Menyambut Tahun Baru Imlek, Nadine Abigail, Sheny Liega, Safa Polly, dan Alexandra Jessica berkolaborasi dalam single spesial berjudul Lampion Menyala. Lagu ini hadir sebagai karya perayaan yang hangat, penuh makna, sekaligus merefleksikan nilai kebersamaan, harapan baru, dan doa-doa baik yang identik dengan momen Imlek.
“Lampion Menyala” menangkap atmosfer khas Tahun Baru Imlek yang sarat cahaya dan kebahagiaan. Liriknya menggambarkan momen sederhana namun bermakna—berkumpul bersama keluarga, berbagi kehangatan, dan merayakan kebersamaan. Nuansa tersebut terasa kuat melalui penggalan lirik yang menyoroti suasana rumah, senyum orang terdekat, serta lampion merah yang menyala sebagai simbol harapan.
Christian Bong selaku Executive Producer menjelaskan bahwa lagu ini merupakan bentuk penghormatan bagi komunitas Tionghoa Indonesia yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari bangsa. Ia menegaskan bahwa “Lampion Menyala” tidak membatasi identitas, melainkan merayakan budaya sebagai ruang bersama. Bahasa dan ekspresi budaya, menurutnya, dapat dirayakan lintas latar belakang tanpa menghilangkan identitas keindonesiaan.
Bagian chorus memperkuat semangat perayaan dengan ungkapan khas Imlek seperti Xīn nián kuài lè, Wàn shì rú yì, dan Gōng xǐ fā cái. Perpaduan lirik berbahasa Indonesia dan Mandarin menjadikan lagu ini terasa autentik sekaligus inklusif, mencerminkan keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Indonesia.
Kolaborasi ini juga melibatkan Indomusikgram sebagai bagian dari pesan kebersamaan. Nadine Abigail menyebut lagu ini sebagai ajakan merayakan toleransi secara nyata, bukan sekadar slogan. Sementara Sheny Liega memandang “Lampion Menyala” sebagai simbol sukacita yang bisa dinikmati siapa saja, tanpa memandang latar belakang etnis.
Bagi Safa Polly, lagu ini menjadi representasi bahwa warisan budaya dapat diapresiasi lintas identitas. Alexandra Jessica pun menambahkan bahwa Imlek dalam lagu ini dimaknai sebagai cahaya, harapan, dan cinta yang terus menerangi langkah bersama sebagai satu bangsa.
Secara musikal, harmoni vokal keempat penyanyi terdengar lembut namun tetap ceria. Karakter suara yang saling melengkapi memperkuat pesan persatuan, menjadikan “Lampion Menyala” sebagai karya perayaan yang intim sekaligus meriah.
Diharapkan, “Lampion Menyala” dapat menjadi soundtrack Imlek tahun ini—menemani momen berkumpul, berbagi, dan menyambut tahun baru dengan optimisme. Lagu ini mengingatkan bahwa cahaya harapan akan selalu menyala, selama dirayakan bersama.













