Bencana ekologis akibat hilangnya pepohonan kian nyata. Banjir bandang hingga longsor menjadi alarm keras bagi banyak pihak.
Dari keresahan itu, musisi dan penulis lagu Sandy Canester merilis single terbaru berjudul “Pohon”, sebuah karya reflektif tentang relasi manusia dan alam.
Lewat lagu ini, Sandy menghadirkan pohon sebagai simbol yang hidup—menjadi saksi perjalanan manusia, hadir dalam diam, namun kerap terlupakan. Ia menulis lirik dari sudut pandang pohon: mendengar cerita, menyaksikan sedih dan bahagia, serta setia menemani waktu demi waktu.
Lirik “Pohon” terasa jujur dan puitis. Hubungan yang digambarkan bukan sekadar tentang alam, tetapi tentang sikap manusia yang sering datang saat butuh dan pergi saat merasa cukup.
“Kita datang saat butuh, bersandar saat rapuh, tapi lupa menjaga ketika sudah merasa kuat,” ujar Sandy dalam keterangan tertulisnya.
Sandy menegaskan bahwa pohon juga memiliki siklus hidup: tumbuh, berkembang, hingga akhirnya mati—bahkan tak jarang demi kepentingan manusia. Pesan itu disampaikan tanpa nada menggurui. Ia memilih pendekatan lembut, mengajak pendengar berhenti sejenak dan merenung.
Dalam perilisan “Pohon”, Sandy bekerja sama dengan NOICE, platform content streaming yang menghadirkan musik, podcast, film, hingga radio streaming. Lagu ini dirilis secara eksklusif dan berbayar melalui sistem pay-per-content di NOICE.
Tak hanya soal distribusi, kolaborasi ini juga membawa misi sosial. Sebagian hasil penjualan lagu akan disalurkan untuk program donasi penanaman dan pelestarian pohon di Indonesia.
Secara musikal, “Pohon” hadir dengan aransemen tenang dan emosional. Nuansanya intim, memberi ruang bagi pendengar untuk memaknai lagu secara personal. Bagi Sandy, dampak lebih penting daripada sekadar popularitas.
“Lagu ini tidak saya buat untuk menjadi ramai. Saya hanya berharap ‘Pohon’ bisa menemani, terutama bagi mereka yang sedang lelah,” pungkasnya.
Single “Pohon” juga akan diperkuat dengan video musik berkonsep visual minimalis yang sarat makna—sejalan dengan pesan reflektif yang diusungnya.
Dengan “Pohon”, Sandy Canester bukan hanya merilis lagu, tetapi juga menghadirkan pengingat: manusia dan alam diciptakan untuk saling menjaga, bukan saling menghabiskan.
