Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) resmi meluncurkan The Kaldera Festival 2026 di Toba Caldera Resort, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Kamis (27/8/2026). Festival yang berlangsung hingga 6 September 2026 ini menjadi bagian dari peringatan World Lake Day atau Hari Danau Sedunia sekaligus ruang kolaborasi bagi seni, budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata di kawasan Danau Toba.
Mengusung tema “Rooted in Toba, Bringing People Together”, The Kaldera Festival 2026 menghadirkan berbagai program yang melibatkan seniman, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, generasi muda, hingga pelaku industri pariwisata.
Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga mendorong terciptanya kegiatan pariwisata yang berkelanjutan serta memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya.
Pameran Toba in Many Forms Angkat Karya Seniman Lokal
Salah satu agenda utama The Kaldera Festival 2026 adalah Pameran Toba in Many Forms. Pameran ini menghadirkan karya sejumlah seniman dan komunitas yang merepresentasikan berbagai perspektif mengenai Danau Toba dan Sumatera Utara.
Sejumlah seniman dan komunitas yang terlibat antara lain Torang Sitorus, Jabu Bonang, Jeane Halim, Komunitas Fotografer Danau Toba, Urban Sketch Medan, Boniaga, Jabu Sihol, serta Managam Samosir.
Kehadiran pameran tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan sekaligus membuka ruang bagi karya seni untuk menjadi bagian dari pengembangan destinasi.
Plt. Direktur Utama BPODT, Arditama Nusantara Putra, mengatakan The Kaldera Festival digagas dengan mengangkat karya seniman dari kawasan Danau Toba dan Sumatera Utara.
“Kami menggagas kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Danau Sedunia berupa festival dan pameran yang mengangkat karya-karya seniman Danau Toba dan Sumatera Utara.”
Menurut Arditama, seni juga dapat menjadi medium untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian Danau Toba.
“Karya seni juga dapat menjadi medium untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga Danau Toba. Melalui karya di ruangan ini kita melihat begitu banyak yang harus kita jaga bersama tentang Danau Toba,” ujarnya.
BPODT berharap rangkaian kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan berkelanjutan sehingga menciptakan alternatif aktivitas wisata yang dapat dinikmati wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dorong Pendidikan Seni melalui Gerakan Seniman Masuk Sekolah
Selain menghadirkan ruang bagi seniman dan komunitas, BPODT turut memperkuat pengembangan talenta muda melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang dijalankan bersama Kementerian Kebudayaan.
Pada 2026, program tersebut menyasar enam sekolah menengah pertama (SMP) yang berada di Kabupaten Toba, Samosir, dan Humbang Hasundutan.
Arditama menilai pendidikan seni bagi generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budaya di kawasan Danau Toba.
“Hasil kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan kita bisa menggandeng sekolah-sekolah di Kawasan Danau Toba untuk bisa memperkuat kemampuan seni siswa. Ini sangat penting untuk masa depan budaya kita,” katanya.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan seni dan budaya lokal kepada generasi muda yang nantinya diharapkan dapat menjadi bagian dari keberlanjutan ekosistem kreatif di kawasan Danau Toba.
Seni dan Ekonomi Kreatif Jadi Strategi Promosi Danau Toba
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Yuda P. Setiawan, mengatakan peringatan Hari Danau Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif Danau Toba.
Menurutnya, seni memiliki potensi besar sebagai medium promosi destinasi wisata hingga tingkat internasional.
“Seni dapat menjadi medium promosi Danau Toba hingga ke tingkat internasional. Dari lukisan, ekonomi kreatif, fotografi, musik, dan tari kita bisa mempromosikan Danau Toba yang menarik pandangan dunia,” ujar Yuda.
Ia menilai penyelenggaraan The Kaldera Festival juga dapat memberikan dampak terhadap kunjungan wisata serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. “Dengan event ini akan mampu menaikkan kunjungan di Kabupaten Toba. Kolaborasi dengan pelaku wisata dan UMKM yang berkembang akan membuat kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lanjut Yuda, juga membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan berbagai kegiatan pariwisata di kawasan Danau Toba. “Kami sangat terbuka untuk kolaborasi kegiatan-kegiatan kepariwisataan kita di Danau Toba.”
Hadirkan Ruang bagi Talenta Muda
The Kaldera Festival 2026 juga menghadirkan program Kaldera Rising Heroes, yang terdiri atas Kaldera Fest Music Competition dan Kaldera Fest Young Runway.
Program tersebut dirancang sebagai ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan potensi kreatif sekaligus mengenal lebih dekat seni dan budaya lokal.
Selain itu, festival turut menghadirkan Lake Toba Traditional Music Festival (LTTMF) 6.0 yang diinisiasi Rumah Karya Indonesia.
Rangkaian kegiatan lainnya adalah From Toba to the World (FTTW) yang menghadirkan sesi diskusi, pertunjukan kreatif, serta pengalaman gastronomi.
Beragam program tersebut memperlihatkan pendekatan The Kaldera Festival 2026 yang tidak hanya berfokus pada pertunjukan, tetapi juga membangun ekosistem yang mempertemukan berbagai sektor kreatif dan pariwisata.
Memperkuat Pariwisata Berkelanjutan di Danau Toba
Melalui rangkaian festival, pameran, kompetisi, pertunjukan seni, diskusi, hingga aktivitas yang melibatkan generasi muda, The Kaldera Festival 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya.
Keterlibatan seniman, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, masyarakat, serta industri pariwisata juga membuka peluang terciptanya kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan destinasi.
Lebih dari sekadar festival, The Kaldera Festival 2026 menjadi ruang perjumpaan untuk merayakan kekayaan Danau Toba sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, budaya, dan keberlanjutan pariwisata.
Sedikit tentang The Kaldera Festival 2026
The Kaldera Festival 2026 merupakan perayaan budaya, musik, ekonomi kreatif, pariwisata, dan lingkungan yang diselenggarakan di Toba Caldera Resort oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) bersama Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia serta berbagai mitra.
Mengusung tema “Rooted in Toba, Bringing People Together”, festival ini menjadi ruang perjumpaan masyarakat, komunitas, pelaku kreatif, industri pariwisata, dan wisatawan untuk merayakan kekayaan Danau Toba sekaligus mendorong pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
