Penyanyi pendatang baru El Putra Sarira resmi membuka babak baru dalam perjalanan musiknya melalui single perdana bertajuk “Memoria”. Dirilis pada 24 September 2026, lagu ini mengangkat tema tentang kenangan, kehilangan, serta berbagai hubungan dan fase kehidupan yang pernah memberikan arti.
Meski berangkat dari pengalaman percintaan, “Memoria” tidak hanya berbicara mengenai berakhirnya sebuah hubungan. El memperluas maknanya menjadi sebuah cerita tentang orang-orang, tempat, pertemanan, maupun momen yang pernah hadir dalam kehidupan seseorang.
Bagi El Putra Sarira, berakhirnya sebuah hubungan tidak selalu berarti seluruh kenangan di dalamnya harus ikut dilupakan. Justru, sesuatu yang telah selesai dapat tetap meninggalkan cerita yang layak dikenang.
Berawal dari Workshop Musik
“Memoria” menjadi salah satu langkah penting bagi El dalam mengenalkan karakter musikalnya kepada publik. Lagu tersebut lahir dari workshop musik pertamanya bersama Petra Sihombing, Mohammed Kamga, dan Iqbal Siregar.
Proses awal penciptaannya berlangsung cukup cepat. Dalam waktu sekitar satu hingga dua jam, ide yang dibawa ke dalam workshop berkembang menjadi sebuah lagu. Namun, proses tersebut tidak berhenti pada tahap awal penciptaan.
El bersama tim kemudian melakukan pengembangan lebih lanjut hingga menemukan bentuk lagu yang dianggap paling tepat. Salah satu bagian yang mengalami beberapa kali perubahan adalah refrain. Bagian tersebut sempat dibuat dalam tiga hingga empat versi sebelum akhirnya menemukan bentuk finalnya.
El juga terlibat dalam penulisan lirik serta proses kreatif “Memoria”. Keterlibatannya menjadi bagian dari upaya membangun cerita personal sekaligus memberikan ruang bagi pendengar untuk menemukan pengalaman mereka sendiri di dalam lagu tersebut.
Bukan Sekadar Lagu tentang Kehilangan
Salah satu pesan utama “Memoria” tergambar melalui penggalan lirik, “Jangan sedih bila berakhir, tapi senang ini pernah terjadi.”
Kalimat tersebut menjadi representasi dari cara El melihat sebuah perpisahan. “Memoria” tidak diarahkan semata-mata menjadi lagu bernuansa sedih, melainkan menghadirkan perspektif yang lebih hangat mengenai penerimaan.
Bagi El, sesuatu yang telah berakhir tetap memiliki nilai karena pernah memberikan kebahagiaan, pengalaman, dan cerita.
Perspektif tersebut membuat “Memoria” memiliki ruang interpretasi yang cukup luas. Pendengar dapat menghubungkannya dengan mantan kekasih, sahabat, keluarga, tempat tertentu, atau bahkan sebuah fase kehidupan yang kini telah berlalu.
@monolognada dan Dunia Cerita El
Perjalanan “Memoria” juga diperluas melalui akun Instagram @monolognada. Platform tersebut menjadi ruang bagi El untuk menghadirkan monolog, cerita, serta proses kreatif di balik perjalanan musiknya.
Melalui konsep tersebut, El membangun dunia cerita yang memungkinkan publik mengenal sisi lain dari karya-karyanya. Ia juga membedakan sosok dirinya dengan karakter-karakter yang muncul dalam cerita, salah satunya Rama yang memiliki peran penting dalam narasi “Memoria”.
Rama menjadi sudut pandang yang digunakan untuk menggambarkan perjalanan seseorang ketika berhadapan dengan berbagai kenangan yang pernah dimilikinya. Konsep tersebut kemudian berlanjut ke musik video “Memoria” yang menghadirkan karakter Rama dan Yara.
Batukaras Menjadi Bagian dari Visual “Memoria”
Musik video “Memoria” dikembangkan dari ide cerita yang berasal dari El dan kemudian dikembangkan bersama sutradara Dian Tamara. Proses produksinya melibatkan berbagai diskusi untuk menemukan bentuk visual yang mampu menerjemahkan emosi serta cerita dalam lagu.
Salah satu lokasi penting dalam video tersebut adalah Batukaras. Lanskap tebing dan laut menjadi elemen visual yang memperkuat atmosfer perjalanan Rama.
Bunga dan laut juga digunakan sebagai bagian dari simbol visual yang mengikuti perjalanan karakter tersebut ketika kembali ke Batukaras dan berhadapan dengan berbagai memori yang tersimpan di dalam dirinya.
Melalui pendekatan tersebut, “Memoria” tidak hanya hadir sebagai karya audio, tetapi juga membangun sebuah dunia cerita yang saling terhubung antara musik, karakter, visual, dan narasi.
El Putra Sarira Ingin “Memoria” Menjadi Ruang untuk Mengingat
Pada akhirnya, “Memoria” kembali pada satu gagasan sederhana: apa yang tersisa ketika seseorang telah pergi dan sebuah hubungan atau fase kehidupan telah berakhir?
Bagi El Putra Sarira, jawabannya tidak harus selalu berupa kesedihan. Kenangan dapat menjadi bagian dari perjalanan hidup yang tetap memiliki arti meskipun orang, tempat, maupun situasinya sudah tidak lagi sama.
“Harapan aku, ‘Memoria’ bisa diterima dengan baik dan dinikmati dengan hati yang baik oleh semua yang mendengarkan, termasuk supporter-supporter-ku. Semoga lagu ini juga bisa menjadi ruang bagi siapapun untuk mengingat kembali seseorang, sebuah tempat, atau sebuah momen yang berarti dalam hidup mereka. Dan pastinya, semoga setelah ini mereka bisa terus menunggu karya-karyaku selanjutnya,” ujar El.
Single perdana El Putra Sarira, “Memoria”, resmi dirilis pada 24 September 2026 dan tersedia di berbagai platform digital streaming.
Sementara itu, musik video “Memoria” dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production.
Kehadiran “Memoria” menjadi langkah awal El Putra Sarira dalam memperkenalkan musikalitas sekaligus dunia cerita yang ingin ia bangun melalui karya-karya berikutnya.
