Power Metal, Band yang Sukses Secara Industri di Indonesia dengan Konsep Metal Heavy

Power Metal, Band yang Sukses Secara Industri di Indonesia dengan Konsep Metal Heavy

Power Metal merupakan band heavy metal asal Surabaya. Menurut Log Zhelebour, Power Metal adalah band heavy pertama yang sukses secara industri di Indonesia.

Perkembangan Musik Heavy Metal di Kota Palembang yang ditulis Novdaly Fillamenta dari APIKES WD Palembang, heavy metal adalah sebuah aliran musik rock yang berkembang pada era 1970an, dengan akar dari blues rock, acid rock dan psychedelic rock. Aliran musik heavy metal ditandai dengan distorsi gitar yang sangat kuat, lead gitar solo yang panjang, tempo yang cepat hampir bersamaan/unisono untuk setiap instrumennya. Lirik heavy metal pada umumnya berkaitan dengan maskulinitas dan kejantanan.

Perjalanan Power Metal tidak bisa dilepaskan dari peran produser musik rock yang juga asal Surabaya, Log Zhelebour. Bahkan menurut Log, Power Metal adalah band heavy pertama yang sukses secara industri di Indonesia.

Power Metal sendiri berdiri pada 1986. Formasi awalnya yakni Totty Moekardiono (vokal), Ipunk (gitar), Prass Hadi (bass), Raymond Ariasz (keyboard), dan Muggix Adam (drum).

Band ini masih berkarya hingga saat ini dengan formasi Bais (vokal), Ipunk (gitar), Baba Blunky (bass), Moryn Alfredo (keyboard), dan Ekko Dinaya (drum). Hingga saat ini, Power Metal memiliki 10 album studio. Mulai album Power One (1991) hingga Power Gold (2016).

Power Metal juga tercatat sudah dua kali menelurkan album kompilasi. Ada The Best Slow Hits of Power Metal (1997) dan 18 Greatest Hits of Power Metal (2007). Penikmat musik heavy metal Tanah Air tentu saja tidak asing dengan sederet hit milik Power Metal. Seperti lagu Malapetaka (1989), Angkara (1991), Satu Jiwa (1991), Pengakuan (1991), Cita Yang Tersita (1991), dan Timur Tragedi (1992).

Saat awal terbentuk atau jauh sebelum masuk dunia rekaman, Power Metal sering membawakan lagu-lagu Metallica, Anthrax, Helloween, Loudness dan Yngwie Malmsteen. Kemudian pada 1989, band ini menjadi juara di Festival Rock se-Indonesia yang digelar Log Zhelebour. Dalam festival rock itu Power Metal bersaing dengan Roxx (Jakarta), Andromedha (Surabaya) dan Kaisar (Solo). Kemenangannya itu sekaligus menjadi awal perjalanan Power Metal menembus dunia rekaman.

Log membuat album kompilasi 10 Finalis Festival Rock se-Indonesia V. Power Metal juga ikut mendampingi God Bless dalam tur Rakasasa di 10 kota pada 1990.

Power Metal kemudian menggarap album pertama dengan Log sebagai produser. Dengan formasi Arul Efansyah (vokal), Ipunk (gitar), Prass Hadi (bass), Raymond Ariasz (keyboard), dan Muggix Adam (drum), Power Metal merampungkan album perdana yang diberi judul Power One (1991).

Album Power One melambungkan nama Power Metal. Maka tak heran jika Log menyebut band ini sebagai band heavy pertama yang sukses secara industri di Indonesia. Power Metal langsung melesat menjadi grup rock papan atas. Popularitas mereka waktu itu sejajar dengan band senior dari Festival Rock se-Indonesia, seperti Elpamas dan Grass Rock. Album Power One laku di pasaran. Album ini berisi beberapa hit seperti lagu Angkara, Satu Jiwa, Pengakuan dan Bayangan Dirimu.

Berkat album ini, Power Metal juga mendapat penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik di ajang BASF Awards 1991. Angka penjualan kaset album Power One di atas 300 ribu kopi.

Itu merupakan angka penjualan yang fantastik untuk band heavy metal. Waktu itu, band rock yang bisa menembus angka tersebut baru God Bless lewat album Semut Hitam (1989). (Ok)

Berita Lain