Osobauw: Sumpah dari Seram untuk Laut Maluku yang Terluka

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Archa kembali dengan single kedua bertajuk Osobauw, lagu yang lahir dari kesadaran akan rapuhnya hubungan manusia dan laut.

Setelah sebelumnya merilis “Ten” pada 2024, Archa kini mempertegas arah musikalnya lewat karya yang sederhana, reflektif, dan berakar kuat pada konteks Maluku.

Osobauw ditulis oleh Chalvin Jems Papilaya pada 2022 dan pertama kali dipentaskan di Festival Timba Puri. Dalam bahasa Ulahahan dari Pulau Seram, Osobauw berarti “Sumpah”—sebuah pernyataan sikap yang tenang namun tegas.

 

Nyanyian untuk Laut yang Terluka

Lagu ini berbicara tentang eksploitasi dan kelalaian manusia yang merusak ekosistem pesisir. Di Maluku, laut adalah ruang hidup. Ketika laut terluka, masyarakat pesisir ikut terdampak. Dari konteks itulah Osobauw hadir: sebagai refleksi, pengingat, sekaligus komitmen untuk menjaga alam.

Baca Juga :  Feit Kenalkan Debut Single “Lies Before The Sky Falls”

Komposisinya diramu oleh Ardelony Imlabla dengan struktur terbuka dan aransemen minimalis. Pendekatan ini memberi ruang luas bagi lirik dan vokal agar terdengar jernih tanpa lapisan bunyi berlebihan.

Dalam versi rekaman, vokal dibawakan oleh Theoresia Rumthe dengan interpretasi intim dan tenang. Sepeninggal Chalvin Papilaya, Archa melanjutkan proses kreatifnya dengan melibatkan musisi dan penyair dalam perjalanan baru mereka.

 

Dari Panggung Komunitas ke Forum Musik Nasional

Sejak diperkenalkan, Osobauw telah tampil di berbagai ruang pertunjukan, termasuk Indonesian Music Expo di Ubud dan Jazirah Rempah di Ambon. Perjalanannya menunjukkan bagaimana lagu ini tumbuh dari ruang komunitas menuju forum musik yang lebih luas sebelum akhirnya direkam.

Baca Juga :  BASE JAM 2024: Mini-album 3[6]0 dan Merayakan 30 tahun Ramaikan Belantika musik Indonesia

Proses rekaman dilakukan di studio rumahan milik Mr. E di Ambon. Pengambilan vokal berlangsung langsung di Gereja Katolik Maria Mater Misericordiae, menghasilkan resonansi ruang yang alami dan organik.

Sebagai single kedua, Osobauw menegaskan konsistensi Archa dalam merawat bahasa lokal dan menyuarakan isu lingkungan pesisir. Ini bukan sekadar rilisan baru, melainkan sumpah yang dinyanyikan—untuk laut, untuk Maluku, dan untuk masa depan yang lebih sadar.

Follow WhatsApp Channel dapurletter.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Element Hadirkan “Asa Yang Sirna”, Menandai Babak Baru Menjelang 28 Tahun Berkarya
Avhath Resmi Rilis Album Debut Penuh, Rangkum Perjalanan Musik Sejak 2012
JAKARTA FEAR #6 Siap Bakar Kota Bekasi, FLOWERY Bawa Kolaborasi Spesial dan Single “Hati dan Jiwa”
Avenged Sevenfold Siap Ramaikan JIS 10 Oktober 2026, Ini Rundown Lengkap Konsernya
First Love Is Never Returned Rilis Album Debut Mayor “W.O.R.K.S.”, Angkat Fenomena Jasa Pengunduran Diri di Jepang
Jakarta Rocktober 2026 Hadirkan Rocknroll Theatre, Padukan Musik Rock dan EDM
E-Voucher Konser Avenged Sevenfold di JIS Sudah Dikirim, Penonton Diminta Rahasiakan QR Code
Flora Liu dari Shanghai Hadir di Jakarta, A Tribute to Teresa Teng Libatkan Kris Dayanti dan Putri Ayu

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:47 WIB

Element Hadirkan “Asa Yang Sirna”, Menandai Babak Baru Menjelang 28 Tahun Berkarya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Avhath Resmi Rilis Album Debut Penuh, Rangkum Perjalanan Musik Sejak 2012

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:16 WIB

JAKARTA FEAR #6 Siap Bakar Kota Bekasi, FLOWERY Bawa Kolaborasi Spesial dan Single “Hati dan Jiwa”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Avenged Sevenfold Siap Ramaikan JIS 10 Oktober 2026, Ini Rundown Lengkap Konsernya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:29 WIB

First Love Is Never Returned Rilis Album Debut Mayor “W.O.R.K.S.”, Angkat Fenomena Jasa Pengunduran Diri di Jepang

Berita Terbaru

error: Content is protected !!