Unit rock n roll asal Medan Timur, The ASID (The Anwar Sadad Is Dead) kembali merilis karya terbaru berjudul “Money”. Lagu ini menjadi kritik tajam terhadap materialisme dan realitas kehidupan kelas pekerja yang terjebak dalam sistem yang serba uang.
Digawangi Anwar Sadad (vokal, gitar), Fazil Iskandar (gitar), Andi Prayudi (bass), dan Sanders Gultom (drum), The ASID menghadirkan “Money” sebagai kelanjutan perjalanan mereka setelah debut single “Back Where I Belong” yang dirilis pada akhir tahun lalu.
Secara musikal, “Money” mengusung rock n roll maskulin dengan fondasi blues yang kental. Distorsi gitar tajam, riff lugas namun ganjil, serta groove drum yang menghentak menjadi tulang punggung lagu berdurasi lebih dari empat menit ini. Chorus vokalnya kuat dan mudah diteriakkan—membuatnya terasa seperti anthem.
Kritik Materialisme dari Sudut Pandang Musisi Independen
Lirik “Money” ditulis langsung oleh Anwar Sadad. Lagu ini menggambarkan kehidupan para pekerja—termasuk musisi independen—yang memulai hari dengan mimpi besar, namun harus berhadapan dengan tekanan ekonomi, tagihan, dan sistem kapital yang terasa tidak berpihak.
“Lagu ini tidak mengagungkan uang, tapi juga tidak menutup mata bahwa uang memang kebutuhan utama yang tidak terhindarkan. Uang mungkin mengatur segalanya, tapi jiwa dan harga diri tidak bisa dibeli,” ujar Anwar.
Di bagian akhir lagu, The ASID menyelipkan kalimat dalam bahasa Batak: “Hepeng Do Ai Mangatur Nagaraon” yang berarti “Uang yang mengatur negara ini.”
Kalimat tersebut menjadi penutup bernuansa politis—sebuah sindiran tajam terhadap realitas kekuasaan yang kerap dikendalikan oleh uang.
Diproduksi di Medan
Proses rekaman “Money” dilakukan di Showbox Studio, Medan pada akhir 2025. Lagu ini juga menghadirkan Tama Situmorang sebagai vokal latar.
Sementara proses mixing dan mastering ditangani oleh Zaini Vila Putra, engineer dari Showbox Studio yang turut memberi sentuhan akhir pada karakter suara lagu ini.
Untuk visual single, The ASID menggandeng Yuhka Sundaya, artworker sekaligus gitaris Being Humans asal Bandung. Artwork tersebut menggambarkan dunia yang penuh tekanan dalam mengejar uang—dengan visual sibuk, panik, dan tulisan “Money” dengan bayangan darah sebagai simbol pengorbanan.
Sudah Tersedia di Platform Streaming
Single “Money” telah dirilis sejak 26 Januari 2026 dan kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, Deezer, dan YouTube Music.
Melalui lagu ini, The ASID kembali menegaskan identitas mereka: rock n roll berakar blues dengan lirik yang jujur, keras, dan penuh kritik sosial.








