Kota Bandung kembali membuktikan diri sebagai barometer musik keras Tanah Air. Hari ini, Minggu (18/10/2026), kawasan bersejarah Laswi Heritage resmi menjadi panggung pergelaran akbar Magnumotion x Doomsday Open Air Festival 2026. Mengusung tata produksi megah berskala internasional, festival ini siap memanjakan ribuan metalhead dengan distorsi tanpa henti dari lebih dari 20 band lokal hingga mancanegara.
Tidak tanggung-tanggung, pihak penyelenggara membagi kawasan acara ke dalam tiga panggung utama. Kehadiran dua unit cadas internasional, Thy Art Is Murder dan OvEnola, menjadi magnet utama yang siap memanaskan moshpit berdampingan dengan deretan legenda musik keras Indonesia.
Lineup Bertabur Bintang: Dari Seringai hingga Thy Art Is Murder
Kombinasi musisi papan atas dan talenta emerging menjadikan festival ini sebagai salah satu agenda musik paling krusial di tahun 2026. Format tiga panggung memastikan setiap subgenre musik keras mendapatkan sorotan visual dan audio yang maksimal.
Deretan musisi yang dipastikan tampil menggempur panggung Magnumotion x Doomsday Open Air 2026 antara lain:
Headliner Internasional: Thy Art Is Murder, OvEnola
Heavyweight Lokal: Burgerkill, Jasad, Seringai, Efek Rumah Kaca, Stand Here Alone
Jagoan Skena & Talenta Baru: 510, The Paps, Strangers, Closehead, Taring, Negatifa Violence, Modern Guns, Bleach to Death, Pure Wrath, DT09, Iron Voltage, Kale Band, Cloath, Thursdayriot, Theatre of Pain, Hegemony of God, dan Disasterpiece.
Misi Regenerasi Ekosistem Musik Ekstrem
Lebih dari sekadar ajang unjuk distorsi, Magnumotion x Doomsday Open Air 2026 membawa misi penting terkait keberlanjutan skena musik independen. Festival Director Magnumotion by RESONINE, Abeth Subiyakti, menegaskan bahwa festival ini dirancang sebagai ruang pertemuan lintas generasi dan komunitas.
“Magnumotion x Doomsday Open Air Festival 2026 menjadi ruang yang mempertemukan berbagai elemen dalam skena musik keras. Mulai dari musisi internasional, nama-nama yang telah memiliki perjalanan panjang di Indonesia, hingga band dan talenta emerging,” ungkap Abeth.
Menurut Abeth, ekosistem musik yang sehat mutlak membutuhkan regenerasi. Nama-nama besar yang telah malang melintang berfungsi sebagai fondasi kuat, namun talenta baru adalah motor penggerak yang memastikan perjalanan skena ini tidak berhenti. Melalui alokasi panggung untuk band-band baru, penyelenggara berharap ada transfer energi dan massa dari band senior ke generasi penerus.
Daya Tarik Laswi Heritage dan Akses Tiket
Pemilihan Laswi Heritage sebagai venue acara dinilai sangat strategis. Selain mampu mengakomodasi format tiga panggung dan ribuan penonton, situs ini membawa nilai sejarah panjang dalam perkembangan komunitas kreatif di Bandung. Atmosfer industrial yang kental dari Laswi Heritage memberikan nilai estetika tersendiri yang selaras dengan karakter musik keras.
Bagi para penikmat musik yang ingin menjadi bagian dari sejarah perayaan ini, informasi ketersediaan tiket dapat dipantau langsung melalui akun Instagram resmi @magnumotion.id. Penyelenggara mengimbau agar seluruh proses pembelian tiket hanya dilakukan melalui platform resmi Artatix guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.













