Konser Avenged Sevenfold (A7X) bertajuk The Spectacular Stadium Show Where The Bats Ascend di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (10/10/2026), menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah penonton menyampaikan kritik terhadap penyelenggaraan konser yang dipromotori Ravel Entertainment, mulai dari kualitas tata suara, perubahan layout panggung, hingga fasilitas dan koordinasi panitia di lokasi acara.
Keluhan tersebut ramai dibagikan melalui berbagai unggahan di media sosial, termasuk Threads. Beberapa penonton menilai pengalaman menonton konser belum sesuai dengan ekspektasi, terutama terkait aspek teknis yang dinilai memengaruhi kenyamanan selama pertunjukan berlangsung.
Kualitas Sound System A7X di JIS Dipertanyakan
Salah satu aspek yang paling banyak mendapat sorotan adalah kualitas audio. Sejumlah penonton membandingkan tata suara konser Avenged Sevenfold tahun 2026 dengan pertunjukan band asal Amerika Serikat tersebut di Indonesia pada 2024.
Dalam unggahan yang beredar pada Minggu (11/10), seorang pengguna Threads menilai kualitas suara konser kali ini mengalami penurunan dibandingkan pertunjukan sebelumnya. Ia mengeluhkan suara yang terdengar bergema, pecah, dan kurang jernih.
Selain tata suara, kualitas visual panggung dan penggunaan videotron juga menjadi bahan perbandingan. Penonton tersebut menilai tampilan visual konser 2024 terasa lebih variatif dibandingkan pertunjukan terbaru di JIS.
Kritik serupa turut disampaikan penonton lain yang mengaku kesulitan mendengar penampilan sejumlah musisi pembuka, yakni St. Loco dan Isyana Sarasvati. Menurut mereka, suara yang terdengar hingga area penonton tertentu kurang jelas.
Keluhan ini memperlihatkan bahwa kualitas audio menjadi salah satu faktor penting dalam pengalaman konser berskala stadion, terlebih ketika melibatkan band dengan karakter musik metal yang mengandalkan detail instrumen, vokal, dan keseimbangan tata suara.
Perubahan Layout Panggung Picu Kekecewaan Pemegang Tiket
Persoalan lain yang mencuat adalah perubahan tata letak panggung dan posisi tempat duduk yang dipersoalkan sejumlah penonton.
Seorang pengguna media sosial mengaku kecewa karena membeli tiket kategori center dengan harapan mendapatkan sudut pandang yang sesuai. Ia bahkan menyatakan lebih memilih tidak menonton apabila perubahan layout berdampak signifikan terhadap posisi tempat duduk yang telah dipilihnya.
Perubahan tersebut merujuk pada perbedaan antara denah panggung yang ditampilkan saat penjualan tiket dan konfigurasi yang diterapkan menjelang pelaksanaan konser.
Meski demikian, dalam informasi penjualan tiket, Ravel Entertainment telah mencantumkan ketentuan bahwa tata letak tempat duduk dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Denah yang ditampilkan juga dijelaskan sebagai gambaran visual, sehingga ukuran dan konfigurasi aktual berpotensi berbeda.
Kendati terdapat ketentuan tersebut, perubahan konfigurasi tetap menjadi perhatian penonton yang mengharapkan kesesuaian antara informasi saat pembelian tiket dan kondisi di lapangan.
Tenda dan Peralatan Teknis Jadi Keluhan Penonton Festival B
Kategori Festival B juga menjadi salah satu area yang disorot dalam keluhan di media sosial.
Sejumlah penonton mengaku pandangan mereka ke arah panggung terganggu oleh keberadaan tenda, petugas, kamera, peralatan teknis, serta struktur lain di area depan penonton.
Salah satu pengguna Threads menyampaikan kekecewaannya karena merasa tidak dapat menikmati pertunjukan secara optimal akibat sejumlah objek yang menghalangi pandangan.
Penonton lainnya turut menyoroti keberadaan tenda dan perangkat teknis yang dinilai mengganggu visibilitas ke arah panggung.
Keluhan tersebut menjadi perhatian karena Festival B ditawarkan dengan harga tiket Rp1,85 juta dan merupakan salah satu kategori dengan harga tertinggi dalam konser tersebut.
Dalam informasi penjualan tiket, penyelenggara sebelumnya juga mencantumkan kemungkinan adanya pandangan yang terhalang sebagian oleh area Front of House (FOH) maupun struktur teknis lainnya. FOH merupakan area operasional yang digunakan untuk mengendalikan tata suara, pencahayaan, dan kebutuhan teknis pertunjukan.
Meski demikian, sejumlah unggahan menunjukkan bahwa keberadaan objek-objek tersebut tetap menjadi persoalan bagi penonton yang mengharapkan pandangan lebih leluasa ke arah panggung.
Rundown dan Koordinasi Panitia Ikut Dikritik
Di luar persoalan teknis panggung, sejumlah penonton turut mempertanyakan pengumuman jadwal pertunjukan dan informasi merchandise.
Seorang pengguna Threads mengeluhkan rundown yang baru diumumkan pada hari pelaksanaan konser dan masih mengalami revisi. Ia juga menyoroti minimnya informasi mengenai daftar harga merchandise sebelum acara berlangsung.
Selain itu, koordinasi petugas di area venue turut mendapat perhatian, termasuk terkait aturan membawa air minum ke area tribun.
Bagi penonton, informasi yang jelas dan konsisten merupakan bagian penting dari penyelenggaraan konser. Kepastian jadwal, aturan venue, fasilitas, serta perubahan teknis dapat membantu penonton mempersiapkan diri sebelum datang ke lokasi acara.
Rangkaian keluhan tersebut memperlihatkan bahwa evaluasi penyelenggaraan konser tidak hanya berkaitan dengan penampilan musisi, tetapi juga mencakup manajemen acara dan pengalaman penonton secara menyeluruh.
Penampilan Avenged Sevenfold Tetap Mendapat Apresiasi
Di tengah berbagai kritik terhadap penyelenggaraan acara, penampilan Avenged Sevenfold tetap mendapatkan respons positif dari sejumlah penonton.
Sebagian penggemar mengaku senang dapat menyaksikan M. Shadows dan kawan-kawan secara langsung di Indonesia. Bahkan, beberapa penonton menilai penampilan band tersebut memberikan pengalaman konser yang berkesan dan menjadi salah satu pertunjukan favorit mereka.
Respons yang beragam ini menunjukkan adanya perbedaan antara apresiasi terhadap performa musisi dan penilaian terhadap aspek teknis maupun operasional acara.
Bagi penggemar, kehadiran Avenged Sevenfold di Jakarta menjadi kesempatan untuk menikmati penampilan langsung band yang memiliki basis penggemar kuat di Indonesia. Namun, pengalaman tersebut juga diiringi harapan agar kualitas tata suara, visibilitas panggung, fasilitas, dan komunikasi penyelenggara dapat berjalan seimbang.
Hingga berbagai keluhan tersebut menjadi perbincangan di media sosial, kritik penonton menjadi masukan penting bagi penyelenggara konser untuk mengevaluasi aspek teknis dan operasional dalam acara berskala besar.
Konser Avenged Sevenfold bertajuk The Spectacular Stadium Show Where The Bats Ascend kembali mempertemukan band tersebut dengan penggemarnya di Indonesia. Di balik antusiasme menyambut penampilan A7X, pengalaman penonton di JIS kini menjadi bagian penting dari pembicaraan mengenai kualitas penyelenggaraan konser musik di Tanah Air.













