Harsiwi Achmad menyebut program “Band Academy” dari INDOSIAR hadir untuk mengatasi stagnasi regenerasi band sekaligus menghadirkan format hiburan baru berbasis musik. Dalam konferensi pers di SCTV Tower, Harsiwi menilai banyak band bermunculan di level sekolah dan komunitas, namun minim yang menembus panggung nasional.
“Band Academy” diposisikan sebagai intellectual property (IP) baru yang diharapkan mampu menghidupkan kembali ekosistem musik band Indonesia serta membuka ruang bagi talenta muda berkembang.
Program ini menjaring lebih dari 1.500 band dari seluruh Indonesia. Setelah seleksi ketat, sebanyak 30 band terpilih untuk berkompetisi di panggung utama.
Peserta masih didominasi wilayah Pulau Jawa, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya. Ke depan, partisipasi dari luar Jawa ditargetkan meningkat. Berbeda dari ajang musik lain, penilaian “Band Academy” berfokus pada kekuatan grup secara utuh, mencakup aransemen musik, performa panggung, kualitas vokal, dan kekompakan antar personel.
Untuk menarik penonton, INDOSIAR menyiapkan strategi kreatif, mulai dari konsep acara, pemilihan juri dan host, hingga kolaborasi dengan alumni “D’Academy”. Selain kompetisi, peserta berkesempatan mendapatkan hadiah uang, kontrak rekaman, kontrak artis, serta peluang tampil di berbagai acara off-air. Selama program berlangsung, seluruh peserta akan menjalani karantina di Jakarta.
“Band Academy” dijadwalkan tayang perdana pada 7 April 2026 pukul 19.00 WIB secara langsung di INDOSIAR dan platform digital VIDIO.
Program ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan musik band Indonesia dan melahirkan talenta baru yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.








