Velcro Hearts kembali dengan single ketiga berjudul “Politics”, sebuah lagu yang menandai arah baru dalam perjalanan musikal mereka.
Jika pada dua rilisan sebelumnya band ini lebih banyak bermain di wilayah post-punk dan nuansa emosional yang gelap, kali ini Velcro Hearts tampil lebih liar, lebih keras, dan lebih frontal lewat pendekatan hardcore punk yang agresif.
“Politics” lahir sebagai bentuk pelepasan sekaligus perlawanan. Dalam single ini, Velcro Hearts tidak berusaha terdengar aman atau menyenangkan.
Mereka justru memilih untuk terdengar jujur, bising, dan penuh tekanan, seperti isi kepala yang meledak karena muak pada aturan, kepalsuan, dan suara-suara yang mencoba mengendalikan arah seseorang.
Secara lirik, “Politics” berbicara dengan bahasa yang lugas dan tajam. Ada kemarahan, ada sindiran, dan ada penolakan terhadap hal-hal yang dianggap terlalu dibuat-buat, terlalu diarahkan, dan terlalu penuh kepentingan. Baris seperti “bro suffocate from politics”, “fuck your pre-written lyrics”, dan “politics ain’t no god” menjadi semacam deklarasi kalau Velcro Hearts menolak tunduk pada konstruksi, kuasa, maupun standar yang dipaksakan dari luar. Di tengah dunia yang penuh kebisingan, Velcro Hearts memilih untuk tetap kritis dan berjalan lebih jauh dengan caranya sendiri.
Meski tajam secara tema, “Politics” bukan sekadar lagu tentang isu politik dalam arti sempit. Lagu ini juga dapat dibaca sebagai reaksi terhadap dinamika sosial, dominasi opini, dan kebutuhan untuk bertahan di tengah sistem yang sering kali menyesakkan.
Velcro Hearts menempatkan musik sebagai ruang yang lebih jujur, lebih hidup, dan lebih layak dipercaya daripada segala bentuk kepalsuan yang hadir di sekitar kita. Karena itu, penggalan “music god, that’s my god” terasa seperti inti dari lagu ini, bahwa pada akhirnya, musik adalah tempat paling murni untuk bersuara.
Dengan “Politics”, Velcro Hearts menunjukkan bahwa mereka tidak ingin diam di satu bentuk. Single ini menjadi bukti bahwa identitas mereka terus bergerak dan berkembang.
Perubahan arah ke hardcore punk bukan sekadar eksperimen gaya, tetapi langkah sadar untuk membawa emosi yang lebih mentah ke permukaan. Hasilnya adalah lagu yang terasa intens, penuh desakan, dan sangat langsung dalam menghantam pendengar.
Sebagai single ketiga, “Politics” memperlihatkan sisi Velcro Hearts yang lebih berani dan lebih konfrontatif. Ini adalah fase ketika band tidak hanya membangun karakter, tetapi juga menegaskan sikap. Di tengah banyaknya musik yang berusaha terdengar rapi dan aman, Velcro Hearts justru datang dengan suara yang kasar, tegas, dan tidak minta izin.
“Politics” kini siap menjadi babak baru bagi Velcro Hearts. Sebuah rilisan yang keras, penuh amarah, tetapi tetap punya arah yang jelas. Lagu ini bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk dirasakan sebagai dentuman, teriakan, dan penolakan.








