Band indie asal Jakarta, Devotion, resmi mengumumkan perilisan EP terbaru bertajuk “The Journey”. Setelah melewati hiatus panjang, Devotion kembali dengan materi lama yang direkam ulang dan dikemas dalam warna alternative 90-an, dipadukan distorsi tebal serta sentuhan power pop yang kasar dan jujur.
EP ini berisi tiga lagu yang merepresentasikan perjalanan, persahabatan, hingga dinamika emosional para personel selama hampir tiga dekade bermusik.
“The Journey”: Soundtrack Perjalanan dan Persahabatan
Lagu utama “The Journey” menjadi refleksi proses panjang terbentuknya band—tentang eksperimen musikal, pertemanan, dan fase naik-turun yang mereka lalui. Lagu ini menjadi simbol semangat baru Devotion setelah vakum cukup lama.
Sementara itu, lagu “Zaenal” menghadirkan kisah klasik dunia band: drummer yang memilih cinta daripada panggung. Sebuah cerita personal yang dekat dengan realita banyak musisi independen.
Track ketiga, “Stars and Sorrow”, mengangkat tema patah hati dalam balutan nuansa dark shoegaze. Perpaduan gitar elektrik yang atmosferik dan lirik intim menghadirkan pengalaman mendalam bagi pendengar.
Formasi dan Semangat Baru
Devotion kini digawangi oleh Pettie (vokal), Andri (gitar), Wilman (bass, backing vocal), Boy (drum), dan Rizki (gitar). EP ini disebut sebagai “legacy” atau warisan emosional untuk keluarga, sahabat, dan para penikmat musik indie.
“Lagu-lagu ini kami buat dengan penuh emosi dan kenangan. Kami ingin pendengar merasakan perjalanan dan persahabatan yang kami alami. Kami juga melibatkan teman dan keluarga dalam proses produksinya,” ujar Pettie.
Kebersamaan yang tetap terjaga meski vakum menjadi fondasi kuat lahirnya The Journey.
Rilis 14 Februari 2026 di Semua Platform Digital
EP “The Journey” akan tersedia di seluruh platform digital mulai 14 Februari 2026, bertepatan dengan Hari Kasih Sayang. Setelah perilisan digital, Devotion juga akan menghadirkan video klip resmi di YouTube.
Informasi terbaru bisa diikuti melalui Instagram resmi mereka di @devotionid.
Sekilas tentang Devotion
Didirikan pada 1997, Devotion dikenal di skena indie Jakarta lewat album debut “Freaks, Geeks & Rock n’ Roll”. Mereka aktif di berbagai panggung musik 90-an di Jakarta dan luar kota.
Pada 2009, Devotion terlibat dalam kompilasi “Geek Rock Invasion”. Tahun 2021, mereka merilis ulang materi dalam format kaset fisik melalui Ororo Records.
Musik Devotion memadukan indie rock, shoegaze, power pop, dan alternative 90-an—menciptakan karakter sound yang nostalgik namun tetap relevan di lanskap musik indie Indonesia saat ini.
