Cakra Barani Rilis “Rantai”, Angkat Isu Korupsi Berjamaah dan Praktik Saling Melindungi

Konsistensi Cakra dalam mengangkat isu sosial melalui musik memperlihatkan arah musikalnya yang tidak hanya berorientasi pada hiburan

- Penulis

Minggu, 8 November 2026 - 12:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Musisi Cakra Barani kembali menghadirkan karya musik yang sarat kritik sosial. Kali ini, ia merilis single terbaru berjudul “Rantai” pada 8 November 2026. Melalui lagu tersebut, Cakra mengangkat persoalan korupsi yang tidak hanya melibatkan pelaku individu, tetapi juga dugaan keterlibatan jaringan yang saling melindungi demi mempertahankan kepentingan bersama.

Single “Rantai” menjadi kelanjutan dari karya sebelumnya, “20 Koper”, yang dirilis sebulan lebih awal. Konsistensi Cakra dalam mengangkat isu sosial melalui musik memperlihatkan arah musikalnya yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan dan kegelisahan terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

Dalam “Rantai”, Cakra menggambarkan bagaimana sebuah praktik korupsi dapat berkembang menjadi lingkaran kepentingan yang sulit diputus. Mulai dari penghilangan jejak, penyamaran bukti, pembungkaman suara, hingga kesepakatan tersembunyi untuk menjaga rahasia masing-masing pihak.

“Jejak dihapus, bukti disamarkan, janji dibeli, suara dibungkamkan, di balik meja kesepakatan terjadi, satu rahasia menjaga yang lain tetap berdiri.”

Lirik tersebut menjadi representasi kritik Cakra terhadap pola saling melindungi yang menurutnya dapat membuat praktik korupsi terus berlangsung dan semakin sulit diungkap.

Ia menegaskan, persoalan korupsi tidak semestinya hanya dilihat sebagai tindakan satu orang, sebab dalam sejumlah situasi terdapat pola keterlibatan banyak pihak yang memiliki kepentingan untuk menjaga sistem tersebut tetap berjalan.

“Kita sudah tidak mau lagi menyebut hal itu direkayasa oleh satu orang saja, melainkan dilakukan secara beramai-ramai atau berjamaah,” tegasnya.

Lebih lanjut, gitaris muda tersebut menjelaskan bahwa judul “Rantai” memiliki makna simbolis tentang hubungan antarpihak yang saling berkaitan. Ketika satu bagian berusaha memutus mata rantai tersebut, pihak yang berupaya mengungkap persoalan justru berpotensi menghadapi tekanan atau disingkirkan.

“Mereka sudah satu rantai, apabila ada satu orang yang menghalangi rantai itu berputar, maka akan diganti atau disingkirkan. Satu terbuka, seribu terbongkar. Tangan-tangan berdosa menutup dosa di balik diam,” ungkap Cakra kepada wartawan melalui WhatsApp.

Baca Juga :  LightsOut Rilis Single “Constant World”

Bagi Cakra, perilisan “Rantai” merupakan bentuk ekspresi artistik sekaligus penyampaian kritik terhadap praktik korupsi yang dinilai merugikan negara dan masyarakat, termasuk persoalan yang berkaitan dengan lingkungan instansi pemerintahan.

Ia berharap lagu ini dapat menjadi pengingat bahwa transparansi, keberanian mengungkap kebenaran, serta pertanggungjawaban merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan sosial dan pemerintahan yang lebih baik.

Dengan menggabungkan kekuatan musik dan pesan kritik sosial, Cakra Barani ingin menjadikan “Rantai” lebih dari sekadar single terbaru. Lagu ini diharapkan mampu mengajak pendengar untuk lebih peduli terhadap persoalan korupsi dan tidak menutup mata terhadap praktik penyalahgunaan kekuasaan.

Single “Rantai” resmi dirilis pada 8 November 2026 dan kini dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital.

Follow WhatsApp Channel dapurletter.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Annisa Dalimunthe Tampil Perdana di Festival Musik Remember Fest 2026, Sukses Memukau Penonton di Imarindo Corner
Billkiss Kembali Lewat “Tjukup Kamoe”, Debut Maulin sebagai Penulis Lagu Jadi Warna Baru Perjalanan Duo Indie Pop
Billkiss Meriahkan Remember Fest 2026, Bawakan Empat Lagu Andalan di Panggung Imarindo Corner
Etenia Croft Raih AMI Awards 2026, “Sahabat Terbaik” Dinobatkan sebagai Artis Solo Anak-Anak Terbaik
HUMERROR Rilis Album Debut “Liturgy of the Synthetic Gods”, Usung Grindcore dan Deathgrind Bertema Distopia
Sundari Gasong Comeback Lewat Single “Janda G3N Z”, Usung Hipdut dengan Pesan Pemberdayaan Perempuan
Tulus dan Idgitaf Jadi Sorotan AMI Awards 2026, Sabet Penghargaan Tertinggi
Black Horses Ukir Kemenangan Perdana di AMI Awards 2026, Album Jahanam Jadi yang Terbaik

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 17:27 WIB

Annisa Dalimunthe Tampil Perdana di Festival Musik Remember Fest 2026, Sukses Memukau Penonton di Imarindo Corner

Minggu, 8 November 2026 - 12:49 WIB

Cakra Barani Rilis “Rantai”, Angkat Isu Korupsi Berjamaah dan Praktik Saling Melindungi

Minggu, 8 November 2026 - 09:54 WIB

Billkiss Kembali Lewat “Tjukup Kamoe”, Debut Maulin sebagai Penulis Lagu Jadi Warna Baru Perjalanan Duo Indie Pop

Minggu, 8 November 2026 - 00:44 WIB

Billkiss Meriahkan Remember Fest 2026, Bawakan Empat Lagu Andalan di Panggung Imarindo Corner

Sabtu, 7 November 2026 - 12:16 WIB

HUMERROR Rilis Album Debut “Liturgy of the Synthetic Gods”, Usung Grindcore dan Deathgrind Bertema Distopia

Berita Terbaru

error: Content is protected !!