Militan Bawah Tanah Chapter XII: Konsistensi 23 Tahun Menjaga Api Skena Extreme Metal Sukabumi

Perjalanan panjang skena musik ekstrem di Kota Sukabumi kembali mencapai titik krusial. Rangkaian pergerakan bawah tanah legendaris, Militan Bawah Tanah (MBT) Chapter XII, siap digelar pada Minggu, 13 September 2026, berlokasi di Pride Palace Sukabumi mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.

Bukan sekadar gigs atau pertunjukan musik biasa, Militan Bawah Tanah merupakan bagian integral dari sejarah ekosistem extreme metal lokal yang telah mengakar sejak gelaran Sukabumi Extreme Metal pada 2002 silam. Diinisiasi oleh Faizal A.O.D (pendiri Metal Militia Record), MBT secara resmi bergulir sebagai kolektif dan rangkaian event sejak 2013—menaungi sub-gerakan ikonik seperti Ruang Berisik dan Metal Militia Festival.

Selama lebih dari dua dekade, wadah ini konsisten menjadi fondasi dan penyedia ruang berekspresi bagi musisi, pekerja kreatif, serta lintas komunitas independen untuk terus melahirkan karya.

 

Perpaduan Generasi dan Jaringan Metal Nasional

Memasuki edisi ke-12, Militan Bawah Tanah kembali membuktikan daya tariknya sebagai wadah silaturahmi lintas generasi dan wilayah. MBT Chapter XII menghadirkan sederet band dari Sukabumi, Jakarta, Bandung, hingga berbagai daerah lainnya.

 

Line-Up Utama Militan Bawah Tanah Chapter XII:

Angel of Death

Mothrahead (Jakarta)

BLTR Tragedy (Bandung)

Hard to Kill Metal (Jakarta)

Durjana Jahanam (Jakarta)

Hell Janatish (Jakarta)

Insane Death Metal JKT (Jakarta)

Distrage (Jakarta)

Midnight Vengeance (Jakarta)

Your Life Is Chained (Bandung)

Behind SHC

Sayap Kiri

Metavia

Kehadiran jajaran penampil ini menegaskan peran MBT sebagai simpul pertukaran energi antara skena lokal dengan jaringan extreme metal nasional hingga internasional.

 

Lebih dari Musik: Lintas Kultur dan Aksi Sosial

Selain menyajikan performa musik ekstrem, Militan Bawah Tanah aktif merawat dimensi sosial dan kolaborasi antarbudaya.

Kegiatan Sosial: MBT secara konsisten menggelar agenda santunan rutin setiap bulan Ramadan bersama elemen komunitas extreme metal.

Kolaborasi Lintas Seni: Gerakan ini kerap meleburkan batasan ekspresi dengan menggandeng komunitas Battle Vest Assault, seniman artwork, hingga pelaku seni tradisional. Salah satu momen bersejarah terjadi pada Chapter XI, di mana pertunjukan seni tradisional Debus tampil berkolaborasi dalam satu panggung bersama Angel of Death.

Sejumlah nama besar dari skena musik ekstrem mancanegara (Asia, Amerika, hingga Eropa) juga tercatat pernah memanaskan panggung MBT, menjadikannya salah satu arsip pergerakan underground paling dinamis di Indonesia.

 

Menjaga Ruang Pertemuan di Era Digital

Militan Bawah Tanah tumbuh dari semangat independen (DIY) dan kultur kolektif. Di tengah dinamisnya perubahan industri musik digital, atmosfer pertunjukan langsung (gigs) tetap memiliki posisi yang tak tergantikan.

Interaksi fisik, pertukaran energi di depan panggung, aktivitas apresiasi rilisan fisik, pembelian merchandise, hingga penguatan jaringan antarkomunitas menjadi elemen vital yang menjaga skena gerilya ini tetap bernapas.

 

Informasi Acara dan Pembelian Tiket

Nama Event: Militan Bawah Tanah Chapter XII

Hari, Tanggal: Minggu, 13 September 2026

Waktu: 14.00 WIB – Selesai

Lokasi: Pride Palace Sukabumi

Harga Tiket: Rp50.000 (Setiap pembelian tiket mendapatkan CD Kompilasi Militan Bawah Tanah, Poster, dan Stiker selama persediaan masih ada)

Official Limited Merchandise: Rp165.000

Lokasi Box Office: Pride Palace Coffee / Metal Militia Store

 

PENTING: Penyelenggara tidak menyediakan tiket di lokasi pada hari-H (No On-The-Spot Tickets). Seluruh tiket wajib didapatkan secara presale.

Informasi & Pemesanan Tiket:

WhatsApp: 0857-5953-0255

Penyelenggara & Pendukung Acara

Presented by: Metal Militia, Syailendra Creative

Powered by: STPI, Pride Palace

Acara didukung oleh dapurletter serta media lainnya dan komunitas Sukabumi.

 

“MILITAN BAWAH TANAH: Bukan sekadar panggung, melainkan perjalanan panjang sebuah skena. Dari Sukabumi Extreme Metal (2002) hingga Chapter XII (2026)—lebih dari dua dekade, api gerilya masih membara dan akan terus menyala. From the underground. For the underground. For the next generation.”

Rekomendasi