Pesta Bebas Berselancar 2026 Tarik Seringai hingga Hindia untuk Ramaikan

Festival tahunan kembali digelar pada 20–21 Juni 2026 di Gelora Pakansari dengan konsep yang lebih besar melalui tema “Selamat Datang Kembali”.

Tema tersebut dihadirkan sebagai ajakan bagi penikmat musik, komunitas, hingga musisi untuk kembali berkumpul dalam satu ruang kolektif.

Konferensi pers festival berlangsung di Konco Lawas Hitz dan dibuka lewat pertunjukan lintas disiplin “Repetisi yang Terbarukan” dari Surau Creative. Dalam kesempatan itu, penyelenggara juga mengumumkan deretan line up serta sejumlah kolaborasi spesial yang akan tampil selama dua hari festival.

CEO Memorise Fun Club, Aditya Muhammad, menyebut tema tahun ini menjadi simbol kembalinya energi kebersamaan yang selama ini dirindukan para penikmat festival. Ia menegaskan PBB bukan hanya konser musik, tetapi ruang tumbuh bagi komunitas dan ekosistem kreatif di Bogor.

Format dua hari penuh juga disiapkan untuk memperkuat koneksi antara musisi, komunitas, dan penonton lewat berbagai program kolaboratif. Salah satu penampilan yang paling dinanti adalah “Selamat Datang Kembali: Seringai”, yang menjadi momen kembalinya band metal tersebut ke panggung festival setelah hiatus.

Selain itu, kolaborasi “Senandung Penghujung Senja” akan mempertemukan Parade Hujan, Danilla, dan Endah n Rhesa dalam satu panggung spesial. Ada pula penampilan The Panturas Set Jepun bersama Tarawangsa Wellas hingga kolaborasi lintas kota Skandal x Swellow.

Program Director PBB, Dimas Nugrahaputra, mengatakan tema “Selamat Datang Kembali” merepresentasikan festival sebagai rumah bersama bagi komunitas, warga Bogor, dan para musisi yang terlibat.

Hari pertama festival akan menghadirkan penampilan Tulus, Nadin Amizah, Pee Wee Gaskins, Perunggu, DNA, Silampukau, hingga Polka Wars bersama Alahad. Sementara hari kedua akan diramaikan oleh Hindia, .Feast, Reality Club, The Adams, Ayu Ting Ting, Sal Priadi, Kelompok Penerbang Roket, hingga FSTVLST.

Tak hanya konser musik, PBB 2026 juga menghadirkan area kreatif “Tengkulak Kalcer” yang melibatkan berbagai komunitas lokal dengan pertunjukan musik tradisional, teater, tari kontemporer, hip hop, hingga fire dance.

Surau Creative menjadi salah satu komunitas yang terlibat langsung dalam pengelolaan area tersebut untuk menampilkan ragam gerakan seni yang berkembang di Bogor.

Kolaborasi unik juga akan hadir lewat perpaduan black metal dengan pantomim, hingga musik tradisional Karinding bersama hip hop dari Parung Panjang Pride. Selain itu, festival turut menggandeng seniman visual Piqree serta kolektif seni P Dalam Gang untuk menghadirkan instalasi seni khas Bogor.

Communication Director PBB, Naba Sukry Sefa, menegaskan seluruh kolaborator dilibatkan secara mendalam agar festival tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga wadah pertukaran gagasan dan kreativitas.

Rekomendasi