25/7 Prelude Hadirkan Sore dalam Diskusi Buku dan Musik, The Adams serta Littlefingers Siap Meramaikan Desember 2026

Mengusung tema “Dari Halaman ke Nada: Buku dalam Musik Sore”, acara ini menghadirkan diskusi interaktif yang mengulas hubungan antara bacaan, pengalaman hidup, dan proses kreatif

- Penulis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perpaduan literasi dan musik menjadi pembuka perjalanan menuju 25/7 (Twenty Five Seven), creative event yang digagas Dyandra Promosindo dan dijadwalkan berlangsung pada 4–6 Desember 2026 di Taman Kota Peruri, Jakarta. Melalui program 25/7 Prelude, Kamis (8/10), pengunjung diajak mengenal sisi personal band Sore lewat diskusi buku dan pertunjukan musik di Gramedia Jalma Melawai.

Mengusung tema “Dari Halaman ke Nada: Buku dalam Musik Sore”, acara ini menghadirkan diskusi interaktif yang mengulas hubungan antara bacaan, pengalaman hidup, dan proses kreatif seorang musisi. Dipandu Haris Franky, sesi tersebut mempertemukan enam personel Sore dengan enam buku yang memiliki arti tersendiri dalam perjalanan mereka.

Enam buku yang dibahas meliputi Kartun Riwayat Peradaban karya Larry Gonick, One Flew Over the Cuckoo’s Nest karya Ken Kesey, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, Quran Mapping karya Nur Fajri Romadhon, Finding Audrey karya Sophie Kinsella, dan The Beatles Way karya Larry Lange.

Melalui pilihan bacaan tersebut, audiens diajak melihat bagaimana buku dapat memperluas perspektif, membentuk cara pandang terhadap kehidupan, hingga menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan karya musik. Acara ini juga menghadirkan kesempatan bagi penggemar untuk mengenal Sore dari sudut yang lebih dekat, sebelum menikmati penampilan langsung mereka.

 

Buku dan Pengalaman Hidup sebagai Inspirasi Musik Sore

Bagi personel Sore, membaca bukan sekadar aktivitas untuk menambah pengetahuan, melainkan juga cara menemukan perspektif baru mengenai berbagai pengalaman manusia. Hal tersebut disampaikan Awan Garnida saat membahas hubungan antara bacaan dan proses penciptaan lagu.

Menurut Awan, buku memungkinkan pembaca memahami beragam pengalaman dan perasaan melalui sudut pandang orang lain. Temuan tersebut kemudian dapat diolah menjadi ekspresi musikal, baik melalui melodi maupun lirik.

Baca Juga :  Band Therapy Session Bawa "Criminal" Sarkas

“Kalau musik adalah ekspresi dari apa yang kita temukan dalam hidup berdasarkan pengalaman sendiri, sementara buku adalah temuan-temuan yang dituliskan oleh orang lain,” jelas Awan.

Ia menambahkan, pengalaman membaca dapat membantu seseorang memahami berbagai emosi, mulai dari patah hati hingga jatuh cinta. Pemahaman tersebut kemudian dapat menjadi bahan untuk diterjemahkan ke dalam karya musik.

Perspektif serupa juga terlihat dalam pengalaman Bemby Gusti, personel Sore lainnya. Ia menyoroti buku Quran Mapping yang memberinya sudut pandang mengenai perjalanan hidup dan bagaimana seseorang memaknai berbagai peristiwa yang dihadapi.

Pemahaman tersebut memiliki keterkaitan dengan lagu Sore berjudul “Jalan Hayat”. Melalui lagu itu, gagasan tentang perjalanan hidup setiap orang menjadi salah satu hal yang dapat direnungkan oleh pendengar.

Bemby memaknai setiap pengalaman sebagai bagian dari jalan hidup yang perlu dijalani dengan penerimaan dan rasa syukur, termasuk ketika seseorang menghadapi ujian yang berbeda-beda.

“Intinya setiap orang punya jalan hidup masing-masing. Setelah membaca hal-hal seperti itu, apa pun yang dihadapkan kepada saya akan saya syukuri dan saya nikmati, karena itu jalan saya,” ujar Bemby.

Project Manager 25/7, Rafi Elmanda, menjelaskan bahwa tema literasi dipilih karena buku dan musik sama-sama memiliki kemampuan untuk membangun imajinasi serta membuka cara pandang baru.

“Kami memilih tema ‘Dari Halaman ke Nada’ karena buku dan musik sama-sama punya kemampuan untuk membangun imajinasi dan membawa orang untuk melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda,” ujar Rafi.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menunjukkan bahwa pengalaman menikmati musik juga bisa berawal dari hal-hal sederhana, termasuk buku dan berbagai temuan dalam kehidupan sehari-hari.

 

The Adams dan Littlefingers Masuk Line-Up 25/7 Desember 2026

Baca Juga :  IIMS 2026 Hadirkan Konser Bernadya & Raisa Tampil Malam Ini

Selain menghadirkan rangkaian kegiatan yang menghubungkan musik dengan berbagai disiplin kreatif, 25/7 juga mulai memperkenalkan nama-nama yang akan tampil dalam gelaran utamanya. Dua musisi yang telah diumumkan adalah The Adams dan Littlefingers.

The Adams dikenal dengan karakter musik indie dan alternative rock yang berpadu dengan sentuhan pop enerjik. Sementara itu, Littlefingers membawa eksplorasi electronic jazz dengan pendekatan musikal yang lebih eksperimental.

Kehadiran kedua nama tersebut menjadi gambaran awal keragaman musik yang akan hadir di 25/7. Perbedaan karakter musikal ini sejalan dengan konsep acara yang berupaya mempertemukan beragam karya, komunitas, dan minat dalam satu ruang kreatif.

Bukan hanya berfokus pada pertunjukan musik, 25/7 juga dirancang untuk merangkul berbagai elemen gaya hidup, mulai dari fashion, food and beverage (F&B), hingga lifestyle. Pendekatan lintas sektor ini membuka ruang bagi pengunjung untuk menikmati pengalaman yang lebih luas daripada sekadar menonton konser.

 

25/7 Prelude Jadi Pembuka Menuju Creative Event di Jakarta

Penyelenggaraan 25/7 Prelude menjadi bagian dari rangkaian menuju acara utama pada Desember mendatang. Melalui diskusi buku dan penampilan langsung Sore, program ini memperlihatkan bagaimana musik dapat terhubung dengan literasi, pengalaman personal, dan berbagai bentuk ekspresi kreatif.

Konsep tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai semangat 25/7 dalam menghadirkan ruang pertemuan bagi musik, seni, komunitas, dan gaya hidup dalam satu ekosistem acara.

Dengan jadwal penyelenggaraan pada 4–6 Desember 2026 di Taman Kota Peruri, 25/7 akan menjadi agenda yang patut dipantau oleh pencinta musik dan pelaku industri kreatif yang ingin mengikuti perkembangan acara lintas disiplin di Jakarta.

Informasi terbaru mengenai jadwal, program, dan line-up 25/7 dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @twentyfiveseven.id.

Follow WhatsApp Channel dapurletter.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kispray Raih Top Halal Award 2026, Perkuat Kepercayaan Konsumen terhadap Produk Halal
DFSK E5 Plus Makin Dekat dengan Konsumen, Hadir di 50 Mall Jabodetabek
SUBARUVERSE 2026 Hadir di Indonesia, Bawa Empat Dunia Subaru dan Perkenalkan WRX STI Cherry Red Sport Edition
JFC 2026 Resmi Dibuka di Jakarta, Perkuat Ekosistem Industri Kreatif dan Peluang IP Lokal
IIMS Garage Balikpapan 2026 Digelar 21–25 Oktober, Hadirkan 15 Brand Otomotif dan Cashback Rp150 Juta
Rumah Indonesia di Nagoya Jadi Pusat Dukungan Atlet Indonesia di Asian Games 2026
Forum Bisnis Jakarta Futura Connectiva 2026 Siap Fasilitasi Pelaku Bisnis IP Kreatif Indonesia ke Pasar Global
TEI 2026 Tarik Buyer dari 113 Negara, 1.533 Eksibitor Siap Tampil di ICE BSD

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Kispray Raih Top Halal Award 2026, Perkuat Kepercayaan Konsumen terhadap Produk Halal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:18 WIB

25/7 Prelude Hadirkan Sore dalam Diskusi Buku dan Musik, The Adams serta Littlefingers Siap Meramaikan Desember 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:27 WIB

DFSK E5 Plus Makin Dekat dengan Konsumen, Hadir di 50 Mall Jabodetabek

Minggu, 4 Oktober 2026 - 02:53 WIB

SUBARUVERSE 2026 Hadir di Indonesia, Bawa Empat Dunia Subaru dan Perkenalkan WRX STI Cherry Red Sport Edition

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WIB

JFC 2026 Resmi Dibuka di Jakarta, Perkuat Ekosistem Industri Kreatif dan Peluang IP Lokal

Berita Terbaru

error: Content is protected !!