Synchronize Festival 2026 memasuki hari terakhir penyelenggaraannya pada Minggu, 18 Oktober 2026, di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Festival musik tahunan ini kembali menghadirkan beragam penampilan lintas genre dan generasi, dengan total 119 musisi yang meramaikan 10 area pertunjukan selama tiga hari penyelenggaraan.
Mengusung semangat keberagaman musik Indonesia, Synchronize Festival 2026 tidak hanya menyuguhkan penampilan solo, tetapi juga menghadirkan sejumlah kolaborasi spesial yang mempertemukan musisi dari latar belakang dan generasi berbeda.
Pada hari terakhir, pengunjung disuguhkan deretan penampil mulai dari musisi pop, band era 2000-an, hingga pelaku musik indie dan alternatif yang tengah mewarnai industri musik Tanah Air.
Nadhif Basalamah hingga Vierratale Buka Rangkaian Penampilan
Rangkaian pertunjukan hari terakhir dijadwalkan dimulai dengan penampilan Nadhif Basalamah di District Stage pada pukul 16.00 WIB. Musisi yang dikenal melalui karya-karya pop bernuansa personal ini menjadi salah satu penampil pembuka yang dinantikan pengunjung.
Selanjutnya, Vierratale dijadwalkan membuka pertunjukan di Dynamic Stage pada pukul 16.45 WIB. Pada waktu yang berdekatan, Indra Lesmana akan menghadirkan pertunjukan Little Things from the Heart bersama Eva Celia, Monita Tahalea, dan sejumlah musisi lainnya di Forest Stage.
Kehadiran para musisi tersebut memperlihatkan karakter Synchronize Festival sebagai ruang pertemuan berbagai warna musik, dari pop yang akrab di telinga pendengar hingga eksplorasi musikal yang lebih luas.
Reality Club dan Phum Viphurit Hadirkan Kolaborasi Lintas Negara
Salah satu penampilan yang menarik perhatian pada hari terakhir adalah kolaborasi Reality Club dengan musisi asal Thailand, Phum Viphurit, di Dynamic Stage pada pukul 18.35 WIB.
Kolaborasi ini menjadi salah satu momen yang mempertemukan skena musik independen Indonesia dengan musisi internasional. Pertemuan keduanya juga menambah warna pada rangkaian pertunjukan Synchronize Festival 2026 yang dikenal menghadirkan pengalaman musik lintas genre dan budaya.
Setelah itu, Kangen Band dijadwalkan tampil pada pukul 20.15 WIB, sebelum .Feast mengambil alih panggung pada pukul 22.15 WIB. Kehadiran kedua nama tersebut menawarkan pengalaman musik yang berbeda, sekaligus mempertegas keberagaman karakter penampil di hari penutup festival.
The Best of 80’s Indonesian Pop Kreatif hingga Dipha Barus
Selain penampilan utama, Synchronize Festival 2026 turut menghadirkan sejumlah pertunjukan kolaboratif yang memperkaya pengalaman penonton.
Salah satunya adalah The Best of 80’s Indonesian Pop Kreatif, yang melibatkan Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia. Pertunjukan ini membawa kembali warna musik pop kreatif Indonesia melalui interpretasi para musisi dari generasi berbeda.
Nama lain yang turut meramaikan hari terakhir adalah Dipha Barus melalui program Pop Samping. Dalam pertunjukan tersebut, Dipha Barus berkolaborasi dengan Matter Mos, Naykilla, Reality Club, Swellow, dan The Adams.
Rangkaian kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman festival yang tidak sekadar menampilkan musisi secara bergantian, tetapi juga membuka ruang bagi pertemuan ide, karakter, dan pendekatan musikal yang beragam.
Synchronize Festival 2026 Jadi Ruang Pertemuan Berbagai Generasi Musik
Dengan 119 musisi yang tersebar di 10 area pertunjukan selama tiga hari, Synchronize Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu festival musik yang menghadirkan keberagaman ekosistem musik Indonesia.
Mulai dari musisi yang populer pada era 1980-an dan 2000-an hingga talenta indie dan alternatif masa kini, festival ini menawarkan kesempatan bagi penonton untuk menikmati berbagai repertoar musik dalam satu perhelatan.
Pada hari terakhir, gerbang festival dijadwalkan dibuka mulai pukul 15.00 WIB. Beragam penampilan dan kolaborasi yang tersaji menjadi penutup rangkaian Synchronize Festival 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.













