Yonanda Galuh Puspitasari Hadir di WCCE 2026, Bawa Semangat Ekonomi Kreatif Daerah ke Panggung Dunia

Perempuan yang dikenal dengan nama Mary Jona ini menjadi bagian dari representasi jejaring ICCN dalam agenda Suara Ekraf Indonesia: From Voice to Action

- Penulis

Selasa, 3 November 2026 - 09:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kiprah pelaku industri kreatif dari daerah kembali mendapat ruang di panggung internasional. Yonanda Galuh Puspitasari, S.M., mahasiswa Magister Terapan Industri Kreatif Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sekaligus pengurus Indonesia Creative Cities Network (ICCN), turut berpartisipasi dalam The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10/2026) silam.

Perempuan yang dikenal dengan nama Mary Jona ini menjadi bagian dari representasi jejaring ICCN dalam agenda Suara Ekraf Indonesia: From Voice to Action. Kegiatan tersebut menghadirkan pertunjukan kreatif lintas subsektor sebagai medium penyampaian aspirasi, gagasan, dan potensi ekonomi kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Tidak sekadar menghadiri konferensi, Yonanda juga mengambil bagian melalui penampilan musikal dengan membawakan lagu Tanah Air. Penampilan tersebut menjadi salah satu ekspresi seni yang merepresentasikan semangat kebangsaan, keberagaman budaya, serta persatuan dalam ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.

Kegiatan ini turut disaksikan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, bersama jajaran kementerian dan perwakilan jejaring ICCN dari berbagai wilayah Indonesia.

Kehadiran Yonanda dalam forum ekonomi kreatif dunia tersebut memperlihatkan keterlibatan generasi pelaku industri kreatif daerah dalam membangun konektivitas antara komunitas, organisasi, pendidikan, dan industri kreatif nasional.

Partisipasi Yonanda dalam WCCE 2026 tidak terlepas dari tanggung jawab organisasinya di Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Ia mengemban posisi sebagai Wakil Direktur Distribusi Daring pada Direktorat Media & Communication ICCN, di bawah Deputi 5 Strategic Partnership, Branding & Creative Economy.

Dalam peran tersebut, Yonanda menjadi bagian dari jaringan organisasi yang mendorong penguatan komunikasi, distribusi informasi, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan ekonomi kreatif di berbagai daerah.

ICCN sendiri merupakan jejaring yang mempertemukan kota dan kabupaten kreatif di Indonesia. Organisasi ini memiliki perhatian terhadap pengembangan potensi lokal melalui kolaborasi komunitas, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan berbagai elemen ekosistem kreatif lainnya.

Keterlibatan Yonanda menjadi salah satu gambaran bagaimana sumber daya manusia dari daerah dapat mengambil peran dalam jaringan ekonomi kreatif berskala nasional, sekaligus berkontribusi dalam memperluas jangkauan komunikasi dan kolaborasi antardaerah.

Salah satu agenda penting dalam rangkaian WCCE 2026 adalah penyampaian 10 Manifesto Suara Ekonomi Kreatif Indonesia: Dari Daerah untuk Dunia.

Baca Juga :  Last Blood Lepaskan Single Ke 3 dengan "Narasi Pembual"

Manifesto tersebut diserahkan Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya sebagai representasi aspirasi jaringan kota dan kabupaten kreatif di Indonesia.

Dokumen ini merupakan hasil penghimpunan gagasan dari jejaring 277 kota dan kabupaten kreatif yang tersebar di 35 provinsi. Substansinya menyoroti berbagai kebutuhan strategis dalam membangun ekonomi kreatif yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada potensi daerah.

Sepuluh agenda yang diangkat mencakup inovasi berbasis sumber daya lokal, pembangunan berkelanjutan, pengakuan terhadap pelaku kreatif informal, penguatan intermediari dan agregator, serta peningkatan inklusivitas dalam ekosistem ekonomi kreatif.

Selain itu, manifesto turut menekankan pentingnya transformasi digital, penguatan data dan indeks ekonomi kreatif daerah, dukungan regulasi dan kelembagaan, sinergi ekosistem heksaheliks, serta keterlibatan aspirasi daerah dalam pembentukan agenda ekonomi kreatif global.

Melalui manifesto tersebut, ICCN mendorong agar pembangunan ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan industri di kota-kota besar. Potensi komunitas, sumber daya manusia, budaya, dan kekayaan lokal di berbagai daerah juga perlu mendapatkan perhatian dan kesempatan yang setara.

Pesan utama yang dibawa adalah bahwa kekuatan ekonomi kreatif Indonesia justru tumbuh dari keberagaman daerah yang saling terhubung dan mampu berkembang melalui kolaborasi.

Di luar aktivitasnya bersama ICCN, Yonanda memiliki rekam jejak dalam pengembangan industri kreatif di Jawa Timur, khususnya Malang Raya.

Fokus aktivitasnya meliputi pengembangan musik independen, pengelolaan talenta, penyelenggaraan pertunjukan musik, hingga pembangunan jaringan kreator digital dan influencer.

Salah satu inisiatif yang dikembangkannya adalah NAWAKEWED Music Ecosystem, sebuah ekosistem yang berorientasi pada pengembangan musisi independen dan penguatan industri musik berbasis komunitas.

Melalui inisiatif tersebut, Yonanda terlibat dalam menghadirkan ruang pertunjukan dan showcase bagi musisi lokal. Kegiatan ini menjadi sarana bagi talenta musik independen untuk memperkenalkan karya, memperluas jangkauan audiens, membangun pengalaman profesional, serta membuka peluang kolaborasi.

Pengembangan ekosistem musik independen dinilai membutuhkan lebih dari sekadar ruang tampil. Dibutuhkan pula jaringan profesional, pengelolaan talenta, strategi promosi, serta hubungan yang berkelanjutan antara musisi, penyelenggara acara, komunitas, dan industri.

Pendekatan inilah yang menjadi bagian dari aktivitas NAWAKEWED dalam mendorong keberadaan ekosistem musik lokal yang lebih terorganisasi dan memiliki peluang untuk berkembang.

Selain subsektor musik, Yonanda juga mengembangkan NCreators (Network Creators Media), sebuah inisiatif agensi kreatif yang berfokus pada jaringan kreator konten, influencer, dan kolaborasi pemasaran digital.

Melalui NCreators, ia terlibat dalam pengembangan hubungan antara kreator digital, pelaku usaha, dan brand melalui berbagai bentuk kerja sama kreatif.

Aktivitas tersebut mencakup pengembangan kampanye digital, strategi konten, pengelolaan kolaborasi kreator, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi dan pemasaran.

Perkembangan industri kreator digital membuka peluang baru bagi individu maupun komunitas untuk membangun nilai ekonomi melalui kreativitas, identitas personal, dan distribusi konten berbasis teknologi.

Baca Juga :  Makassar Jadi Panggung Masa Depan Musik Indonesia, Appi Bidik Industri Musik sebagai Kekuatan Ekonomi Baru

Dalam konteks tersebut, keberadaan jaringan kreator menjadi salah satu elemen penting yang dapat menghubungkan potensi individu dengan kebutuhan industri dan pasar.

Keterlibatan Yonanda di sektor musik independen dan kreator digital memperlihatkan ruang lingkup aktivitasnya yang mencakup dua bidang ekonomi kreatif dengan karakteristik berbeda, tetapi memiliki kesamaan dalam hal pengembangan talenta, jaringan, dan peluang kolaborasi.

Pengalaman profesional Yonanda juga berjalan beriringan dengan perjalanan akademiknya. Saat ini, ia menempuh pendidikan Magister Terapan Industri Kreatif di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Pendidikan tersebut menjadi bagian dari upayanya memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan industri kreatif, pengembangan ekosistem, strategi kolaborasi, serta keberlanjutan aktivitas ekonomi berbasis kreativitas.

Pengalaman langsung dalam mengembangkan musisi independen, mengelola jaringan kreator digital, dan terlibat dalam organisasi ekonomi kreatif memberikan perspektif praktis yang relevan dengan bidang pendidikan yang tengah ditempuhnya.

Kombinasi pengalaman lapangan dan pendidikan tinggi menjadi modal penting dalam memahami tantangan industri kreatif, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, pengelolaan komunitas, penciptaan nilai ekonomi, hingga pembangunan model kolaborasi yang berkelanjutan.

Dalam industri kreatif yang terus mengalami perubahan akibat perkembangan teknologi dan pola konsumsi masyarakat, kompetensi pengelolaan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan potensi kreativitas dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang produktif.

Keterlibatan Yonanda Galuh Puspitasari dalam WCCE 2026 menjadi bagian dari dinamika semakin terbukanya ruang partisipasi pelaku kreatif daerah dalam forum internasional.

Melalui ICCN, aspirasi yang tumbuh dari berbagai komunitas dan kota kreatif dapat disampaikan dalam ruang dialog yang lebih luas. Sementara itu, pengalaman praktis dari berbagai subsektor industri kreatif menjadi salah satu sumber perspektif dalam memahami kebutuhan pengembangan ekonomi kreatif di tingkat lokal.

Bagi Yonanda, momentum ini mempertemukan tiga ruang aktivitas yang selama ini menjadi bagian dari perjalanannya, yakni organisasi ekonomi kreatif, pengembangan industri kreatif berbasis komunitas, dan pendidikan tinggi.

Partisipasinya juga menunjukkan bahwa kontribusi dalam forum internasional tidak selalu harus datang dari pelaku industri berskala besar. Penggerak komunitas, pengelola talenta, kreator, akademisi, dan profesional dari daerah memiliki kesempatan untuk mengambil peran melalui jejaring serta kolaborasi.

Semangat Dari Daerah untuk Dunia yang diangkat dalam WCCE 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan ekonomi kreatif Indonesia membutuhkan keterlibatan seluruh wilayah, bukan hanya pusat-pusat industri yang telah berkembang.

Dengan kekuatan komunitas, keberagaman potensi lokal, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi lintas sektor, ekonomi kreatif daerah memiliki peluang semakin besar untuk tumbuh dan terhubung dengan pasar yang lebih luas.

Kehadiran Yonanda di WCCE 2026 menjadi salah satu representasi perjalanan tersebut: membawa pengalaman pengembangan ekosistem kreatif dari Malang Raya ke dalam jejaring ekonomi kreatif nasional dan panggung dunia.

Follow WhatsApp Channel dapurletter.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dicinta Duakali Hadirkan Pasar Preloved Berbalut Aksi Donasi di Kemang
PEVS 2026 Catat 35.257 Pengunjung, Optimisme Industri Kendaraan Listrik Kian Menguat
PEVS 2026 Semakin Meriah Jelang Penutupan, Pengunjung Bisa Test Drive Kendaraan Listrik hingga Berburu Cashback Rp2,5 Juta
PEVS 2026 Banjir Promo Kendaraan Listrik, Cashback Rp200 Juta hingga Diskon Rp6 Juta
Jakarta Fair Kemayoran 2027 Siap Digelar Lebih Spektakuler, Hadirkan Area Baru dan Perayaan 500 Tahun Jakarta
Film Laut Bercerita Raih 180.292 Penonton pada Hari Pertama Tayang
Indonesian Dance Festival 2026 Resmi Dibuka, Angkat Dinamika Tari Kontemporer dan Beri Penghargaan kepada Retno Maruti
DFSK Perkenalkan Emblem Baru Kendaraan Komersial di PEVS 2026, Gelora E Jadi Andalan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:07 WIB

Yonanda Galuh Puspitasari Hadir di WCCE 2026, Bawa Semangat Ekonomi Kreatif Daerah ke Panggung Dunia

Senin, 2 November 2026 - 12:26 WIB

PEVS 2026 Catat 35.257 Pengunjung, Optimisme Industri Kendaraan Listrik Kian Menguat

Minggu, 1 November 2026 - 00:46 WIB

PEVS 2026 Semakin Meriah Jelang Penutupan, Pengunjung Bisa Test Drive Kendaraan Listrik hingga Berburu Cashback Rp2,5 Juta

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:26 WIB

PEVS 2026 Banjir Promo Kendaraan Listrik, Cashback Rp200 Juta hingga Diskon Rp6 Juta

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2027 Siap Digelar Lebih Spektakuler, Hadirkan Area Baru dan Perayaan 500 Tahun Jakarta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!