Unit metal Jakarta, ESH (אֵשׁ), resmi merilis mini album debut Ritus Mesin Terakhir—sebuah rilis yang lahir dari panasnya tensi sosial-politik Indonesia. Lebih dari sekadar kumpulan lagu, materi ini berfungsi sebagai artefak audio yang merekam krisis demokrasi, represi aktivisme, hingga isu kemanusiaan global.
Terbentuk pada 2025, ESH diisi oleh nama-nama berpengalaman: Will (vokal), Ughi dan Alan (gitar), Avip (bass), serta Aghoy (drum). Latar belakang mereka di skena keras melebur menjadi sound baru yang lebih abrasif dan konfrontatif.
Secara musikal, Ritus Mesin Terakhir menawarkan ledakan intensitas dalam durasi singkat—rata-rata dua menit per trek. Perpaduan metal dan hardcore punk dipertebal dengan karakter fuzz/big muff, tempo tinggi (±190 BPM), serta groove yang tetap dominan. Direkam mandiri di SVAR Studio selama dua bulan di akhir 2025, hasilnya terdengar mentah, cepat, dan padat.
Mini album ini memuat lima trek: Ritus Mesin Terakhir, Like, Share, Obey, Musuh Bersama, Vox Populi, dan Netanyahu. Liriknya menyorot manipulasi algoritma media sosial, pembungkaman suara kritis, hingga solidaritas terhadap Palestina.
“Ini kendaraan pengganti demonstrasi—protes yang legal dalam bentuk karya,” ujar pihak band.
Ritus Mesin Terakhir kini tersedia di platform digital dan format kaset koleksi. Rilis ini berada di bawah naungan AMPS Record, label yang juga mendorong pertumbuhan komunitas metal lewat karya dan pergerakan nyata.
Dan Ritus Mesin Terakhir kini sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital dan format kaset sebagai collectible item. Saat ini rilis fisik dalam format Kaset dengan desain yang sangat “collectible” dapat diperoleh di:
– Lokananta Records Store – MBloc Space
– Kios Ojo Keos – Ruko Bona Indah Plaza, Blok A2 No. B11, Jl. Karang Tengah Raya, Lebak
Bulus, Jakarta Selatan
– Deeprock Music – Blok M Square, Basement 2 Blok B No. 158, Blok M, Jakarta Selatan
– AMPStore – http://ametalproject.com/ampstore
ESH (שׁ ֵא) mengundang pendengar untuk tidak hanya menyimak distorsinya, tetapi juga meresapi pesan yang diusung sebagai potret zaman yang sedang kita huni.
AMPS Record
Ritus Mesin Terakhir bernaung dibawah perusahaan rekaman AMPS Record yang juga merupakan label rekaman yang menaungi beberapa band metal lain seperti: Beside, Panic Disorder dll. Kesamaan visi untuk membuat komunitas metal tumbuh berkembang dari movement nyata berupa karya dan pergerakan kecil membuat ESH (שׁ ֵא) dan AMPS Record menjalin kerjasama.


![[PHOTO] KURI 2.0 - FRONT.PNG](https://dapurletter.id/wp-content/uploads/2026/05/PHOTO-KURI-2.0-FRONT.PNG-200x112.jpg)





