HEADFIRST band AS kini Diperkuat Drummer Asal Indonesia

- Penulis

Rabu, 30 Oktober 2024 - 03:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

HeadFirst merupakan band alternative rock yang terbentuk pada 2020 di Boston, Massachussetts, AS (Amerika Serikat). Karya-karyanya telah hadir di berbagai digital streaming platform (DSP).

HeadFirst tercatat sudah menghasilkan album penuh, “I Believe” (2021), EP berjudul “The Villain” (2024) serta beberapa single. Termasuk yang terbaru, “Ambrosia”.

Dan terkini formasi band HeadFirst sendiri diisi oleh drummer asli orang Indonesia, Bima Wirayudha dan dua rekannya, Siraj Husainy (bass), Coby Conrad (vokal, gitar) yang berkebangsaan asing. Semuanya berdomisili di Boston.

HeadFirst terbentuk saat semua personelnya sama-sama kuliah di Berklee College of Music di Boston. Sebelum formasi bertiga atau lebih dikenal dengan istilah ‘power trio’ seperti sekarang, HeadFirst sempat mengalami tiga kali perubahan formasi band.

Pada 2021, HeadFirst dihuni Bima, Siraj Husainy, Coby Conrad, Shawn Gaskill dan Andru Wilson, yang merekam album pertama, “I Believe”. Karya yang dirilis di tahun itu juga tergolong sebagai album yang menurut para personelnya kurang memuaskan dengan beberapa alasan. Sehingga terjadilah dua personelnya yakni Shawn Gaskill dan Andru Wilson menyatakan keluar.

“Dengan keluarnya dua member, terbentuklah HeadFirst dengan formasi ‘power trio’ ini,” ujar Bima menegaskan.

Bima kemudian mengungkapkan perbedaan yang dirasakan antara saat HeadFirst berjalan dengan formasi berlima dan bertiga seperti sekarang. Ia mengakui, mereka melakukan transisi yang cukup sulit.

Baca Juga :  Libatkan 5.000 Lebih Pekerja Kreatif, IIMS 2025 Umumkan Total Transaksi Sementara

“Dulu kami punya vokalis, sekarang tidak punya dan dulu kami punya lead guitarist, sekarang nggak. Tapi itu juga nggak perlu waktu lama sih, cukup latihan saja. Sekarang untuk urusan dalam penulisan lagu, kami menjadi lebih gampang dalam menulis lagu karena setiap kami menulis lagu, otak kami memang betulan menjadi satu, nggak seperti selama saat formasi berlima. Dan yang paling sulit itu bagaimana caranya kami kalau tampil live itu seperti lima orang yang tampil dan harus diperagakan dengan kami yang ber-power trio”.

HeadFirst dipilih sebagai moniker band juga memiliki filosofi tersendiri. “Mungkin untuk filosofi dalam bermusik kami ingin lagu kami nggak cuma dikenal tapi bisa didengarkan di jangka waktu yang panjang dengan maksud meskipun trendnya beda tapi orang masih bisa menikmati lagunya tersebut,” kata Bima.

HeadFirst kini telah menyiapkan materi album baru mendatangnya yang diberi judul “Modern Role Models”, dan berisi 11 lagu. Mereka berharap, album tersebut bisa dirilis pada awal 2025.

Menurut Bima, proses kreatif penggarapan albumnya tersebut sama seperti band umumnya. Mereka memulainya lewat proses jamming, dan lama-kelamaan terbentuk arah lagunya dengan sendirinya.

Baca Juga :  Jadwal Lengkap Pentas Ratusan Musisi di Jakarta Fair Music Concert 2023

“Paling yang bikin lama itu memikirkan struktur lagunya karena kami mau dinamika lagunya itu dari terbawa sedikit demi sedikit naik sampai ke titik puncak lagunya tersebut.”

Untuk proses rekaman album, mereka mengerjakannya di studio Q Division, dengan bantuan Matthew Ellard sebagai produser sekaligus engineer.

Matthew sendiri merupakan produser yang pernah memproduksi nama-nama besar seperti Motorhead, Weezer dan Radiohead.

“Kami sangat beruntung karena diberi kesempatan oleh beliau untuk memproduksi album kedua kami.” Sementara di departemen lirik, menurut Bima, lirik lagu dalam album mendatang lebih banyak tentang apa yang mereka rasakan selama bermain musik seperti senang, sedih, depresi, dan lain-lain.

“Karena album ini seperti cerita kehidupan kami dari kecil hingga sekarang. Apa yang kami lihat dan kami rasakan itu semua dilemparkan ke album ini”.

Selain akan tersedia di semua DSP, HeadFirst juga telah mengantongi rencana untuk merilis video musik untuk lagu rilisan tunggal pertama dari album tersebut, di YouTube.

“Dan yang pasti kami bakal manggung terus. Pengen banget aku bawa bandku ke Indonesia, karena ada rasa bahagia sendiri ketika punya band di Amrik yang mostly isi member orang Amrik dan aku sendiri yang orang Indonesia”. (*)

Follow WhatsApp Channel dapurletter.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DAPURLETTER, Perjalanan Media Musik Independen Indonesia yang Tumbuh Sejak 2003
Kispray Raih Top Halal Award 2026, Perkuat Kepercayaan Konsumen terhadap Produk Halal
25/7 Prelude Hadirkan Sore dalam Diskusi Buku dan Musik, The Adams serta Littlefingers Siap Meramaikan Desember 2026
DFSK E5 Plus Makin Dekat dengan Konsumen, Hadir di 50 Mall Jabodetabek
SUBARUVERSE 2026 Hadir di Indonesia, Bawa Empat Dunia Subaru dan Perkenalkan WRX STI Cherry Red Sport Edition
JFC 2026 Resmi Dibuka di Jakarta, Perkuat Ekosistem Industri Kreatif dan Peluang IP Lokal
IIMS Garage Balikpapan 2026 Digelar 21–25 Oktober, Hadirkan 15 Brand Otomotif dan Cashback Rp150 Juta
Rumah Indonesia di Nagoya Jadi Pusat Dukungan Atlet Indonesia di Asian Games 2026

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:46 WIB

DAPURLETTER, Perjalanan Media Musik Independen Indonesia yang Tumbuh Sejak 2003

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Kispray Raih Top Halal Award 2026, Perkuat Kepercayaan Konsumen terhadap Produk Halal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:18 WIB

25/7 Prelude Hadirkan Sore dalam Diskusi Buku dan Musik, The Adams serta Littlefingers Siap Meramaikan Desember 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:27 WIB

DFSK E5 Plus Makin Dekat dengan Konsumen, Hadir di 50 Mall Jabodetabek

Minggu, 4 Oktober 2026 - 02:53 WIB

SUBARUVERSE 2026 Hadir di Indonesia, Bawa Empat Dunia Subaru dan Perkenalkan WRX STI Cherry Red Sport Edition

Berita Terbaru

error: Content is protected !!