Musisi asal Thailand, pami, resmi merilis single terbarunya berjudul “cry jar”.
Lagu ini menjadi rilisan perdana pami setelah kesuksesan album debutnya “puffette”, tak lama setelah ia memenangkan penghargaan “Best Hidden Gem of the Year” di TOTY Music Awards di Thailand.
Lewat “cry jar”, pami kembali menghadirkan warna pop yang ringan dan mudah dinikmati.
Namun di balik aransemen yang terdengar manis dan playful, lagu ini menyimpan pesan yang cukup ‘ngena’ tentang bagaimana seseorang mulai menghitung luka yang terus berulang dalam sebuah hubungan.
Konsep utama lagu ini digambarkan lewat ide unik berupa cry jar, atau semacam tempat untuk mengumpulkan air mata sebagai simbol dari rasa sakit yang terus bertambah. Dengan pendekatan ini, pami seolah mengajak pendengar untuk melihat patah hati dari sudut pandang yang berbeda. Lebih satir, tapi tetap jujur.
Dalam setahun terakhir, pami juga aktif tampil di berbagai festival musik lintas negara, termasuk LaLaLa Festival pada 2025 silam di Indonesia, BiKN Shibuya di Jepang, Zandari Festa di Korea Selatan, hingga Bangkok Music City di negara asalnya.
Melalui “cry jar”, pami menegaskan identitasnya sebagai musisi pop yang mampu mengemas emosi kompleks menjadi karya yang ringan, catchy, namun tetap relevan dengan pengalaman banyak orang—terutama soal dinamika hubungan dan patah hati.
