Zima kini Eksplorasi Karya lewat “Parasit”

Zima kini Eksplorasi Karya lewat “Parasit”

ZIMA, wajah baru Captain Jack, band modern rock yang dianggap mati suri sejak 2016 silam, meneruskan eksplorasinya. Tak ingin terjebak pakem musik keras, kini band asal Yogyakarta bentukan 2019 tersebut melepas lagu rilisan terbaru berjudul “Parasit”, yang mencoba menggabungkan keagresifan nu-metal dengan elemen R&B.

Zuhdil Hery (gitar), Surya Ismeth (kibor/synth), Dhani ‘Momo’ Febriadi (vokal/gitar) dan Andi ‘Babon’ Irfanto (dram), bereksperimen itu unik “Kalau ditanya kenapa bikin aransemennya seperti itu, karena bagi kami berempat. “ZIMA adalah ‘masturbasi bermusik’ untuk kami. ZIMA mencoba membebaskan diri dari kungkungan genre dengan menyampur berbagai macam elemen musik,” ujar mereka.

ZIMA secara keseluruhan adalah bentuk masturbasi bermusik, sama seperti ‘Parasit’.

Kami tidak berusaha menentukan harus ada acuan tertentu. Setiap proses bermusik dalam ZIMA malah cenderung mencoba tidak mendengarkan referensi apa pun.

Namun setelah demo jadi baru terasa bahwa ‘Parasit’ mengandung sedikit ingatan kami pada Craig David dan Korn era awal 2000-an. Kami berempat sepakat bahwa musik yang akan kami buat harus sebebas mungkin. Karena selama karir kami di musik rock yang katanya musik pembebasan, tapi (kami lihat justru) di dalamnya seakan banyak sekali tembok yang menghalangi ekspresi.”

Sejauh ini sudah tiga karya rilisan tunggal yang diperdengarkan ZIMA ke platform digital. Sebelum “Parasit”, sudah ada “Sisi Gelap” (17 Februari 2021) dan “Generasi Rapuh” (8 April 2022). Selanjutnya, mereka juga sudah mengumpulkan cukup banyak materi lagu. Bahkan sudah terkumpul sebanyak lebih dari 10 lagu yang sudah lengkap dengan aransemennya. Namun demikian, ZIMA tak ingin terburu-buru untuk merangkumnya dalam sebuah album.

Lagu “Parasit” dirilis resmi pada 4 Desember 2023 lalu, dan kini sudah di berbagai gerai musik digital.

Musik