Di era digital hari ini, seseorang bisa “meledak” dalam semalam—viral di media sosial, trending, dibicarakan di mana-mana. Tapi popularitas seperti ini sering bersifat instan: naik cepat, turun pun cepat. Yang jadi pertanyaan bukan lagi bagaimana terkenal, tapi bagaimana tetap relevan. Ada beberapa faktor yang menentukan apakah popularitas bisa bertahan: 1. Karya vs sensasi Popularitas yang dibangun dari karya cenderung lebih tahan lama dibanding sensasi. Musisi, kreator, atau publik figur yang punya identitas kuat dan konsisten dalam berkarya biasanya punya fondasi yang lebih kokoh. 2. Adaptasi terhadap zaman Selera publik berubah…
Baca selengkapnyaTag: Viral
Batas Hak Cipta Lagu Viral di TikTok, Kreator Wajib Paham Aturannya
Tren penggunaan lagu viral sebagai backsound konten di TikTok semakin masif dan menjadi bagian penting dalam budaya digital. Musik kini bukan sekadar pelengkap, tetapi faktor utama yang mendorong viralitas, membangun identitas kreator, hingga meningkatkan engagement video. Namun di balik tren tersebut, muncul isu krusial terkait batas penggunaan lagu dalam perspektif hukum hak cipta. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar menegaskan bahwa lagu atau musik merupakan karya cipta yang dilindungi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. “Viralnya sebuah lagu bukan berarti menjadi milik publik. Hak cipta tetap melekat pada…
Baca selengkapnyaMusik Indonesia Tidak Sedang Berkembang — Ia Sedang Berubah Arah
Industri Bukan Lagi Penentu Selera, Kini Justru Mengikuti Narasi lama selalu menyebut musik Indonesia sedang berkembang. Namun jika diamati lebih dalam, yang terjadi hari ini bukan sekadar kemajuan — melainkan perubahan arah. Dulu, industri menentukan selera. Sekarang, selera menentukan industri. Ini bukan perubahan kecil. Ini revolusi yang terjadi tanpa banyak suara, namun dampaknya terasa di seluruh ekosistem musik. Dari Sistem Industri ke Sistem Kultural Musik Indonesia perlahan keluar dari logika lama: chart, label besar, radio, dan validasi pasar massal. Sebagai gantinya, muncul ekosistem baru yang: Lebih personal Lebih organik Lebih…
Baca selengkapnyaAkan kemana Musik Indonesia yang Ikut Tren?
Industri musik Indonesia selalu bergerak mengikuti arus global. Dari era pop melayu, EDM, hingga gelombang K-Pop influence, pola yang terlihat jelas: tren luar negeri cepat diadopsi, lalu disesuaikan dengan karakter lokal. Pertanyaannya, ke mana arahnya dalam beberapa tahun ke depan? 1. Dominasi Pop Digital & Sound “Global Friendly” Platform seperti Spotify dan TikTok membuat lagu dengan durasi pendek, hook cepat, dan lirik simpel lebih mudah viral. Musik Indonesia yang mengikuti tren global akan semakin condong ke: Beat ringan dan mudah diingat Chorus cepat muncul (kurang dari 30 detik) Produksi clean…
Baca selengkapnyaTabola Bale Gemparkan Publik dengan Sabet Ami Awards 2025
Tabola Bale kembali menggemparkan publik setelah merebut kemenangan besar di AMI Awards 2025. Lagu ciptaan Siprianus Bhuka (Silet Open Up) ini menyabet Pencipta Lagu Pop Terbaik, mengungguli nama-nama besar seperti Raisa, Salma Salsabil, dan Adrian Khalif. Kesuksesan ini menjadi tonggak penting bagi musisi daerah. Tabola Bale—yang awalnya hanya viral di media sosial berkat sentuhan etniknya—berkembang menjadi fenomena nasional jauh sebelum masuk nominasi AMI. Prestasinya tak berhenti di satu kategori. Tabola Bale juga meraih Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik serta Karya Produksi Kolaborasi Terbaik, menjadikannya salah satu karya paling dominan…
Baca selengkapnya“Bayar Seikhlasnya” Viral, Lahir dari Podcast Inspiratif
Restoran “Makan Sepuasnya, Bayar Seikhlasnya” milik Seno Radja dan Alex menjadi buah manis dari pertemuan dua jiwa visioner di podcast BisnisArtis.com. Di tengah kerasnya dunia bisnis yang dikuasai target dan margin, keduanya justru menghadirkan ruang makan yang mengandalkan keikhlasan. Konsep ini terdengar sederhana tapi revolusioner: pengunjung bebas menikmati makanan tanpa batasan harga, lalu membayar sesuai kemampuan dan hati nurani. Tak ada label harga, tak ada paksaan—hanya kepercayaan. Menurut Seno, konsep ini bukan strategi pasar, melainkan ajakan untuk kembali percaya pada kebaikan manusia. Alex menambahkan, restoran ini juga menjadi bentuk refleksi…
Baca selengkapnya“Hari yang Mantap” Jadi Viral, Persembahan Terakhir Gusti Irwan Wibowo dalam Album ENDIKUP
“Hari yang Mantap” Jadi Viral, dalam Album ENDIKUP Fenomena musik di media sosial kembali hadir lewat lagu “Hari yang Mantap”, salah satu track dari album terakhir mendiang Gusti Irwan Wibowo berjudul ENDIKUP. Lagu ini mendadak viral di TikTok dengan lebih dari 751 ribu reaksi, serta meraih 103 ribu reaksi di Instagram Reels berkat lirik jenaka, aransemen ringan, dan melodi yang mudah melekat di telinga. Kolaborasi Gusti bersama Nehru Rindra menghadirkan nuansa duet penuh chemistry yang segar sekaligus menghibur. Potongan lirik sederhana seperti “Hari yang mantap, aduh sedap” hingga “Apa bisa…
Baca selengkapnya“Kamu Nggak Sendiri” dari Rony Parulian Viral, Jadi Lagu Penguat Mental Anak Muda
Dengan kekuatan narasi emosional dan melodi sederhana namun menyentuh. Lagu terbaru dari Rony Parulian bertajuk “Kamu Nggak Sendiri” tengah menjadi fenomena baru di berbagai platform digital. Lagu ini tidak hanya viral di TikTok dengan jutaan penggunaan audio, tetapi juga masuk jajaran teratas chart Spotify Indonesia dalam waktu kurang dari satu minggu sejak perilisannya. Dirilis pada 25 Juli 2025, lagu ini mengusung tema dukungan dan semangat untuk mereka yang sedang merasa terpuruk. Lirik seperti “meski dunia terasa berat, kamu nggak sendiri” menjadi penguat hati banyak pendengarnya. Video musik resminya…
Baca selengkapnyaViral di TikTok, Lagu “Melangkah” dari Nadhif Basalamah Menyentuh Generasi Muda
Popularitas “Melangkah” juga mendorong lonjakan subscriber di kanal YouTube milik Nadhif Lagu “Melangkah” dari penyanyi muda Nadhif Basalamah tengah menjadi perbincangan hangat di jagat maya, khususnya di platform TikTok dan Instagram Reels. Lagu bernuansa pop ballad yang penuh emosi ini viral usai dijadikan backsound oleh para konten kreator dalam video bertema perpisahan, healing, hingga refleksi diri. Dirilis sebulan lalu, “Melangkah” kini telah menembus 20 juta streams di Spotify dan menduduki peringkat pertama tangga lagu Top 50 Indonesia. Sementara itu, tagar #MelangkahChallenge telah digunakan lebih dari 500 ribu kali di…
Baca selengkapnyaStrategi Musik 2026: “Viral Berkarakter, Naik Secara Organik”
Adapun strategi dan konsep musik yang relevan untuk tahun 2026, berdasarkan tren, algoritma digital, dan minat audiens Indonesia (serta global) yang terus berkembang: Strategi Musik 2026: “Viral Berkarakter, Naik Secara Organik” 1. Identitas Musik yang Kuat & Autentik Pilih satu tema besar (emosi, sosial, budaya) dan jadikan itu warna utama proyek kamu. Misal: Healing dan trauma → cocok untuk indie pop/post-rock. Budaya lokal & kritik sosial → cocok untuk hip-hop, folk, punk. Kisah personal & cinta yang jujur → cocok untuk pop akustik atau RnB. 2. Konsep…
Baca selengkapnyaViral band dari Swedia Lepaskan Amarah dengan “The Merchant”
Band heavy metal asal Swedia, Viral band dengan bangga mengumumkan perilisan album baru mereka yang sangat dinanti, “The Merchant”, yang akan dirilis pada 15 Agustus 2025, dalam format digital dan fisik. Mereka dikenal karena perpaduan kuat antara heavy metal klasik dan intensitas modern, band yang bermarkas di kota Linköping, Swedia ini terus mendorong batasan dengan persembahan terbaru mereka yang merupakan perjalanan melodi yang gelap melalui tema-tema kekuasaan, konflik, dan kendali. Adapun dalam Ilustrasi & Seni sampul album yang mencolok ini dibuat oleh seniman terkenal Mattias Frisk (Mattias Frisk Art &…
Baca selengkapnyaTHE LANTIS Showcase Perdana di Krapela 15 Mei 2025
Band retro-pop Jakarta Selatan yang tengah naik daun, The Lantis, siap mempersembahkan showcase perdana mereka bertajuk “Lintas Lantis” pada 15 Mei 2025. Bertempat di Krapela, showcase ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan bermusik mereka—dari musisi indie hingga ke panggung-panggung besar. Ketiga personil The Lantis, Giri (vokalis), Ravi (gitaris), dan Ojan (gitaris) akan memberikan pertunjukan yang tidak bisa didapatkan dari panggungan mereka biasanya. Salah satunya adalah mengaransemen ulang beberapa lagu hingga membawakan lagu-lagu untuk pertama kalinya secara langsung. “Kita akan membawakan lagu-lagu dari album kedua “Pancarona”, dimana album tersebut menjadi tempat…
Baca selengkapnyaSukatani, duo Pemberontak dalam Bermusik
Sukatani adalah band punk asal Purbalingga, Jawa Tengah, yang memiliki ciri khas musik post-punk dan new wave. Duo ini terdiri dari Ovi, yang dikenal dengan nama panggung ‘Twister Angel’, dan AI, yang dikenal sebagai ‘Alectroguy’. Sukatani memiliki komitmen terhadap isu sosial, dengan lirik lagu mereka yang mencerminkan perjuangan kelas pekerja dan kritikan terhadap kapitalisme serta ketidakadilan sosial. Mereka juga menggunakan dialek Banyumasan dalam lagu-lagu mereka, yang memberikan warna lokal yang kental dalam musik mereka. Musik mereka terinspirasi oleh band-band punk klasik seperti Lost Cherries, Poison Girls, X-Ray Spex, Peter &…
Baca selengkapnyaBand Sukatani Tarik Lagu ‘Bayar, Bayar, Bayar’ di Platform Musik yang Kritik Oknum Kepolisian
Lagu berjudul “Bayar, Bayar, Bayar” dari band Sukatani tiba-tiba menjadi pusat perhatian setelah liriknya yang menyebut “bayar polisi” viral di media sosial. Perwakilan dari Band Sukatani pun belum lama ini merilis klarifikasi terkait permasalahan ini. “Pada hari ini, Kamis tanggal 20 Februari 2025, perkenalkan, saya Muhammaf Syifa Al Lufti dengan nama panggung Alectroguy selaku Gitaris. Dan saya Novi Citra Indriyati (dengan) nama panggung Twisterangel selaku vokalis. Memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami,” kata perwakilan dari Band Sukatani dalam video yang diunggah di…
Baca selengkapnyaWajib Coba, 5 Jajanan Viral di Jakarta Fair Kemayoran 2024
Pameran multiproduk terbesar, terlengkap, dan terlama di kawasan Asia Tenggara, Jakarta Fair Kemayoran 2024 masih berlangsung hingga 14 Juli mendatang. Selain berbelanja berbagai kebutuhan, kamu juga bisa mencoba ragam kuliner yang tersebar di seluruh area JIEXPO Kemayoran. Beberapa booth kuliner hadir di JFK 2024 dan dijual dengan harga terjangkau. Mulai dari Rp10.000, beli 2 dapat 3, satu kemasan besar hanya Rp50.000, ragam makanan mancanegara, jajanan kaki lima, kuliner khas daerah, makanan milik beberapa artis, jajanan yang viral di sosmed, dan masih banyak lagi. Berikut ini 5 jajanan viral yang…
Baca selengkapnya