KRAKEN Lepas “KALIYUGA”: Album Metal Keras Yang Menyerang Realitas Zaman

  • Whatsapp

Kota Bogor kembali melahirkan amarah musikal.

Band metal Kraken resmi merilis album penuh kedua bertajuk Kaliyuga, sebuah karya yang tidak sekadar agresif secara sonik, tetapi juga tajam dalam membaca dan menyerang realitas zaman.

Bacaan Lainnya

Album ini berdiri sebagai pernyataan sikap—tentang kemarahan, kesadaran, dan perlawanan terhadap sistem yang dinilai semakin rusak secara moral dan sosial.

 

Narasi Gelap: Dari Kesadaran hingga Kekacauan

Kaliyuga dibuka lewat “Awakening”, sebuah introduksi brutal yang langsung menegaskan identitas Kraken: distorsi tebal, riff agresif, dan energi konfrontatif. Lagu ini menjadi pintu masuk menuju fase kesadaran, yang kemudian berkembang menjadi konflik internal dan kritik sosial dalam “Fatamorgana”.

Judul album Kaliyuga sendiri mengacu pada era kemerosotan moral—sebuah simbol zaman kacau yang dipenuhi manipulasi, kerakusan, dan kehilangan nilai kemanusiaan. Tema ini dipertegas melalui “Kalam Menikam”, yang mengangkat semangat bertahan di tengah tekanan hidup yang terus menghantam.

 

Kritik Kekuasaan Tanpa Kompromi

Kraken tidak bermain aman. Dalam “Manipocalypse” dan “Retorika Tirani”, mereka secara frontal mengkritik kekuasaan yang korup, manipulatif, dan penuh intimidasi. Lirik-liriknya menyoroti bagaimana bahasa dan retorika dijadikan alat kontrol, bukan komunikasi.

Intensitas meningkat drastis di “Parade Genosida”—sebuah trek yang menggambarkan kekerasan sistematis, propaganda, dan dominasi kekuasaan yang menghancurkan nilai kemanusiaan. Ini bukan sekadar lagu, tapi tuduhan terbuka terhadap realitas global yang brutal.

 

Ruang Refleksi di Tengah Kebisingan

Di balik agresivitasnya, Kaliyuga juga menyisakan ruang kontemplatif. “Labirin” menjadi titik refleksi tentang pencarian makna dan usaha keluar dari lingkaran kesesatan. Sementara “Paradigma” mengangkat isu ambisi manusia—tentang bagaimana simpati dan kekuasaan sering diburu tanpa batas.

Album ini ditutup dengan “Belati Neraka”, sebuah klimaks gelap yang merangkum seluruh emosi: amarah, luka, dan konsekuensi dari dunia yang kehilangan nurani.

 

Lebih dari Sekadar Album

Kaliyuga bukan hanya rilisan musik, tapi juga dokumentasi kegelisahan zaman. Kraken memposisikan diri sebagai suara keras dari realitas yang sering diabaikan—mengajak pendengar untuk tidak sekadar menikmati, tetapi juga menyadari.

 

Sekilas tentang Kraken

Kraken adalah band metal asal Bogor yang terbentuk pada 6 Juni 2016. Saat ini diperkuat oleh Borie (vokal), Arie dan Firdi (gitar), Hilman (bass), serta Fahmi (drum). Mereka dikenal dengan karakter musik keras, energi panggung tinggi, serta konsistensi di skena ekstrem.

Album debut Circle of Life (2019) menjadi pijakan awal perjalanan mereka. Kini, melalui Kaliyuga (2026), Kraken mempertegas posisi sebagai salah satu kekuatan baru yang berani dan relevan di lanskap musik metal Indonesia.

Pos terkait