Industri musik Indonesia kembali diramaikan oleh hadirnya ParaSuami, proyek musik yang mempertemukan sejumlah mantan personel Funky Kopral dalam sebuah identitas baru. ParaSuami resmi memperkenalkan diri melalui single perdana bertajuk “JAMED (Jaman Edan)”, sebuah karya yang mengangkat keresahan sosial dan realitas kehidupan masyarakat.
Meski hadir dengan nama baru, ParaSuami bukanlah proyek yang dibangun dari nol. Para personelnya telah memiliki pengalaman panjang di industri musik Indonesia dan sebelumnya sudah sering menghasilkan karya serta bermain musik bersama. Pengalaman tersebut kemudian dipertemukan kembali dalam sebuah identitas baru bernama ParaSuami.
“JAMED”, Gambaran Keresahan di Tengah “Jaman Edan”
“JAMED” merupakan kependekan dari Jaman Edan, sebuah istilah yang digunakan ParaSuami untuk menggambarkan berbagai kondisi sosial yang mereka lihat dan rasakan saat ini.
Melalui lagu tersebut, ParaSuami menyoroti sejumlah keresahan sosial, salah satunya fenomena ketika pejabat dinilai tidak menjalankan amanah atau tidak memenuhi janji yang pernah disampaikan kepada masyarakat ketika berkampanye maupun mencalonkan diri sebagai wakil rakyat.
Keresahan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam musik. Bagi ParaSuami, musik bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga medium untuk menyampaikan pandangan, merespons realitas di sekitar, dan mengekspresikan apa yang mereka rasakan.
ParaSuami Tak Membatasi Warna Musik
Dalam membangun karakter musikalnya, ParaSuami memilih untuk tidak terjebak dalam satu formula atau warna musik tertentu. Mereka memainkan musik yang mereka sukai dengan menyesuaikan karakter dan tema dari setiap lagu.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari proses ParaSuami dalam menemukan identitas musikal sekaligus memberikan ruang bagi para personelnya untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam berkarya.
“JAMED” Lahir dari Pengamatan terhadap Kondisi Sosial
Single “JAMED (Jaman Edan)” merupakan hasil kolaborasi kreatif Wisnu Pamungkas dan Fajarudin (Fajar Gimbot). Wisnu Pamungkas dipercaya sebagai pencipta musik, sementara lirik lagu ditulis oleh Fajarudin.
Proses penciptaan lagu berangkat dari pengamatan keduanya terhadap berbagai kondisi sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Apa yang mereka lihat dan rasakan kemudian dituangkan menjadi karya yang sekaligus menjadi pernyataan awal ParaSuami kepada publik.
Chemistry Lama, Identitas Baru
Walaupun ParaSuami merupakan nama baru, para personelnya sudah memiliki chemistry dalam bermusik. Mereka telah cukup sering bermain bersama sebelum akhirnya memutuskan membentuk brand baru tersebut.
Pengalaman dan kebersamaan yang telah terbangun membuat proses awal perjalanan ParaSuami berjalan relatif lancar. Fondasi tersebut menjadi modal penting bagi mereka untuk menghadirkan karya-karya berikutnya.
Beradaptasi dengan Perubahan Industri Musik Indonesia
ParaSuami juga menyadari bahwa industri musik Indonesia telah mengalami perubahan besar dibandingkan era 1990-an. Perkembangan teknologi digital membuat proses produksi hingga distribusi musik menjadi semakin mudah dan cepat.
Perubahan tersebut turut dirasakan dalam proses rekaman. Jika pada era 1990-an teknologi analog masih menjadi bagian penting dalam produksi musik, kini perkembangan teknologi memberikan berbagai kemudahan bagi musisi.
Bagi ParaSuami, perubahan tersebut bukan sesuatu yang harus dihindari. Mereka memilih untuk mengikuti perkembangan zaman dan terus beradaptasi agar tetap eksis di industri musik Indonesia.
“JAMED” Jadi Langkah Awal Perjalanan ParaSuami
Bagi ParaSuami, “JAMED (Jaman Edan)” bukan sekadar single perdana. Lagu tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan identitas, karakter, sekaligus gagasan mereka kepada pecinta musik Indonesia.
ParaSuami ingin menjadikan musik sebagai medium untuk menyuarakan isi hati, merespons berbagai kondisi di sekitar, serta menuangkan gagasan melalui karya.
Perjalanan ParaSuami pun tidak berhenti di “JAMED”. Mereka telah mempersiapkan single berikutnya dan memiliki rencana untuk melanjutkan perjalanan musik dengan merilis sebuah mini album.
Dengan pengalaman panjang para personelnya, identitas baru yang lebih bebas, serta keberanian mengangkat keresahan sosial ke dalam musik, ParaSuami membuka babak baru perjalanan mereka melalui “JAMED (Jaman Edan)”.
Kehadiran ParaSuami sekaligus menunjukkan bahwa pengalaman lama dapat menemukan ruang baru untuk kembali berkarya. Melalui musik, mereka memilih untuk tetap bersuara, berekspresi, dan merespons perubahan yang terjadi di sekitar.
Artist: ParaSuami
Single: JAMED (Jaman Edan)
Pencipta Lagu: Wisnu Pamungkas
Pencipta Lirik: Fajarudin (Fajar Gimbot)
Arranger: Wisnu Pamungkas, Robbi Wibowo, Arif Handoko
Producer: Bayu Randu, Robbi Wibowo
Co-Producer: Wisnu Pamungkas
Executive Producer: Bayu Randu
Sekilas Tentang ParaSuami
ParaSuami merupakan proyek musik yang mempertemukan sejumlah mantan personel Funky Kopral dalam sebuah identitas baru. Berbekal pengalaman panjang di industri musik Indonesia, ParaSuami hadir sebagai ruang untuk kembali memperdengarkan karya-karya yang telah mereka ciptakan sekaligus menghasilkan karya baru.
Melalui musik, ParaSuami ingin terus mengekspresikan apa yang mereka rasakan, merespons kondisi sosial di sekitar, dan menyuarakannya dalam bentuk karya musik.
