Orange Theory Satukan Musik Rock Alternatif & Seni Patung dalam Album Debut Paper Crown

- Penulis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah perjalanan panjang sejak terbentuk di Institut Kesenian Jakarta pada 2011, band rock alternatif Orange Theory akhirnya merilis album debut berjudul Paper Crown. Album berisi 12 lagu ini menjadi catatan perjalanan emosional yang penuh dinamika—mulai dari semangat melawan keterpurukan, kritik sosial dengan nada satir, hingga refleksi personal yang raw dan jujur.

Lebih dari sekadar album musik, Paper Crown dihadirkan sebagai sebuah pengalaman multisensori. Orange Theory menghadirkan 12 patung kontemporer karya Cyca Leonita dan Henry “Koi” Kresna, yang masing-masing merepresentasikan satu lagu. Setiap patung menangkap simbol, atmosfer, dan tekstur emosi dari musik, lalu diwujudkan dalam bentuk tiga dimensi.

Baca Juga :  Arya Novanda dan Deandra Nadira Rilis “Beri Tahu”, Kolaborasi Rock and Roll dari Sesi Jamming

Struktur album ini pun disusun layaknya dua bab cerita:

Enam lagu pertama menyoroti dunia luar, membedah realitas sosial dan absurditas manusia.

Enam lagu berikutnya lebih intim, menjadi ruang refleksi diri sekaligus jendela ke rapuhnya sisi personal Orange Theory.

Artwork Paper Crown juga tampil unik. Sampul album menghadirkan tiga figur karakter yang dibuat dari patung resin asli, hasil eksperimen visual yang terinspirasi dari gaya satir ikonik Celebrity Deathmatch.

“Bagi kami, musik dan seni rupa selalu punya benang merah. Lewat Paper Crown, kami ingin menunjukkan bahwa keduanya bisa saling menguatkan, bahkan membuka cara baru dalam menikmati karya seni,” ungkap Orange Theory.

Baca Juga :  Walkot Tambah Songlist Keempat dengan “Kau Pasti Bisa”

Paper Crown kini sudah tersedia di seluruh Digital Streaming Platform (DSP), mengajak pendengar untuk menyelami narasi emosional sekaligus estetika visual yang khas dari Orange Theory.

 

Tentang Orange Theory

Terbentuk pada 2011 di Institut Kesenian Jakarta, Orange Theory digawangi oleh Cyca Leonita (Vokal/Bass), Henry “Koi” Kresna (Gitar), dan Arfian Fisabil (Drum). Dengan akar seni rupa dan musik, band ini menghadirkan eksplorasi artistik yang selalu menolak batas.

Follow WhatsApp Channel dapurletter.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kispray Raih Top Halal Award 2026, Perkuat Kepercayaan Konsumen terhadap Produk Halal
25/7 Prelude Hadirkan Sore dalam Diskusi Buku dan Musik, The Adams serta Littlefingers Siap Meramaikan Desember 2026
DFSK E5 Plus Makin Dekat dengan Konsumen, Hadir di 50 Mall Jabodetabek
SUBARUVERSE 2026 Hadir di Indonesia, Bawa Empat Dunia Subaru dan Perkenalkan WRX STI Cherry Red Sport Edition
JFC 2026 Resmi Dibuka di Jakarta, Perkuat Ekosistem Industri Kreatif dan Peluang IP Lokal
IIMS Garage Balikpapan 2026 Digelar 21–25 Oktober, Hadirkan 15 Brand Otomotif dan Cashback Rp150 Juta
Rumah Indonesia di Nagoya Jadi Pusat Dukungan Atlet Indonesia di Asian Games 2026
Forum Bisnis Jakarta Futura Connectiva 2026 Siap Fasilitasi Pelaku Bisnis IP Kreatif Indonesia ke Pasar Global

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Kispray Raih Top Halal Award 2026, Perkuat Kepercayaan Konsumen terhadap Produk Halal

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:27 WIB

DFSK E5 Plus Makin Dekat dengan Konsumen, Hadir di 50 Mall Jabodetabek

Minggu, 4 Oktober 2026 - 02:53 WIB

SUBARUVERSE 2026 Hadir di Indonesia, Bawa Empat Dunia Subaru dan Perkenalkan WRX STI Cherry Red Sport Edition

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WIB

JFC 2026 Resmi Dibuka di Jakarta, Perkuat Ekosistem Industri Kreatif dan Peluang IP Lokal

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:44 WIB

IIMS Garage Balikpapan 2026 Digelar 21–25 Oktober, Hadirkan 15 Brand Otomotif dan Cashback Rp150 Juta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!