Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026 memasuki hari kedua penyelenggaraan pada Kamis (18/9/2026) di Hall 3A, ICE BSD City, Tangerang. Setelah resmi dibuka sehari sebelumnya, pameran tanaman hias berskala internasional ini semakin semarak dengan berbagai agenda yang mempertemukan pelaku industri, komunitas, kolektor, hingga masyarakat umum.

Penyelenggaraan FLOII Expo 2026 juga bertepatan dengan momentum 149 tahun Karantina Indonesia sekaligus HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia. Selama tiga tahun terakhir, Badan Karantina Indonesia terus mendorong sistem perkarantinaan yang profesional, modern, terintegrasi, serta berorientasi pada pelayanan.

 

Ekspor Florikultura Indonesia Capai Rp4,42 Triliun pada 2025

Dalam sambutannya pada pembukaan FLOII Expo 2026, 17 September 2026, Kepala Badan Karantina Indonesia, H. Abdul Kadir Karding, menyampaikan bahwa potensi industri florikultura Indonesia terus menunjukkan perkembangan.

Berdasarkan data BestTrust, kinerja ekspor florikultura Indonesia mencapai Rp4,42 triliun pada 2025. Sementara itu, sepanjang 1 Januari hingga 14 September 2026, nilai ekspor florikultura Indonesia telah mencapai Rp3,51 triliun.

Sejumlah komoditas florikultura yang menjadi unggulan ekspor antara lain bunga krisan, bibit krisan, bibit lilium, bibit saintpaulia, dan tanaman aquarium. Produk-produk tersebut telah menjangkau lebih dari 96 negara tujuan ekspor.

“Kami memposisikan diri sebagai penjaga biosecurity sekaligus fasilitator perdagangan. Tanaman boleh bergerak melintasi batas negara, namun hama dan penyakit jangan,” ujar Abdul Kadir Karding.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya peran karantina dalam menjaga kesehatan sumber daya hayati sekaligus mendukung kelancaran perdagangan tanaman Indonesia ke pasar internasional.

 

FLOII Expo 2026 Jadi Ruang Bisnis dan Networking

Project Manager FLOII Expo 2026, Samsul Bahri, mengatakan bahwa FLOII Expo tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran tanaman hias. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ruang bertemunya berbagai pihak dalam ekosistem florikultura untuk membangun jaringan dan membuka peluang bisnis.

“Di hari kedua ini kami mendapat respons yang sangat positif dari peserta maupun pengunjung. FLOII menjadi ruang bagi para penggiat tanaman hias, komunitas, dan kolektor untuk saling bertemu, berdiskusi, hingga menjajaki kerja sama bisnis, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Jadi bukan sekadar berbagi hobi, tetapi juga ada nilai ekonomi yang tercipta di sini,” ujar Samsul.

Interaksi antara exhibitor, komunitas, kolektor, dan pengunjung tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem industri tanaman hias yang lebih luas dan berkelanjutan.

 

FLOII Aquascape & Terrarium Competition Jadi Salah Satu Sorotan

Salah satu agenda yang menarik perhatian pada hari kedua adalah FLOII Aquascape & Terrarium Competition. Kompetisi tersebut mempertemukan peserta untuk menunjukkan kreativitas dalam merancang ekosistem mini berbasis air dan tanaman. Proses penjurian berlangsung pada hari yang sama dengan memperhatikan sejumlah aspek, mulai dari estetika dan komposisi hingga teknik perawatan yang diterapkan.

Kehadiran kompetisi aquascape dan terrarium memberikan warna tersendiri bagi FLOII Expo 2026, sekaligus menunjukkan bahwa tanaman dapat dikembangkan menjadi bagian dari karya seni, hobi, dan gaya hidup.

 

Beragam Workshop Edukatif untuk Pengunjung

Hari kedua FLOII Expo 2026 juga diramaikan dengan berbagai workshop yang menghadirkan praktisi dan pakar di bidang tanaman serta ekosistem pendukungnya. Workshop Lilin Aromaterapi yang dibawakan Muhamad Rapli, edukator dari Kebun Raya Bogor, mengajak peserta mengenal pemanfaatan tanaman aromatik dalam pembuatan lilin aromaterapi.

Sementara itu, Teguh Iman, Koordinator Pembibitan dan Pertamanan Kebun Raya Cibodas, membawakan workshop Dry Terrarium. Sesi tersebut memperkenalkan teknik merancang terrarium kering yang dapat dipraktikkan oleh pemula maupun penghobi tanaman.

Bagi penggemar tanaman Hoya, FLOII Expo 2026 menghadirkan dua sesi workshop bersama BS Dharma. Materi pertama membahas teknik dasar perbanyakan Hoya menggunakan media air, sedangkan sesi lanjutan mengupas teknik penataan Hoya secara lebih mendalam.

Pengunjung juga dapat menyaksikan Live Demo Aquascape bersama Arsakha Yusuf dan Narto Nato. Demonstrasi ini memberikan panduan praktis bagi masyarakat yang ingin mencoba membuat aquascape sendiri di rumah.

 

Art Plant Music Hadirkan Perpaduan Tanaman dan Musik

Tidak hanya menghadirkan edukasi dan kompetisi, FLOII Expo 2026 juga mengeksplorasi tanaman melalui pendekatan seni dan gaya hidup.

Suasana hari kedua semakin hidup dengan kehadiran kembali Art Plant Music by Onion Jams. Program tersebut menghadirkan pengalaman kreatif yang memadukan tanaman dan musik sebagai bagian dari eksplorasi konsep FLOII Expo 2026.

Perpaduan tersebut memperlihatkan bahwa tanaman tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan ekologis, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengalaman seni, kreativitas, dan gaya hidup masyarakat urban.

 

FLOII Expo 2026 Berlangsung hingga 20 September

FLOII Expo 2026 masih akan berlangsung hingga Minggu, 20 September 2026, di Hall 3A, ICE BSD City, Tangerang. Pameran ini menghadirkan lebih dari 120 exhibitor dari dalam dan luar negeri, sehingga masyarakat masih memiliki kesempatan untuk melihat beragam tanaman hias, bertemu komunitas dan pelaku industri, mengikuti berbagai kegiatan edukatif, sekaligus membuka peluang bisnis baru di sektor florikultura.

Bagi masyarakat yang ingin mengunjungi FLOII Expo 2026, tiket dapat dibeli melalui situs resmi FLOII Expo.

 

Harga tiket yang tersedia:

– Daily Pass Weekday: Rp35.000

– Daily Pass Weekend: Rp50.000

– Tiket Terusan 4 Hari: Rp100.000

Informasi terbaru mengenai jadwal, program, exhibitor, dan kegiatan FLOII Expo 2026 juga dapat diikuti melalui akun Instagram @floii_expo.

Dengan perpaduan antara pameran, edukasi, kompetisi, komunitas, seni, dan peluang bisnis, FLOII Expo 2026 menjadi salah satu ruang pertemuan penting bagi perkembangan ekosistem florikultura Indonesia.

dapurletter © 2023