Di tengah derasnya konten musik di media sosial, nama Giovanny Daza mendadak ramai diperbincangkan oleh penggemar rock Indonesia. Gitaris death metal asal Kolombia itu menarik perhatian setelah mengunggah video cover sejumlah lagu rock Indonesia di Instagram dan Facebook.
Selama ini, Giovanny dikenal sebagai pendiri dan gitaris band death metal BAAL. Ia kerap memainkan lagu-lagu dari Metallica, Black Sabbath, Korn, Slipknot, Iron Maiden, Sepultura, hingga Avenged Sevenfold. Namun menariknya, justru cover lagu-lagu rock Indonesia yang mencatatkan respons paling tinggi.
Hingga akhir Mei 2026, video cover “Kau Pikir Kaulah Segalanya” milik Edane telah ditonton lebih dari 581 ribu kali di Facebook Reels. Sementara cover “Tragedi” dari Boomerang menembus sekitar 208 ribu tayangan. Angka tersebut jauh melampaui sebagian besar video cover lagu metal internasional di kanalnya yang umumnya hanya memperoleh ribuan penonton.
Fenomena serupa juga terlihat di Instagram. Cover “Tragedi” meraih sekitar 70 ribu penonton, sedangkan “Pelangi” milik Boomerang telah ditonton lebih dari 52 ribu kali. Sebaliknya, mayoritas cover lagu rock dan metal dunia yang diunggah Giovanny hanya mendapatkan beberapa ribu tayangan.
Tingginya antusiasme terhadap video-video tersebut menunjukkan bahwa musik rock Indonesia masih memiliki daya tarik kuat, bahkan di tingkat internasional. Meski besarnya jumlah pengguna media sosial Indonesia turut berpengaruh, respons yang diterima Giovanny juga mengindikasikan bahwa lagu-lagu rock Indonesia memiliki kualitas musikal yang mampu diapresiasi lintas negara.
Lagu-lagu seperti “Tragedi”, “Pelangi”, dan “Kau Pikir Kaulah Segalanya” dikenal memiliki riff gitar yang kuat, karakter khas, serta melodi yang mudah diingat. Faktor inilah yang membuat karya-karya tersebut tetap relevan dan menarik untuk dimainkan kembali oleh musisi dari berbagai belahan dunia.
Apresiasi juga datang langsung dari para musisi yang lagunya dibawakan. Gitaris Boomerang, John Paul Ivan, memberikan komentar singkat di Instagram dengan menulis, “Wow Amazing”. Sementara Roy Jeconiah menyampaikan dukungannya dalam bahasa Spanyol, “Gracias por cubrir, todo lo mejor siempre,” yang berarti, “Terima kasih telah meng-cover lagu kami, semoga yang terbaik selalu menyertaimu.”
Respons tersebut menjadi bukti bahwa musik mampu melampaui batas bahasa, budaya, dan geografis. Lagu-lagu rock Indonesia yang lahir puluhan tahun lalu kini kembali menjangkau audiens baru melalui sentuhan seorang musisi dari Amerika Selatan.
Fenomena Giovanny Daza juga menjadi kabar positif bagi musik rock nasional. Di tengah dominasi berbagai genre modern, karya-karya band legendaris seperti Boomerang dan Edane terbukti masih memiliki tempat di hati pendengar. Bukan hanya dikenang oleh generasi lama, lagu-lagu tersebut juga terus menemukan pendengar baru melalui platform digital.
Lebih dari sekadar angka penonton, viralnya cover Giovanny menjadi pengingat bahwa musik rock Indonesia masih hidup, tetap dicintai, dan memiliki daya saing di kancah internasional.
