Setelah Merilis Single ke 2 yang berjudul “Magic Spell” di tahun 2024.

Arcade Night memiliki cita cita untuk melanjutkan Langkah selanjutnya untuk berkarya dan Mini Album sudah menjadi jawaban nya untuk Arcade Night.

Merasa kisah cinta dari tiap personil band ini patut untuk di ceritakan dan memiliki hubungan dalam kisah romantis di kehidupan sosial, akhirnya Arcade Night sepakat untuk merangkumnya menjadi cerita di tiap lagu yang ada pada Mini Album ini..

“Kami ingin lebih dekat dengan players (sebutan untuk pendengar Arcade Night) dengan membagikan kisah cinta kami secara pribadi. Kami merasa orang – orang yang mendengarkan lagu kami bisa relate dengan kisah yang diangkat dalam tiap liriknya baik itu euforia atau melankolia dalam percintaan. Percintaan akan menjadi suatu hal yang dilalui setiap orang. Entah itu cinta pada pandangan pertama, struggle dalam melewati 5 tahap kesedihan, hingga diambang kebingungan tentang kelanjutan kisah cinta itu sendiri. Sebagian besar orang pasti mengalami hal – hal seperti ini dan coping mechanism orang – orang juga berbeda beda. Untuk kami, Mini Album ini menjadi wujud refleksi terhadap kisah – kisah cinta yang telah kami lewati”

“LOVELORE” menjadi satu kata yang cocok untuk mewakili kisah – kisah yang ada pada mini album ini. Pemilihan kata tersebut mereka dapatkan saat sedang duduk di basecamp tempat mereka biasa berkumpul. “Waktu itu kita lagi ngumpul di basecamp. Emang lagi meeting untuk mikirin hal – hal tentang Mini album pada saat itu. Kita coba mikirin apa kata yang bisa merepresentasikan keseluruhan lagu lagu di Mini Album ini. Tiba tiba Galuh (Keyboardist) nyeletuk gimana kalo nama Mini Albumnya LOVELORE? Plesetan dari kata Folklore. Sepakat lah kita dengan kata LOVELORE sebagai nama Mini Album kita. Karena kata LOVELORE cukup mewakili lagu lagu pada mini album ini ”

Pada Mini Album ini, juga menjadi kali pertama untuk Arcade Night meriis lagu dengan Bahasa Indonesia. Ini juga menjadi tantangan yang besar untuk Arcade Night karena sebelumnya Arcade Night memakai lirik berbahasa inggris untuk karya – karya mereka.

“Sebenarnya bukan kita gamau nulis lirik pake Bahasa Indonesia. Tapi nulis lirik pake Bahasa Indonesia emang sesulit itu. Kami takut liriknya jadi terkesan cringe. Tapi ya kapan lagi kalo ga dimulai dari sekarang. Semoga di lagu Bahasa Indonesia pertama kami ini juga berkesan baik buat para players. Karena kita juga pengen banyakin lirik berbahasa Indonesia untuk album mendatang”.

Mini Album “LOVELORE” akan diisi dengan 3 track baru.

2 single yang sudah rilis sebelumnya juga akan dijadikan track dalam Mini Album ini. Sehingga menjadikan Mini Album ini berjumlah 5 track.

Mini Album terbaru dari Arcade Night, LOVELORE. Dapat didengarkan di platform musik digital mulai tanggal 14 Februari 2025.

 

 

TENTANG ARCADE NIGHT

Arcade Night berdiri pada tanggal 23 September 2023. Band ini digandrungi oleh 7 orang personil yakni Gabriel Steven Sinaga (Drum), Galuh Muhammad Sufi (Keyboard), Muhammad Adriansyah Lubis (Vocal), Muhammad Arif Anwar Lubis (Vocal), Nazira Aziz (Vocal), Ashari Elva Noer (Bass), Hari Syahputra (Guitar).

3 Bulan setelah berdiri, Arcade Night Merilis single pertama nya yang berjudul “Sweet Stranger”.

Pada bulan Maret 2024, Arcade Night turut berpartisipasi dan juga mengambil gelar Juara 1 pada ajang “Collabonation Tour Talent Hunt”, sebuah kompetisi band yang diselenggarakan oleh IM3 dengan Iga Massardi, Kunto Aji, dan Kill The DJ berlaku sebagai juri pada saat itu.

Saat ini, Arcade Night sudah merilis 2 single yaitu, “Sweet Stranger” pada tahun 2023 dan “Magic Spell” pada pertengahan tahun 2024.

Kini Arcade Night siap untuk membawa para pendengar menjelajahi setiap kisah yang ada pada mini album “LOVELORE”, Euforia dan Melankolia dalam Kompilasi Kisah Cinta.

By admin

Dapurletter is an online media that provides information on music, culture and future information movements.

      dapurletter © 2025