Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2026 resmi dibuka dengan membawa tema “The World We Draw”. Memasuki penyelenggaraan ketiganya, JICAF kembali menghadirkan ruang pertemuan bagi ilustrator, seniman, brand, komunitas, hingga berbagai pelaku industri kreatif.
Tahun ini, JICAF tidak hanya menempatkan ilustrasi sebagai karya visual yang dipamerkan. Lebih jauh, ilustrasi diposisikan sebagai medium bagi kreator untuk menerjemahkan pengalaman, gagasan, identitas, dan cara mereka melihat dunia.
Tema The World We Draw menjadi gambaran bagaimana setiap kreator memiliki perspektif dan dunia visual yang berbeda. Pertemuan berbagai perspektif tersebut kemudian membuka kemungkinan baru ketika ilustrasi bersinggungan dengan fashion, craft, lifestyle, teknologi, hingga industri lainnya.
JICAF Berkembang Menjadi Ruang Ekosistem Kreatif
Sejak penyelenggaraan pertamanya, JICAF terus berkembang. Jika sebelumnya lebih dikenal sebagai art fair, penyelenggaraan tahun ketiga ini memperlihatkan upaya JICAF untuk menjadi bagian dari ekosistem kreatif yang lebih luas.
Pameran, program, special project, dan kolaborasi menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung. Karya para artist tidak hanya hadir sebagai objek untuk dilihat, tetapi juga menjadi titik awal terjadinya pertemuan antara kreator, audiens, komunitas, dan brand.
Co-Founder & Fair Director JICAF, Sunny Gho, mengatakan bahwa tema tahun ini berangkat dari keberagaman dunia yang dimiliki setiap kreator. “The World We Draw adalah tentang bagaimana setiap kreator punya dunianya sendiri untuk dibagikan. Bagi kami, JICAF adalah ruang yang mempertemukan dunia-dunia tersebut, sekaligus membuka kesempatan agar karya, ide, dan kreativitas bisa bertemu dengan lebih banyak pihak.”
Sejumlah nama turut hadir dalam JICAF 2026, di antaranya Rinaldo Hartanto x LEKAT, Stereoflow, Machine 56, Pronto Pixel, BART, dan Fluxcup. Masing-masing membawa karakter visual serta pendekatan kreatif yang berbeda.
Keberagaman tersebut memperlihatkan bahwa ilustrasi memiliki ruang yang luas untuk berkembang dan berinteraksi dengan berbagai bentuk kreativitas lainnya.
Stereoflow dan Psychloop Bawa Sepeda ke Ranah Creative Arts
Salah satu kolaborasi yang menarik perhatian hadir melalui Stereoflow x Psychloop. Keduanya menghadirkan Special Drop di JICAF 2026 dengan berangkat dari ketertarikan yang sama terhadap sepeda serta pengalaman yang berkembang bersama cycling community.
Kolaborasi tersebut tidak hanya berbicara mengenai produk, tetapi juga mencoba mempertemukan fungsi dengan kreativitas dalam kehidupan sehari-hari para pesepeda.
“Kolaborasi Stereoflow dan Psychloop lahir dari shared passion terhadap sepeda dan pengalaman yang tumbuh bersama cycling community. Melalui Special Drop di JICAF 2026, kami ingin menghadirkan produk yang bukan hanya fungsional untuk everyday cyclists, tetapi juga membawa kreativitas dan semangat untuk membuat pengalaman bersepeda terasa lebih menyenangkan,” ujar Stereoflow dan Psychloop.
Kehadiran proyek ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kultur komunitas dapat menjadi sumber inspirasi dalam menghasilkan karya dan produk kreatif.
Fluxcup Hadirkan DUBKIL PROJECT yang Interaktif
Pengalaman berbeda ditawarkan Fluxcup melalui DUBKIL PROJECT (Dubbing Kilat). Dalam proyek ini, pengunjung dapat direkam secara langsung di area pameran. Video tersebut kemudian mendapatkan versi dubbing dengan gaya absurd dan nihilist khas Fluxcup hanya dalam waktu sekitar 10 detik.
Menariknya, proses tersebut dilakukan tanpa script dan retake. Hasil dubbing diberikan langsung kepada peserta dan selanjutnya dikompilasi untuk dibagikan melalui akun Instagram @flux.cup.
“Untuk exhibition ini, saya membawa signature style saya melalui DUBKIL PROJECT. Pengunjung bisa langsung merekam video di lokasi dan audionya akan di-redub dalam waktu sekitar 10 detik dengan gaya absurd dan nihilist saya. Tidak ada script, retake, atau request hasil akhirnya langsung menjadi bagian dari proyek ini,” kata Fluxcup.
Konsep tersebut membuat pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari karya yang berlangsung di ruang pamer.
Saat Ilustrasi Bertemu Fashion, Kuliner, dan Material
Salah satu kekuatan JICAF 2026 terlihat dari semakin terbukanya batas antara ilustrasi dengan bidang kreatif lainnya. Rinaldo Hartanto x LEKAT, misalnya, mempertemukan ilustrasi, fashion, dan craft melalui eksplorasi folklore serta volcanic imagery.
Kolaborasi ini juga memanfaatkan leftover fabrics dari LEKAT yang kemudian diolah menggunakan teknik patchwork. Material tersebut diterjemahkan menjadi sejumlah produk, termasuk Patchwork Bag dan Cap. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa karya visual dapat diteruskan menjadi objek yang memiliki fungsi sekaligus nilai artistik.
Disney Jajan Hadirkan Karakter Disney dalam Perspektif Lokal
JICAF 2026 juga menjadi tempat peluncuran Disney Jajan, sebuah kolaborasi antara Disney Indonesia dengan ilustrator lokal yang difasilitasi oleh enMasse sebagai penyelenggara JICAF. Proyek ini mengajak ilustrator untuk memberikan interpretasi terhadap karakter Disney, khususnya Stitch dan Angel, melalui perspektif budaya jajanan dan street food Indonesia.
Tiga ilustrator terlibat dalam proyek tersebut, yaitu Ykha Amelz, WD Wily, dan Liunic. Masing-masing membawa gaya visual dan perspektif berbeda dalam menerjemahkan karakter Disney ke dalam konteks budaya lokal.
Pertemuan antara karakter global dan elemen keseharian Indonesia tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana ilustrasi dapat menjadi medium untuk menciptakan interpretasi baru terhadap sebuah karakter.
TACO Hadir sebagai Bagian dari Eksplorasi Creative Arts
Selain seniman dan proyek kolaborasi, JICAF 2026 juga memperluas keterlibatan sektor industri melalui kehadiran TACO, perusahaan penyedia solusi building material, sebagai salah satu brand partner.
Kolaborasi tersebut membawa perspektif mengenai bagaimana material dapat menjadi bagian dari proses creative arts dan hadir lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kehadiran brand dari sektor berbeda di dalam ekosistem JICAF memperlihatkan semakin luasnya kemungkinan kolaborasi antara industri kreatif dan berbagai bidang lainnya.
JICAF 2026 dan Masa Depan Ekosistem Kreatif
Lebih dari sekadar agenda pameran, JICAF 2026 memperlihatkan bagaimana ilustrasi dapat menjadi titik temu berbagai komunitas dan industri.
Dari cycling culture, fashion, craft, kuliner, entertainment, hingga building material, berbagai proyek yang hadir menunjukkan bahwa karya ilustrasi dapat berkembang ketika bertemu dengan konteks dan perspektif yang berbeda.
Sunny Gho menegaskan bahwa semangat tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan JICAF.
“Pada akhirnya, The World We Draw bukan hanya tentang apa yang kita gambar, tetapi juga tentang dunia yang terbentuk ketika berbagai perspektif bertemu. Kami ingin JICAF terus menjadi tempat di mana kreator bisa menemukan audiens, membangun koneksi, dan melihat lebih banyak kemungkinan dari karya mereka.”
Melalui JICAF 2026, ilustrasi dan creative arts kembali ditempatkan bukan hanya sebagai produk visual, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang memungkinkan terjadinya pertemuan antara karya, komunitas, brand, audiens, dan peluang kolaborasi.
Dengan semangat The World We Draw, JICAF menunjukkan bahwa setiap kreator memiliki dunia yang dapat dibagikan—dan ketika dunia-dunia tersebut bertemu, terbuka kemungkinan lahirnya bentuk kreativitas baru.
