romantic–survival terbaru dari Starvision dan Karuna Pictures. Disutradarai Teddy Soeria Atmadja, film ini menyorot perjuangan pasangan muda mempertahankan cinta di tengah tekanan hidup yang kian brutal. Kisah: Sekoper Uang yang Mengubah Hidup Malik (Angga) dan Alya (Shenina) hidup serba terjepit: – Utang menumpuk – Telat bayar sewa – Barang digadaikan – Malik kehilangan pekerjaan Di tengah krisis, seorang tamu asing menginap di rumah mereka—lalu ditemukan meninggal, meninggalkan koper berisi uang miliaran. Uang itu memberi harapan sekaligus menyeret…
Baca selengkapnyaSastra sebagai Ruang Solidaritas, Kolaborasi MTN Seni Budaya dan JILF 2025 Dukung Penulis Indonesia Berbagi Gagasan
Dalam semangat solidaritas dan penguatan nilai kemanusiaan, Jakarta International Literary Festival (JILF) 2025 berkolaborasi dengan MTN Seni Budaya untuk menghadirkan sembilan penulis Indonesia di program utama festival yang berlangsung 13–16 November 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Mengusung tema “Homeland in Our Bodies / Tanah Air dalam Tubuh Kita”, JILF 2025 berupaya merapatkan hubungan antara sastra, politik, dan gerakan publik. Sejak debutnya pada 2019, JILF konsisten menjadi ruang temu lintas bahasa, budaya, dan gagasan. Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menyatakan bahwa kolaborasi ini menunjukkan bagaimana ekosistem…
Baca selengkapnya“Saling Lupa” Pertahankan Jatuh Cinta dengan Parade Hujan
Parade Hujan kembali menutup akhir tahun dengan merilis single terbaru, “Saling Lupa”, pada 14 November 2025. Lagu keempat ini hadir tak lama setelah kolaborasi mereka dengan Monita Tahalea, sekaligus isyarat bahwa album penuh kian dekat. Mengusung nuansa distorsi yang ekspresif dan melankoli khas Parade Hujan, “Saling Lupa” menjadi refleksi modern tentang disiplin dalam menjaga cinta. Terasa seperti kelanjutan dari “Di Atas Meja” (2017), lagu ini membawa optimisme yang lahir dari pusaran konflik rumah tangga—sebuah pengalaman yang dituturkan jujur oleh penulisnya, Mohammad Istiqamah Djamad. “Saling Lupa” menggambarkan titik ketika dua hati…
Baca selengkapnyaKonsultasi Publik Perwali Kebudayaan dan Cagar Budaya Hasilkan Komitmen Kuat untuk Majukan Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda melalui Bidang Kebudayaan sukses menggelar kegiatan Konsultasi Publik Draft Peraturan Walikota (Perwali) tentang Penyelenggaraan Kebudayaan dan Draft Perwali tentang Cagar Budaya dan Museum Kota Samarinda. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025, bertempat di Ruang Rapat Belida Dinas Perikanan Kota Samarinda, Jl. Bugis No. 69. Kegiatan krusial ini bertujuan untuk menghasilkan produk hukum yang kuat dan komprehensif sebagai payung kebijakan, pedoman teknis pelaksanaan, dan penyelenggaraan program di bidang kebudayaan, khususnya terkait Cagar Budaya (CB), museum, dan aspek kebudayaan lainnya. Perwali ini juga…
Baca selengkapnyaBlack Horses Ledakkan Energi Baru Lewat Single “Distorsi Menggema”
Black Horses kembali menghidupkan napas rock lewat single terbaru mereka, “Distorsi Menggema”, rilisan yang menegaskan bahwa suara gitar bertenaga masih punya ruang untuk menyembuhkan dan membebaskan. Di lagu ini, Black Horses menghadirkan distorsi bukan sebagai efek semata, tetapi sebagai ekspresi jujur dari kegelisahan yang mereka bawa. Gitar yang mengaum, drum yang menghentak, dan vokal Oscario yang lugas menjadikan “Distorsi Menggema” terasa seperti luapan emosi yang dilepaskan tanpa filter. Sentuhan John Paul Patton (Bassist KPR) sebagai produser dan Ali di lini drum memberi warna baru: keras namun hangat, bising tapi tetap…
Baca selengkapnya