Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan YE Live in Jakarta 2026 yang menghadirkan YE, yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 24 Oktober 2026.
Dukungan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konferensi pers YE Live in Jakarta 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Pramono mengatakan, konser YE menjadi salah satu momentum untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi wisata musik dan kota global. Dukungan Pemprov DKI mencakup sejumlah aspek, antara lain transportasi, ekonomi kreatif, serta pengamanan dan ketertiban melalui perangkat daerah terkait.
“Pemerintah DKI Jakarta siap memberikan dukungan sepenuhnya. Baik yang berkaitan dengan perhubungan, ekonomi kreatif, maupun Satpol PP,” ujar Pramono.
Jakarta Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara dan Oseania
Jakarta menjadi satu-satunya kota di kawasan Asia Tenggara dan Oseania yang masuk dalam rangkaian tur YE 2026. Konser tersebut juga menjadi penampilan perdana YE di Indonesia.
Menurut Pramono, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan Jakarta kepada wisatawan dari berbagai negara.
Antusiasme internasional terhadap konser ini terlihat sejak penjualan tiket dibuka. Marketing and Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja, mengatakan sebanyak 52,8 persen pembelian tiket dalam 24 jam pertama berasal dari penggemar di 73 negara.
Promotor juga memproyeksikan lebih dari 15.000 wisatawan mancanegara datang ke Jakarta untuk menyaksikan konser tersebut.
Sejumlah negara yang disebut sebagai asal penonton internasional antara lain Australia, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Thailand, Hong Kong, Jepang, Inggris, Jerman, Vietnam, dan Selandia Baru.
Pramono juga menyebut Australia menjadi salah satu pasar luar negeri dengan pembelian tiket terbanyak.
Pemprov DKI Siapkan Dukungan Transportasi dan Pengamanan.
Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan dukungan operasional untuk memastikan penyelenggaraan konser berjalan lancar. Salah satu perhatian utama adalah pengaturan lalu lintas. Pasalnya, konser YE di GBK berlangsung berdekatan dengan penyelenggaraan Jakarta Running Festival yang diperkirakan melibatkan sekitar 35.000 peserta.
Karena itu, Pemprov DKI akan melakukan koordinasi antarpihak untuk mengatur mobilitas masyarakat dan penonton agar kedua kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan baik.
Selain transportasi, dukungan pemerintah daerah juga diarahkan pada pengamanan, ketertiban, serta sektor ekonomi kreatif.
Konser Internasional Jadi Penggerak Wisata Musik Jakarta
Pemprov DKI melihat penyelenggaraan konser berskala internasional sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif Jakarta.
Data Pemprov DKI menunjukkan, pada semester pertama 2026 Jakarta mencatat 8,82 juta perjalanan wisatawan nusantara dan 1,04 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Kunjungan wisatawan mancanegara tersebut meningkat 8,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kehadiran wisatawan untuk menyaksikan konser juga berpotensi memberikan aktivitas ekonomi bagi berbagai sektor, mulai dari hotel dan akomodasi, transportasi, kuliner, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata.
Karen mengatakan musik dapat menjadi salah satu alasan wisatawan datang ke Jakarta sekaligus mengeksplorasi berbagai destinasi lainnya di Indonesia.
Usung Konsep Panggung 360 Derajat
Dari sisi produksi, YE Live in Jakarta 2026 akan menghadirkan konsep Globe Stage, yakni panggung dengan konsep 360 derajat yang dirancang memberikan pengalaman visual berbeda bagi penonton dari berbagai kategori tiket.
Konsep tersebut menjadi bagian dari pengalaman konser yang tidak hanya berfokus pada penampilan artis, tetapi juga tata panggung dan pengalaman penonton. Dengan dukungan pemerintah daerah serta tingginya minat penonton dari berbagai negara, YE Live in Jakarta 2026 diproyeksikan menjadi salah satu agenda musik internasional yang turut memperkuat aktivitas wisata dan ekonomi kreatif Jakarta pada 2026.
Bagi Jakarta, penyelenggaraan konser ini tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem music tourism dan memperkenalkan ibu kota kepada wisatawan internasional.
