Setelah merilis lagu Plastic Tree di bawah naungan Alarm Records dalam sebuah album kompilasi Sonic/ Panic Vol. 1 pada tahun 2023, kini duo musisi suami istri, Endah N Rhesa, terlibat dalam kolaborasi bersama Anatman Project dan Koalisi Seni dalam sebuah video musik dokumenter yang berjudul Pulai (Pulang).
Film Pulai mengikuti cerita Paskalia Wandira tentang tenun Dayak Iban, tanaman pewarna alami, dan pengetahuan yang tumbuh bersama lingkungan tempat ia hidup. Cerita Lia kemudian berkelindan dengan lagu Plastic Tree dari Endah N Rhesa dan diterjemahkan secara visual bersama Anatman Pictures. Pertemuan antara cerita, musik, dan gambar menjadi sebuah refleksi bahwa kehilangan lingkungan juga dapat berarti kehilangan warna, ingatan, dan pengetahuan budaya.
“Lagu Plastic Tree sendiri berkisah tentang bagaimana jika di dunia ini sudah tidak ada lagi pohon melainkan pohon plastik. Pengandaian saya dan Rhesa yang kemudian lahir menjadi lagu Plastic Tree ternyata berhasil direspon dengan sangat apik oleh Anatman Pictures disertai narasi yang menyentuh hati pada film Pulai. Hati ini tergetar hingga meneteskan air mata saat menonton dokumenter ini.”, ujar Endah.
Kolaborasi Endah N Rhesa dan Anatman Pictures dimulai dari ajakan Koalisi Seni untuk menjadi bagian dari Bersemi Bersama Seni, yaitu inisiasi yang mempertemukan pengetahuan komunitas adat dan lokal, seniman, musisi, serta publik untuk melihat krisis lingkungan melalui cerita yang hidup di sekitar kita. Selain film Pulai yang merupakan dokumenter video musik Plastic Tree, juga ada karya yang lahir dari zinester Chairun Nisa (Hairembulan) bertajuk Hilang dan Pulang dan Kembang. Jika Pulai membawa cerita melalui gambar bergerak dan musik, Hilang dan Pulang dan Kembang mengajak pembaca mendekatinya melalui ilustrasi, teks, dan praktik zine.
Film Pulai sudah bisa dinikmati di kanal Youtube Endah N Rhesa yang juga ditayangkan di Synchronize Festival tanggal 16-18 Oktober 2026 di panggung Dynamic, XYZ, dan District sebagai bagian dari gerakan festival yang peduli dengan lingkungan hidup #GreenMovement.
Semoga melalui karya ini, kita bisa bersama-sama belajar, peduli, dan tergerak untuk merawat lingkungan kita karena itu juga berarti merawat pengetahuan, kebudayaan, serta orang-orang yang menjaganya agar tetap hidup.
Endah N Rhesa adalah Endah N Rhesa adalah duo musisi suami-istri dari Pamulang, Tangerang Selatan, Indonesia. Sejak tahun 2004, mereka membuat dan menampilkan karya dengan balutan genre seperti jazz, blues, folk, dan pop dalam pertunjukan maupun dalam katalog rekaman.
Selama perjalanan karirnya, Endah N Rhesa sudah tampil di berbagai panggung nasional maupun internasional, berkolaborasi dengan berbagai artis, dan mendapatkan berbagai apresiasi bergengsi seperti AMI Awards, Junk Sound Awards, 20 Album Terbaik Tahun 2010 versi Rolling Stone Indonesia, dan banyak lagi.
Selain bermusik, Endah N Rhesa juga membangun Earhouse dan Earspace Studio dan menginisiasi komunitas penulis lagu, Earhouse Songwriting Club, sebagai tempat bertumbuh dan saling menginspirasi satu dengan lainnya. Endah N Rhesa juga aktif dalam kegiatan dan komunitas yang peduli dengan isu krisis iklim. Mereka terlibat dalam gerakan Music Declares Emergency Indonesia bersama IKLIM (Inisiatif Kebudayaan, Lingkungan, Informasi, dan Media) dan menjadi bagian dari album kompilasi Sonic/ Panic Vol. 1 bersama 13 musisi yang menyuarakan pesan krisis iklim. Endah juga menjadi anggota aktif Koalisi Seni, sebuah organisasi yang bergerak dalam advokasi dan kebijakan seni dan budaya di Indonesia.













