EKLEKTIKO Jadi Bukti Keberanian Isyana Sarasvati Menabrak Sekat Genre

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Processed with VSCO with al3 preset

Processed with VSCO with al3 preset

Isyana Sarasvati kembali menegaskan keberaniannya dalam bereksperimen lewat album kelima bertajuk EKLEKTIKO. Dirilis sebagai proyek multichapter, album ini menjadi representasi perjalanan emosional dan musikal Isyana yang terus berkembang tanpa batas genre.

Melalui EKLEKTIKO, Isyana menghadirkan empat chapter berbeda yang masing-masing memiliki karakter kuat: Lunora, MAMIU, Cecilia, dan ABADHI. Setiap chapter dibangun dengan identitas musikal, visual, hingga atmosfer emosional yang berbeda, seolah mengajak pendengar masuk ke berbagai sisi kehidupan dan pemikiran Isyana.

Chapter Lunora hadir dengan nuansa kolaboratif dan penuh warna lewat keterlibatan nama-nama seperti Hindia, VIDI, Afgan, hingga Kamga. Sementara MAMIU membawa sisi eksperimental dan imajinatif yang terasa lebih liar namun tetap hangat. Cecilia tampil lebih personal dan reflektif, memperlihatkan kedewasaan Isyana dalam memandang hidup dan dirinya sendiri. Semua perjalanan itu kemudian bermuara di ABADHI, chapter penutup yang menjadi simbol keseimbangan, penerimaan, dan energi baru.

Baca Juga :  Assia Keva Merilis EP Forevermore Dalam Format Live Piano Berjudul , “forevermore, but it’s just me and piano”

Lagu “BURN” dipilih sebagai focus track utama dari chapter ABADHI. Dalam lagu ini, Isyana memadukan unsur pop, elektronik, hingga metal menjadi warna baru yang ia sebut sebagai Trance Metal atau Dance Metal. Energi agresif namun ritmis dalam “BURN” membuat lagu ini terasa eksplosif sekaligus adiktif.

“BURN adalah salah satu track yang paling menggambarkan makna EKLEKTIKO. Aku ingin menciptakan lagu yang bisa dirasakan secara fisik, punya groove yang kuat, dan bisa menemani banyak aktivitas, terutama saat berolahraga,” ungkap Isyana.

Eksplorasi tersebut semakin diperkuat lewat video musik “BURN” yang melibatkan 60 penari dengan koreografi intens dan visual megah. Konsep ini memperlihatkan bahwa EKLEKTIKO bukan sekadar album audio, melainkan pengalaman artistik yang menyatukan musik, visual, gerak, dan performa dalam satu kesatuan utuh.

Baca Juga :  TOKYOU Rilis Single Baru “I Wish You Call Me Back” Bersama Audhysha

Tak hanya menawarkan energi keras, EKLEKTIKO juga menyisipkan sisi yang lebih ringan lewat “Be Alright” bersama Kamga. Lagu bernuansa R&B tersebut menjadi warna kontras yang memperkaya dinamika album dan memperlihatkan fleksibilitas musikal Isyana.

Lebih dari sekadar karya musik, EKLEKTIKO menjadi bentuk refleksi Isyana terhadap perjalanan hidup manusia, tentang menerima keberagaman emosi, menghadapi proses kehidupan, hingga menemukan makna dari setiap fase yang dijalani.

Album ini juga diperkuat dengan lebih dari 30 visual pendukung yang dirilis melalui kanal YouTube resmi Isyana, menjadikan EKLEKTIKO sebagai proyek multidimensi yang menyatukan musik dan storytelling visual secara menyeluruh.

EKLEKTIKO resmi dirilis pada 21 Mei 2026 dan sudah tersedia di seluruh platform musik digital.

Follow WhatsApp Channel dapurletter.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cakra Barani Rilis “20 Koper”, Angkat Isu Dugaan Korupsi ke Dalam Karya Musik
Avenged Sevenfold Siap Manggung di Jakarta 10 Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkap Penampilannya!
Tiket Sold Out dalam Kurang dari Satu Jam, Twilite Orchestra Siap Hadirkan The Beatles & Queen dalam Balutan Simfoni
Indomusik Awards 2026 Umumkan Daftar Pemenang, Isyana Sarasvati, Perunggu, dan Denny Caknan Raih Dua Penghargaan
Sisitipsi Rilis Single “Lingkaran Setan”, Angkat Kritik Sarkastik terhadap Gaya Hidup Anak Muda
Yura Yunita dan Idgitaf Rilis “Mendung”, Kolaborasi yang Merangkul Rasa Sedih dan Menguatkan Perempuan
Raisa Gelar Handmade Night di Jakarta, Pemegang Tiket CAT 1 dan CAT 2 Dapat Akses Prelude Acoustic Show
Element Hadirkan “Asa Yang Sirna”, Menandai Babak Baru Menjelang 28 Tahun Berkarya

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Cakra Barani Rilis “20 Koper”, Angkat Isu Dugaan Korupsi ke Dalam Karya Musik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 02:14 WIB

Avenged Sevenfold Siap Manggung di Jakarta 10 Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkap Penampilannya!

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Tiket Sold Out dalam Kurang dari Satu Jam, Twilite Orchestra Siap Hadirkan The Beatles & Queen dalam Balutan Simfoni

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Indomusik Awards 2026 Umumkan Daftar Pemenang, Isyana Sarasvati, Perunggu, dan Denny Caknan Raih Dua Penghargaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Yura Yunita dan Idgitaf Rilis “Mendung”, Kolaborasi yang Merangkul Rasa Sedih dan Menguatkan Perempuan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!