Menjelang 25 tahun perjalanan bermusik, MALIQ & D’Essentials kembali menegaskan semangat eksplorasi melalui single terbaru bertajuk “Arah Labuh”. Lagu ini menjadi penanda perjalanan baru bagi grup musik tersebut sekaligus membuka rangkaian menuju exhibition dan album terbaru yang dijadwalkan rilis pada November.
Ditulis oleh Widi Puradiredja dan Indah Wisnuwardhana bersama seluruh personel MALIQ & D’Essentials, “Arah Labuh” mengangkat gagasan tentang keberanian menjalani perjalanan hidup tanpa harus memiliki semua jawaban sejak awal. Melalui lagu ini, setiap langkah dipandang sebagai kesempatan untuk memperoleh pengalaman, menemukan perspektif baru, dan membangun cerita yang berarti.
Semangat tersebut tergambar sejak penggalan lirik pembuka, “Lihat bintang yang terjauh, mari ke sana menyentuh.” Kalimat ini merepresentasikan dorongan untuk melampaui batas yang dikenal, berani mencoba hal baru, serta membuka diri terhadap berbagai kemungkinan yang belum terbayangkan.
“Arah Labuh” Bicara tentang Keberanian Menjalani Proses
Menggunakan metafora bintang, samudra, dan tempat berlabuh, MALIQ & D’Essentials menyampaikan pesan bahwa perjalanan tidak selalu berlangsung sesuai rencana. Keraguan, kesalahan, hingga perubahan arah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses menemukan tujuan.
Hal tersebut diperkuat melalui penggalan lirik, “Adakala hilang arah, kita ’kan buat salah.” Alih-alih menggambarkan ketidakpastian sebagai sesuatu yang harus ditakuti, lagu ini menempatkannya sebagai pengalaman yang wajar dalam kehidupan.
Nuansa optimistis juga hadir melalui lirik “Sedikit bersedih lalu balik tertawa” dan “Berlama sendu jangan, yang seru akan datang.” Pesan tersebut mengajak pendengar untuk memberi ruang bagi berbagai emosi tanpa kehilangan keberanian untuk melanjutkan perjalanan.
Lewat pendekatan yang hangat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, “Arah Labuh” menawarkan perspektif bahwa hidup tidak harus selalu berjalan sempurna untuk tetap memberikan kebahagiaan. Terkadang, keputusan untuk mengambil satu langkah berikutnya sudah menjadi awal dari perubahan yang lebih besar.
Menjelang 25 Tahun, MALIQ & D’Essentials Terus Bereksplorasi
Pesan dalam “Arah Labuh” memiliki keterkaitan dengan perjalanan MALIQ & D’Essentials sebagai salah satu nama yang dikenal dalam perkembangan musik Indonesia. Selama hampir seperempat abad, grup ini terus bertumbuh bersama pendengarnya, mengeksplorasi berbagai warna musikal, dan menjaga karakter yang menjadi identitas mereka.
Kehadiran single ini sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan panjang tidak harus berhenti pada pencapaian masa lalu. Sebaliknya, pengalaman yang terkumpul dapat menjadi pijakan untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Bagi MALIQ & D’Essentials, eksplorasi bukan sekadar upaya memperluas warna musik, melainkan juga cara untuk terus membangun hubungan dengan pendengar dari berbagai generasi.
Album Terbaru Hadirkan Kolaborasi Lintas Generasi
“Arah Labuh” menjadi pintu masuk menuju exhibition dan album terbaru MALIQ & D’Essentials. Rangkaian tersebut membawa narasi yang lebih luas mengenai proses kreatif, pertemuan, serta berbagai pengalaman yang membentuk fase berikutnya dalam perjalanan mereka.
Album terbaru ini dijadwalkan rilis pada 11 November dan menghadirkan kolaborasi bersama Bilal Indrajaya, Perunggu, serta Rhoma Irama. Kehadiran musisi dengan karakter dan latar musikal berbeda membuka peluang bagi pertemuan perspektif yang beragam dalam satu proyek.
Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya MALIQ & D’Essentials untuk terus mengeksplorasi kemungkinan baru tanpa meninggalkan identitas musikal yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Secara musikal, “Arah Labuh” tetap mempertahankan karakter hangat dan organik yang lekat dengan MALIQ & D’Essentials. Harmoni vokal yang kaya, permainan instrumen yang dinamis, serta aransemen yang mengalir membangun suasana yang terasa lapang, sekaligus memberikan energi bagi pesan optimistis di dalamnya.
“Arah Labuh” Menjadi Awal Cerita Menuju 2027
Menjelang usia 25 tahun, “Arah Labuh” dapat dibaca sebagai refleksi sekaligus pernyataan tentang arah perjalanan MALIQ & D’Essentials ke depan. Fokusnya bukan semata-mata menengok pencapaian yang telah diraih, melainkan membuka ruang bagi pengalaman, karya, dan pertemuan baru.
Melalui single ini, MALIQ & D’Essentials mengingatkan bahwa perjalanan tidak selalu ditentukan oleh seberapa cepat seseorang mencapai tujuan. Ada kalanya proses mencoba, tersesat, dan kembali melangkah justru menjadi bagian paling berharga.
Sebab, berlabuh tidak selalu berarti perjalanan telah berakhir. Terkadang, menemukan tempat untuk berlabuh justru memberikan keberanian untuk kembali berangkat.
Single “Arah Labuh” kini tersedia di seluruh platform musik digital dan menjadi bagian dari perjalanan MALIQ & D’Essentials menuju babak berikutnya dalam karier mereka.













